2000 Turis Cruise Kunjungi Tanjung Emas

tanjung mas

Menyambut wisatawan asing di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Ist)

Tak kurang dari dua ribu wisatawan asing singgahi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah yang dikelola manajemen PT Pelabuhan Indonesia III awal Maret ini.

Wisatawan tersebut datang menggunakan dua cruise (kapal pesiar), Chrystal Serenity yang mengangkut sekitar 800 wisatawan asing dan MS Volendam yang membawa 1.300 turis cruise.

Kunjungan kedua kapal dalam waktu yang berdekatan menjadi perhatian tersendiri bagi segenap unsur maritim di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Hal tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam setiap kunjungan kapal pesiar, sehingga menciptakan citra positif terhadap Pelabuhan Tanjung Emas,” kata Nugroho Christianto, Manager SDM dan Umum PT Pelindo III Tanjung Emas dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (21/3/2016).

Terkait peningkatan pengamanan, Port Security Pelindo III selalu berkoordinasi dengan unsur pengamanan di Pelabuhan Tanjung Emas.

Sedangkan dalam peningkatan sektor kenyamanan, Pelindo III terus berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik. “Terminal penumpang terus ditingkatkan fasilitasnya. Berbagai macam fasilitas seperti  wifi, ruang tunggu ber-AC, toilet, cafeteria, serta sejumlah fasilitas lain telah disediakan demi kenyamanan para penumpang,” jelas Nugroho.

Pelindo III juga memberikan sambutan yang luar biasa pada kedatangan kedua kapal tersebut. Lantunan lagu ‘Bengawan Solo’ dari grup Marching Band mengiringi sandarnya kapal pesiar internasional tersebut.

Selanjutnya beberapa gubahan baik lagu modern maupun tradisional juga diperdengarkan kepada para penumpang. Untuk menyambut kapten kapal, barisan pedang pora serta rangkaian kalungan bunga juga telah disiapkan.

“Tentu saja sambutan kami siapkan, agar ada kesan baik dari para wisatawan terhadap Pelabuhan Tanjung Emas dan Jawa Tengah,” tambah Nugroho.

Jika suasana begitu meriah telah ditampilkan di dermaga,  suasana yang jauh berbeda akan terasa begitu memasuki terminal penumpang.

Alunan nada-nada merdu musik keroncong langsung memanjakan telinga. Tidak jauh berbeda dengan grup marching band, grup keroncong juga menampilkan lagu-lagu tradisional, serta lagu-lagu modern namun dengan alunan keroncong yang mendayu.

Tidak sedikit dari para wisatawan ini yang kemudian me-request lagu maupun langsung ikut bernyanyi. Sementara itu, di sisi lain terminal penumpang juga telah siap para penari tradisional yang dengan anggun meliukkan tubuh.

Di sini juga terlihat interaksi antara para penari yang mengajak para wisatawan untuk menari bersama mereka. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Festival

Madrim Promosikan Pariwisata Jabar ke Mancanegara

Madrim Kusumah Andhini (Ist) Madrim Kusumah Andhini, pengusaha asal Bandung dengan bendera CV Tigamadhiatama serius mempromosikan beragam potensi pariwisata Jawa Barat (Jabar) hingga ke mancanegara. “Etnik Bandung menjadi nama tour

Heritage

Turis Polandia Suka Keliling Indonesia

Ilustrasi turis asing di Indonesia (Ist) Wisatawan mancanegara terbukti memang menyukai Indonesia. Dan, itu tampak dari turis asal Polandia yang memutuskan berkunjung ke beragam destinasi wisata di Nusantara selama tiga

Heritage

Tanjung Lesung, Destinasi Wisata Unggulan

Lapangan Golf di Tanjung Lesung direncanakan mulai akhir bulan ini sudah bisa dipakai (Ist) Indonesia memang tak terbantahkan kaya akan destinasi wisata. Bahkan, negeri ini memiliki kekayaan potensi wisata yang

Festival

Momentum 10 November di Kampung Lawas Maspati

Turis asing di Kampung Lawas Maspati (Ist) Kampung Lawas Maspati yang terletak di Surabaya, Jawa Timur tak berhenti menjaga kearifan lokal dan budaya sehingga kampung wisata di Kota Pahalawan ini

Festival

PATA Indonesia Chapter, President University Dukung marimenulis.org

Soft Launching marimenulis.org (Ist) Indonesia selama ini dikenal sebagai negeri yang memiliki pariwisata yang beragam dan tersebar yang diminati wisatawan Nusantara ataupun wisatawan mancanegara (wisman). Sebut saja Kabupaten Karawang, Kabupaten

Airlines

20 Oktober, Festival Dawai Nusantara di Malang

Festival Dawai Nusantara ke-3 di Malang (Ist) Membaca Indonesia dalam konteks sekarang hendaknya dilihat dengan geliat kebudayaan diantaranya munculnya banyak ruang estetika yang saling bersinergi diantaranya dengan musik. Musik dimana