2019, Indonesia Siap Jadi Nomor Satu Wisata Halal

turis dan warga di lombok

Wisatawan asing menyatu dengan warga setempat di Gili Trawangan, Lombok (Ist)

Tren wisata halal kian nyaring di industri pariwisata dunia. Karenanya Indonesia tak mau kalah dengan negara-negara lain, seperti Thailand, Korea Selatan, dan Jepang yang juga menawarkan wisata halal bagi wisatawan asing.

Saat ini posisi Indonesia ada di nomor empat peringkat Global Muslim Travel Index (GMTI). Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Indonesia harus menerapkan standar global wisata halal, bukan sekadar Indonesia menjadi negara mayoritas Muslim untuk mengembangkan wisata halal di Tanah Air.

Kini wisatawan dari kawasan Timur Tengah mulai banyak yang tertarik berkunjung ke Indonesia, seperti ke Lombok. Dan, tahun 2019 Indonesia mencanangkan menjadi nomor satu wisata halal.

Hal tersebut selaras dengan upaya pemerintah mencapai target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019 mendatang.

Ya, tak bisa dipungkiri sejak Lombok yang ada di Nusa Tenggara Barat, negeri ini semakin percaya diri mengembangkan wisata halal. Bahkan, Lombok pun telah menyatakan diri menjadi destinasi wisata halal di Indonesia.

Sejak Pulau Seribu Masjid ini pada tahun lalu mencetak prestasi dunia yang membanggakan Indonesia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yakni menyumbang dua gelar dalam ajang internasional, World Halal Travel Award 2015 mendapat World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination, Lombok tak berpuas diri sebab pada tahun ini menggelar International Halal Travel Fair (IHTF) 2016.

Tak hanya Lombok, Sumatera Barat dan Aceh juga mengikuti jejak Lombok mendeklarasikan wisata halal. Adapun keseriusan Lombok sebagai destinasi wisata halal pada tahun ini dengan menggelar International Halal Travel Fair (IHTF) 2016 di Lombok.

Dalam pembukaan IHTF 2016 di Hotel Lombok Raya, Lombok, Rabu (21/9/2016) dikabarkan dihadiri 30 buyers dari sejumlah negara, seperti dari Malaysia, dan Singapura.

Dalam jumpa pers, Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman menjawab patainanews.com bahwa IHTF harus menjadi calendar of events pariwisata Lombok.

“Pariwisata Lombok sudah dikenal sebagai destinasi wisata halal. Saya harap acara ini menjadi calendar of events pariwisata Lombok. Dan, acara seperti ini juga bisa dilakukan di Sumatera Barat dan Aceh yang juga mengandalkan wisata halal,” urainya.

Dadang mendukung Lombok menjadi leader destinasi wisata halal di Indonesia. “Indonesia masih kalah dengan Thailand soal wisata halal. Sekarang muncul Jepang dan Korea Selatan yang juga menjual wisata halal sehingga Indonesia juga harus bersaing dengan mereka dan Lombok bisa dijadikan leader wisata halal di Indonesia dan tentunya Lombok, Sumbar, dan Aceh juga harus menerapkan standar global, yakni Global Muslem Travel Index (GMTI) sebab Menteri Pariwisata Arief Yahya ingin Indonesia berada di peringkat pertama GMTI tahun 2019. Jika menggunakan GMTI, maka wisatawan asing, termasuk dari kawasan Timur Tengah yakin dengan wisata halal di Indonesia,” ucapnya.

Dadang mengatakan, Lombok, Sumatera Barat, dan Aceh bisa menggelar IHTF di daerahnya masing-masing sehingga tidak harus IHTF tiga destinasi wisata di Indonesia dibuat hanya di Lombok. 

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal menjelaskan bahwa pihaknya mendukung IHTF digelar setiap tahun.

Senada dengannya, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Affan Ahmad juga mendukung IHTF digelar setiap tahun sebagai calendar of events pariwisata NTB.

“Wisata halal sudah dikenal di Lombok sehingga IHTF menjadi kegiatan yang akan selalu dilakukan BPPD NTB bersama pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Affan.

dpd asita jkt

DPD ASITA DKI Jakarta di Rakernas I ASITA di Lombok (Ist)

Tak hanya itu, Ketua DPP ASITA Asnawi Bahar juga mendukung wisata halal di Lombok. “Penyelenggaraan Rakernas I ASITA di Lombok sebagai upaya mendukung wisata halal di Lombok,” ujarnya.

Sedangkan Emma Almusalli seorang warga Lombok yang ditemui patainanews.com di sela-sela IHTF 2016 di Lombok, Kamis (22/9/2016) menjelaskan bahwa dirinya mendukung penyelenggaraan IHTF 2016 guna mendukung pengembangan wisata halal di Lombok.

Emma yang merupakan finalis Duta Mutiara tahun 2010 itu juga mendukung upaya pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan wisata halal di Lombok.

Emma lombok 2

Emma Almusalli (Ist)

Perempuan berparas manis ini mengatakan,wisata halal di Lombok mendapat dukungan penuh dari warga. “Saya, sih, dukung sekali. Lagi pula masyarakat Lombok mayoritas Muslim. Jadi tidak akan ada masalah dengan penerapan wisata halal,” kata Ema.

Kendati demikian, Emma yang ramah ini berharap pemerintah untuk tetap memberikan perhatian terhadap pariwisata konvensional karena ekonomi warga masih sangat bergantung pada sektor tersebut. 

“Lagi pula kami juga tidak ingin kebijakan wisata halal ujung-ujungnya malah mendorong fanatisme. Yang biasa-biasa saja,” kata perempuan berkerudung berparas manis itu.

Lombok yang Biru

Lombok di Nusa Tenggara Barat dinilai lebih biru ketimbang Bali sebab Pulau Dewata kental dengan budaya yang mampu memikat hati turis asing maupun wisatawan Nusantara.

Demikian dikatakan Dea, seorang backpacker yang sudah cukup sering berlibur ke berbagai destinasi wisata yang ada di Tanah Air. Menurut perempuan berparas manis ini, destinasi wisata di Lombok seperti di Bukit Malimbu terlihat begitu indah.

bukit malimbu

Bukit Malimbu (Dea)

Dea (23), yang juga pembaca setia patainanews.com ini menuturkan bahwa dirinya mencintai destinasi wisata di Indonesia. Dea yang merupakan karyawan di perusahaan swasta di Jakarta mengaku kerap berlibur ke destinasi wisata di Nusantara yang menyenangkan.

Hotel di Bali Ramah Turis Muslim

Tiga destinasi wisata di Indonesia, yakni Lombok di Nusa Tenggara Barar, Sumatera Barat, dan Aceh sepakat mengandalkan wisata halal sebagai data tarik wisatawan, termasuk turis asing, khususnya dari kawasan Timur Tengah berkunjung ke destinasi masing-masing, namun hotel keluarga ramah wisatawan Muslim justru ada di Kuta, Bali.

hotel bali

Rhadana Hotel dari Kuta, Bali (Ist)

Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Riyanto Sofyan, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Indonesia optimisitis dapat menjadi destinas pariwisata halal nomor satu dunia pada 2019 mendatang.

“Indonesia memang sangat potensial menjadi destinasi wisata halal paling unggul di dunia. Mengapa? Karena memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya nusantara dan hal semacam itu merupakan modal utama yang tidak dimiliki negara lain. Kita juga semakin yakin dengan tingginya kesadaran masyarakat dan industri pariwisata nasional terhadap perlunya pariwisata ramah wisatawan Muslim atau Muslim friendly tourism,” kata Arief Yahya.

“Bali terkenal dengan dugem dan bikininya tapi Bali bisa menang dalam kontes ini,” kata Riyanto Sofyan di Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Adapun kategori Hotel Keluarga Ramah Wisatawan Muslim Terbaik diraih Rhadana Hotel dari Kuta, Bali. Ya, hotel ini rupanya sudah memiliki sertifikat halal dari badan BPOM.

“Fasilitas halal dinilai dari makanan bersetifikat halal, kemudahan air (basuh), tempat ibadah, dan aturan tidak mengizinkan tamu memakai bikini dan minum-minuman beralkohol, seperti kata Riyanto.

“Padahal Bali tidak masuk ke dalam promosi 10 destinasi program Kemenpar,” kata Riyanto. Seperti diketahui, Pulau Dewata sudah sangat terkenal di dunia sehingga Kementerian Pariwisata pun mengusung destinasi lain, yakni 10 Bali baru dan untuk destinasi wisata halal ada Lombok, NTB, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Kami menilai kompetisi ini dengan sangat adil. Kami melakukan equal opportunity untuk semua nominasi,” tambah Riyanto. 

Menurutnya, Rhadana Hotel memenangkan kompetisi ini bukan hanya karena sertifikat halal yang dimilikinya. Menariknya komitmen akan wisata halal juga terus dijaga oleh hotel ini. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Slideshow

Mutouch, Sabun Cair yang Mengandung Susu Kambing

Suasana launching Mutouch (Ist) Produk perawatan tubuh, khususnya untuk kesehatan kulit Mutouch hadir di Indonesia. Sabun cair dengan kandungan susu kambing ini diyakini akan menambah sehat kulit masyarakat. Mutouch kali

Slideshow

Andil Prakarsa Parahiyangan dalam Pilkada Indonesia

Foto bersama FPMDI (Ist) Para pimpinan media digital yang tergabung dalam Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) menyatakan akan turut berpartisipasi dalam Pilkada serempak 2017 nanti. Hal ini dibuktikan dengan

Hotel

10 Acara Menarik Wajib Dikunjungi Wisatawan di 2016

Jember Fashion Carnaval (Ist) Indonesia selama ini dikenal bukan hanya indah dan kaya dari segi alamnya, namun juga dari sisi budaya lokal. Beragam budaya setempat yang didukung kearifan lokal membuat

World Heritage

Jalan-Jalan ke Surabaya, Jangan Lupa ke Kampung Wisata Lawas Maspati

Suasana di Kampung Lawas Maspati (Ist) Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Toto Heli Yanto, meluncurkan destinasi wisata eksotik, Kampung Lawas Maspati

Indonesiaku

Mutiara Indonesia Green Canyon-Pangandaran

Mutiara Indonesia Green Canyon-Pangandaran (Ist)

Slideshow

‘Core Business Indonesia Adalah Pariwisata’

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Setelah kunjungan kerja (kunker) dalam rangkaian menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G 20 dan ASEAN ke Tiongkok dan Laos, Presiden Jokowi punya kesan yang sangat