21 Oktober, Sriwijaya Air Terbang ke Raja Ampat

Processed with Snapseed.

Sunset di Raja Ampat, Papua (Ist)

Keinginan wisatawan Nusantara untuk mengunjungi tempat-tempat wisata berskala internasional di Papua akan semakin mudah.

Pasalnya mulai 21 Oktober mendatang, Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air) akan membuka rute penerbangan ke tempat yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata internasional, yaitu Raja Ampat. Penerbangan ke Raja Ampat akan dilayani dari kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Makassar.

“Pembukaan penerbangan ke Raja Ampat ini demi memuaskan dahaga masyarakat Indonesia dan internasional untuk mengunjungi tempat wisata eksotik di wilayah kepala burung Papua tersebut. Selain itu juga untuk memudahkan masyarakat di wilayah tersebut bepergian ke wilayah lain di Indonesia. Dengan penerbangan Sriwijaya Air Group ini, akses dari dan menuju Raja Ampat akan lebih cepat,” ujar Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Dengan penerbangan ini, Agus berharap dapat lebih menggairahkan sektor pariwisata nasional. Baik itu dengan mendatangkan wisatawan domestik maupun internasional ke Papua. “Sektor pariwisata sudah menjadi ujung tombak pemerintah dalam meningkatkan perekonomian daerah dan nasional. Sriwijaya Air Group akan senantiasa mendukung program-program pemerintah dengan membuka penerbangan ke berbagai tempat wisata yang potensial di Tanah Air,” lanjut Agus.

Selain ke Raja Ampat, pada waktu yang sama Sriwijaya Air Group juga akan membuka penerbangan ke beberapa tempat yang tidak kalah eksotisnya di Papua, yaitu penerbangan ke Fak-Fak dan Kaimana. Semua penerbangan ke kota-kota tersebut juga akan tersambung ke kota-kota besar lain di Indonesia lewat jaringan penerbangan Sriwijaya Air Group.

Menurut Agus, penerbangan ini akan dilayani dengan integrasi dua maskapai, yaitu Sriwijaya Air dan NAM Air. Semua penerbangan akan transit di Sorong dan kemudian akan dilanjutkan dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 menuju Raja Ampat, Kaimana dan Fak-fak.

Untuk ke Raja Ampat, wisatawan dari Jakarta dapat berangkat memakai penerbangan Sriwijaya Air pada pukul 09.40 WIB, 21.45 WIB, 22.20 WIB, dan 23.05 WIB via Makassar dan Sorong. Atau menggunakan maskapai NAM Air yang berangkat pukul 00.05 via Sorong.

Dan akan tiba di Raja Ampat pada pukul 08.05 WIT di hari selanjutnya. Wisatawan dari Surabaya dapat berangkat menggunakan Sriwijaya Air pada pukul 20.20 WIB dan 21.25 WIB via Makassar dan Sorong. Dan akan tiba di Raja Ampat pada pukul 08.05 WIT di hari selanjutnya.

Sementara wisatawan dari Yogyakarta dapat berangkat dengan menggunakan Sriwijaya Air pada pukul 11.00 WIB, 20.55 WIB, dan 18.25 WIB via Jakarta, Makassar dan Sorong. Dan akan tiba di Raja Ampat pada pukul 08.05 WIT di hari selanjutnya.

Wisatawan dari Semarang dapat berangkat dengan menggunakan Sriwijaya Air pada pukul 08.50 WIB, 12.20 WIB, via Jakarta, Makassar dan Sorong. Atau menggunakan NAM Air yang berangkat pukul 06.10 WIB, 17.05 WIB via Jakarta, Makassar dan Sorong.

Dan akan tiba di Raja Ampat pada pukul 08.05 WIT di hari selanjutnya. Wisatawan dari Balikpapan, dapat berangkat dengan menggunakan Sriwijaya Air pada pukul 09.20 WITA dan 17.45 WITA via Surabaya, Makassar dan Sorong.

Dan akan tiba di Raja Ampat pada pukul 08.05 WIT di hari selanjutnya. Sedangkan wisatawan dari Makassar, dapat berangkat dengan menggunakan Sriwijaya Air pada pukul 03.15 WITA dan 04.15 WITA, via Sorong. Dan akan tiba di Raja Ampat pada pukul 08.05 WIT di hari selanjutnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Hotel

PHRI NTB Perkuat Restoran Dukung Wisata Halal

Penyerahan Pataka PHRI dari ketua bidang organisasi BPP PHRI Maulana Yusran kepada Ketua PHRI BPD NTB Lalu Abdul Hadi Faishal sesaat setelah dikukuhkan menjadi Ketua Phri NTB preiode 2016-2021 di

Slideshow

Kuliah di The University of Nottingham Ningbo China Bisa Terima Bea Siswa Pemerintah Tiongkok

Professor Stephen L Morgan, Associate Provost (Planning) Professor of Chinese Economic History The University of Nottingham (Ist) Orang Indonesia yang memutuskan meneruskan pendidikan di Tiongkok dan memilih kuliah di The

Travel Operator

Astindo Hadiri Sosialisasi Aplikasi Penyelenggaraaan Sistem Elektronik

Ninik Irawan (kanan) (Ist) Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) memenuhi undangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengikuti Rapat Sosialisasi Aplikasi Penyelenggaraan Sistem Elektronik. Adapun rapat tersebut dilakukan pada

Indonesiaku

Lulusan SD Membangun Warteg Kharisma Bahari untuk Angkat Derajat Warteg

Kuliner di Warteg Kharisma Bahari (Ist) Hanya bermodalkan ijazah sekolah dasar (SD) tak membuat sosok pria yang terbilang masih muda asal Tegal, Jawa Tengah ini menyerah pada kenyataan hidup di

Travel Operator

Bandara Matahora Diresmikan Perkuat Akses ke Wakatobi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiti) (Ist) Menteri Perhubungan Ignatius Jonan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan Bandara Matahora, Wakatobi di Pulau Wangi Wangi, Minggu, 7 Mei 2016.   Akses ke

Heritage

Menikmati Layanan Hotel Chanti Semarang yang Ramah

Deluxe Room Hotel Chanti Semarang (Ist) Semarang selama ini disebut sebagai destinasi wisata yang menarik sehingga banyak wisatawan Nusatara dan turis asing tertarik berkunjung ke destinasi wisata yang ada di