2016, Lombok Bangun Politeknik Pariwisata

hadi di jkt

LA Hadi Faishal (Ist)

Lombok, Nusa Tenggara Barat akan segera membangun politeknik pariwisata mulai tahun depan.

“Ini menandakan keseriusan Kementerian Pariwisata untuk menambah daya gedor pariwisata, khususnya dari sektor tenaga kerja yang akan mem-back up pariwisata Nusa Tenggara Barat. Dan, ini menambah jumlah sekolah tinggi pariwisata yang ada di Indonesia yang ada di daerah lainnya, seperti STP pariwisata Bali STP Bandung, Akpar Makassar dan Akpar Medan,” ucap LA Hadi Faishal, Wakil Ketua PHRI NTB kepada patainanews.com pada hari ini (10/11/2015).

Hadi, demikian ia biasa disapa, menuturkan bahwa pembangunan politeknik pariwisata Lombok ini sangat strategis mengingat kasus klasik dunia pariwisata di negeri ini adalah adalah soal tenaga kerja berkualitas.

“Dua hal yang akan menjadi dampak kedepan dengan berdirinya politeknik pariwisata di Lombok adalah kita dapat memenuhi kebutuhan hotel dalam negeri dan mengirim tenaga kerja dengan skill individu berkualitas ke luar negeri,” tutur Hadi yang juga General Manager d’Praya Lombok Hotel ini.

Pembangunan politeknik ini, lanjutnya, lebih-lebih menjadi bermakna karena akan dbangun di kawasan Mandalika resort dan tentu ini dapat memberikan pendidikan pariwisata di wilayah sekitar Mandalika resort.

“Dalam waktu dekat di Mandalika resort juga akan dibangun satu hotel berbintang 5 dan satu hotel berbintang 3. Untuk mem-back up keberadaan hotel ini juga akan dibangun tempat pemurnian air laut menjadi air tawar sehingga kalangan hotel tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih yang selama ini didapat dari hutan-hutan dikaki Gunung Rinjani Lombok,” tutup Hadi yang juga Ketua Dewan Penasihat NTB ini. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Heritage

Lampung Siap Gelar Festival Krakatau 2016

Gubernur Lampung Ridho Ficardo bersama Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara (kanan) (Ist) Lampung telah siap menggelar Festival Krakatau 2016 yang akan diselenggarakan mulai 21-28 Agustus 2016. Adapun Festival Krakatau 2016 mengusung

Indonesiaku

Masyarakat di Asia Pasifik Merayakan Valentine’s Day

Happy Valentine’s Day (Ist) Menurut survei terbaru Mastercard bertajuk Consumer Purchasing Priorities, tahun ini akan menjadi Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) yang paling ramai dengan setengah dari masyarakat di Asia

Indonesiaku

Inovasi Polygon untuk Pencinta Sepeda

Polygon terus melakukan inovasi untuk pencinta sepeda (Ist) Persaingan yang semakin ketat mengakibatkan industri dituntut untuk terus melakukan inovasi untuk dapat bersaing dan bertahan di pasar global. Inovasi menjadi salah

Tourism

Kesempatan Berharga untuk Trade Visitors Kunjungi PATA Travel Mart 2016 di ICE

Trade visitors bisa mengunjungi PATA Travel Mart 2016 di ICE di BSD City, Banten (Ist) PATA membuka kesempatan bagi para trade visitor yang ingin melihat langsung PATA Travel Mart 2016

Destinations

Ketika Leonardo DiCaprio Berlibur ke Indonesia

Leonardo DiCaprio disambut anak-anak Ketambe (Ist) Negeri ini bangga lantaran Indonesia lagi-lagi dipilih sebagai destinasi liburan pesohor dunia. Kali ini aktor ternama Hollywood, Leonardo DiCaprio berkunjung ke Aceh pada Minggu,