10 Acara Menarik Wajib Dikunjungi Wisatawan di 2016

jember carnaval

Jember Fashion Carnaval (Ist)

Indonesia selama ini dikenal bukan hanya indah dan kaya dari segi alamnya, namun juga dari sisi budaya lokal. Beragam budaya setempat yang didukung kearifan lokal membuat sejumlah daerah secara khusus menggelar event lokal yang sangat seru untuk didatangi.

Menariknya, beberapa event berikut ini bahkan sudah bertaraf dunia yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Nusantara maupun turis asing.

Berikut 10 acara menarik pada 2016 versi patainanews.com yang pantas dikunjungi wisatawan:

1. Perayaan Tahun Baru Imlek, Singkawang

Kendati perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia diselenggarakan di berbagai tempat, Singkawang, yang terletak sekitar 145 kilometer dari Pontianak boleh jadi adalah tempat yang memiliki perayaan paling meriah.

Atraksi yang paling ditunggu dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang adalah Tatung. Uniknya, pertunjukan Tatung ini tidak hanya melibatkan warga keturunan Tionghoa, namun juga warga suku Dayak.

2. Semana Santa, Larantuka, NTT

Sepekan sebelum Paskah, Larantuka di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan merayakan Pekan Suci dengan cara yang unik dan dikenal dengan nama Semana Santa.

Selama satu pekan, ribuan peziarah yang tidak hanya berasal dari pulau-pulau di sekitar Flores namun juga datang dari Jawa, Bali, bahkan mancanegara yang akan berkunjung ke Larantuka.

Perayaan ini menjadi unik karena tidak hanya berkaitan dengan agama, namun juga memadukan sejarah bangsa Portugis dengan tradisi lokal.

3. Festival Legu Gam, Ternate, Maluku Utara

Bertepatan dengan perayaan ulang tahun Sultan Ternate, Mudaffar Sjah, digelar sebuah festival yang sudah lama masuk ke dalam agenda nasional kegiatan Kementerian Pariwisata, yaitu Festival Legu Gam.

Tujuan utama festival ini adalah melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan alam dan budaya Kesultanan Ternate dan tiga kesultanan lain yang berada di wilayah Maluku Utara.

Hal yang paling menarik dari festival ini adalah pertunjukan Tari Legu yang merupakan jenis tarian kerajaan. Karenanya tarian ini tidak boleh sembarang dipentaskan dan baru diperkenankan setelah Sultan selesai melakukan tiga acara penting, yaitu Doru Gam, Kololi Kie, dan Fere Kie.

4. Festival Danau Sentani, Jayapura, Papua 

Festival yang diselenggarakan mampu menarik minat ribuan pengunjung setiap tahunnya! Festival Danau Sentani (FDS) kali pertama berlangsung pada 2007 silam dan saat ini telah masuk ke dalam kalender pariwisata utama Indonesia.

Festival yang banyak menarik perhatian wisatawan asing, seperti Belanda, dan lokal ini merupakan pagelaran yang sangat meriah. Wisatawan akan terpesona dengan beragam tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi (kepala adat), hingga sajian berbagai kuliner khas Papua.

5. Jember Fashion Carnaval

Jember Fashion Carnaval (JFC) 2016 akan menjadi semakin spesial karena bersamaan dengan pelaksanaan Wonderful Archipelago Carnaval Indonesia yang diikuti oleh 10 negara di Asia Tenggara.

Keunikan event JFC terletak pada konsep acara yang menggunakan jalan raya sebagai catwalk dan tema-tema unik di setiap penyelenggaraannya.

Keberhasilan para peserta karnaval dalam menarik perhatian dunia internasional membuat mereka diundang ke berbagai negara untuk memamerkan karya mereka.

6. Dieng Culture Festival, Banjarnegara, Jawa Tengah

Keramahan masyarakat dan kemeriahan  ‘Dieng Culture Festival’ (DCF) akan menghangatkan wisatawan dari dinginnya udara di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.

Akan lebih menarik dan seru jika Anda menghadirinya bersama dengan kerabat, teman maupun kolega. DCF telah ada sejak tahun 2010 lalu dan selalu berhasil menyedot perhatian puluhan ribu orang, termasuk wisatawan mancanegara.

Adapun festival ini selalu menyuguhkan sebuah perpaduan yang menarik antara seni tradisi dan kekayaan indie, serta kontemporer. Tidak hanya itu, DCF juga menggabungkan budaya dengan wahana wisata alam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Dieng.

7. Festival Tabuik, Padang Pariaman, Sumatera Barat

Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan di masyarakat Pariaman. Festival ini telah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, yakni sejak abad ke-19 Masehi.

Perhelatan Tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Tabuik sendiri diambil dari bahasa Arab ‘tabut’ yang bermakna peti kayu. Nama itu mengacu pada legenda tentang kemunculan makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala manusia yang disebut buraq.

Legenda ini mengisahkan bahwa setelah wafatnya sang cucu Nabi, kotak kayu berisi potongan jenazah Hussein diterbangkan ke langit oleh buraq.

Berdasarkan legenda inilah, setiap tahun masyarakat Pariaman membuat tiruan dari buraq yang tengah mengusung tabut di punggungnya.

8. Rambu Solo, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Rambu Solo adalah salah satu prosesi penting dalam sebuah upacara kematian yang berlangsung selama berhari-hari dan melibatkan seluruh penduduk desa di Tana Toraja.

Kendati upacara ini tidak tentu waktu pelaksanaannya lantaran tergantung pada kesiapan keluarga, namun umumnya upacara Rambu Solo akan berlangsung pada akhir tahun.

Kesakralan dan kemeriahan upacara ini sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara sehingga pengunjung yang datang pun bisa mencapai puluhan ribu.

9. Festival Danau Toba, Sumatera Utara

Festival Danau Toba merupakan acara wisata tahunan yang telah berlangsung sejak 2013 lalu. Festival yang telah digelar sejak 1982 silam dahulu bernama Pesta Danau Toba.

Pada mulanya Pesta Danau Toba merupakan sebuah event lokal yang diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas keberadaan Danau Toba yang mempunyai peran penting bagi kehidupan suku batak yang tinggal di pesisir Danau Toba.

Berbagai kegiatan berupa atraksi seni budaya dan wisata olahraga menyemarakkan festival ini.

10. Banyuwangi Ethno Carnival

Banyuwangi Ethno Carnival merupakan event yang sangat unik dan menarik karena mengangkat tema etnik dan menggunakan kostum tradisional kontemporer.

Ratusan peserta mengenakan kostum sesuai tema defile masing-masing. Kreasi yang sangat kreatif dari setiap kostum memberikan nuansa daya tarik yang luar biasa karena menonjolkan warna-warni menarik dengan desain yang indah.

Tahun ini akan kembali digelar dan pastikan Anda mengunjungi Banyuwangi sambil menikmati kuliner khas Bumi Blambangan. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 

 

 

 

 



About author



You might also like

Tourism

Sate Kerbau, Simbol Toleransi di Kudus

Sate Kerbau (Ist) Mendengar kata Sate mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Kuliner satu ini dapat ditemui di seluruh penjuru Nusantara. Namun, jika mendengar Sate Kerbau, tentu

Destinations

Wisata Bahari Berkembang Didukung Infrastruktur

WWF (Ist) Pariwisata di Indonesia, termasuk potensi bisnis wisata bahari akan berkembang dengan adanya dukungan peningkatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas kepariwisataan, seperti akomodasi, transportasi, komunikasi, dan lainnya. Dan, pemerintah harus

Nature

ICE, Cocok untuk Venue MICE Internasional di Indonesia

Segera ikut PATA Travel Mart 2016 (Ist)   Menjelang penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang, ICE pun

Culture

Sumbar Perkuat Destinasi Wisata Halal

Sales Mission Sumatera Barat (Ist) Sumatera Barat (Sumbar) yang kaya akan destinasi wisata terus memperkuat posisi sebagai destinasi wisata halal. KepalaBidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumatera Barat Didit P Santoso menjelaskan

Destinations

Capa Resort Maumere Bantu Promosi Teluk Maumere

Capa Resort Maumere (Ist) Pemerintah Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi keberadaan Capa Resort Maumere yang ikut membantu promosi Teluk Maumere sehingga wisatawan, termasuk turis asing kini

Tourism

Jaranan Banyuwangi Memukau di Malaysia

Atraksi dari Indonesia yang memukau (Ist) Atraksi kesenian yang ditampilkan dalam Indonesia Street Festival di Bukit Bintang menghebohkan warga negeri jiran, Malaysia. Tak hanya warga Malaysia, Indonesia Street Festival yang