2018, Jungleland Berharap Kenaikan 5% Wisman

jalan2 di jungleland

Wisatawan di Jungleland (Ist)

Manajemen PT Jungleland Asia yang mengelola theme park Jungleland berharap pada tahun ini akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak lima persen ke Jungleland yang terletak di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kami sebenarnya belum merancang target wisman tahun ini tapi kami berharap tahun ini akan meningkat lima persen ketimbang tahun lalu,” kata Claudia Ingkiriwang, President Director PT Jungleland Asia ketika dihubungi patainanews.com, Rabu (21/3/2018).

Informasi yang dikumpulkan patainanews.com, pada tahun lalu wisatawan dari kawasan Timur Tengah, seperti dari Arab Saudi suka ke Jungleland. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Airlines

30 Juta Wisnus Mudik Lebaran

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa pergerakan 30 juta wisatawan Nusantara (wisnus), 20 juta diantaranya wisnus yang mudik lebaran di kampung halaman, tahun ini

Festival

President University Siap Cetak Sarjana Penerbang

Foto bersama di President Univesrity (Ist) President University menggandeng General Incorporated Foundations International Business Evaluation and Research Organization (IBER) dan Nusa Flying International School untuk bekerja sama dalam mengadakan pendidikan formal

SightSeeing

Kemenpar Sosialisasikan Program Penting Pencapaian Target 15 Juta Wisman

Deputi  BP3M Kemenpar I Gde Pitana (tengah) dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (kiri)  Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan kegiatan

Heritage

Saffron Three, Mengangkat Budaya Nusantara di IFW 2018

Saffron Three di IFW 2018 (youtube) Saffron Three yang berdiri sejak 2017 silam yang digawangi Chicha, Poetrie, dan Egie begitu percaya diri tampil dalam fashion show di Indonesia Fashion Week

SightSeeing

Morotai Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Morotai, Maluku Utara akan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Levelnya akan didorong sejajar dengan beragam kota wisata dunia satu level dengan Dubai, Abu Dhabi, Hongkong

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.