CEO Metranet Gandeng FPMDI Kembangkan Media Digital

patainanews.com dgn metranet

Didik Budi Santoso, Chief Executive Officer (CEO) PT Metranet (duduk nomor tiga dari kiri) foto bersama FPMDI, termasuk patainanews.com (memakai topi) (Ist) 

“Saya orang di balik layar, jarang muncul ke media massa,” ujar Didik Budi Santoso, Chief Executive Officer (CEO) PT Metranet, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk.

Sosok pria ramah ini tak mengelak untuk diwawancara wartawan tapi dengan cara komunikatif berbagi ilmu tentang dunia digital. Dia lebih senang untuk diskusi dan bertukar pikiran.

Dalam bincang-bincang santai dengan sejumlah media massa yang tergabung dalam Forum Pimpinan Media Digital (FPMD), sosok ahli dari PT Telkom Indonesia ini menggambarkan bahwa dunia digital perlu disikapi dengan bijak.

Alumnus Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi (STT Telkom) di Bandung 1992-1997 silam itu tak segan sharing atau mengajak organisasi atau asosiasi digital yang mengundangnya untuk menjadi pembicara.

“Buat teman-teman, berbagi ilmu itu free of charge,” ujar pria asal Klaten Jawa Tengah ini serius di Jakarta, Kamis (19/5/2016). Pria yang pernah menjadi Manager Pelayanan Kerja Sama PT Telkom ini dan sempat meraih beasiswa dan mengambil Program Master di bidang manajemen telekomunikasi di Hogeschool van Arnhem en Nijmegen, Belanda ini memang pantas masuk kategori pakar media digital dan TI.

Setelah pendidikan Pasca Sarjana di Belanda, pria ini melanjutkan kariernya di PT Telkom sebagai General Manager Data Monetizing & Advertising, Digital Business.

Pria yang juga suka bersepeda ini mengaku bertugas mengintegrasikan data dengan platform iklan bagaimana meng-create iklan dan program pelayanan terhadap pelanggan PT Telkom.

“Di 2008-2012 Telkom memasuki industri fase kedua yakni memperkuat bidang content, termasuk aplikasi, start up dan sebagainya, kami memasuki era digital,” ujar pria yang pernah dipercaya di Division of Digital Business PT Telkom.

Karier Didik menanjak sebagai Deputy EGM pada Divisi Bisnis Digital Telkom. Waktu dan prestasi membuat kariernya melejit. Dipercaya direksi menjabat sebagai CEO PT Metranet.

Kebetulan Telkom memang sedang mengembangkan content, aplikasi, start up dan layanan digital lainnya. Metranet adalah perusahaan yang didirikan PT Telkom untuk membangun dan mengembangkan industri content, terutama industri media online.

Perusahaan ini merangkul semua pengelola media online untuk diajak kerjasama bisnis menyatukan pemasaran dengan pihak advertiser, seperti Google, Lazada, BLBI dan sebagainya.

“Sebagai bisnis yang baru banyak sekali tantangannya, jadi sekarang saya ingin fokus mengembangkan digital mediation melalui Metranet, sebagai media platform, tugas saya mempertemukan antara publisher dan advertiser agar keduanya mendapatkan keuntungan yang fair,” katanya.

Diakui Didik, bukan pekerjaan yang mudah meyakinkan baik publisher maupun advertiser untuk bisa dimediasi Metranet dalam kerjasama bisnis iklan.

“Tapi itu buat saya adalah tantangan, dan ini semakin meneguhkan tekad saya agar program ini berhasil membantu para publisher mendapatkan penghasilan dari bisnis media digital,” ujarnya.

Dalam jangka pendek, Didik sudah menyiapkan strategi untuk merangkul para publisher yang belum menjadi member Metranet dengan cara melakukan sosialisasi.

“Di industri digital ini kami akan berperan sebagai digital mediation dan penyedia platform dengan sharing yang menguntungkan,” katanya.

Kerja sama dengan FPMDI dan Asosiasi Media Digital menjadi bagian strategi dari komunikasi publisher untuk merangkul kepada Metranet selaku penyedia platform.

Tekadnya, Metranet bisa menjadi rujukan bagi para pengelola media digital untuk membangun sinergi dan kerjasama dalam dunia periklanan online. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

Banten Harus Punya Homestay yang Memadai

Wisatawan Nusantara di Tanjung Lesung (Ist) Pemerintah memasang target membangun 20 ribu homestay tahun 2017 dan destinasi wisata yang termasuk 10 Bali baru akan menjadi priortias, seperti Tanjung Lesung di

Indonesiaku

‘Hidden Treasure of Art Deco: Sejarah Gedung Olveh Karya Firma Schoemaker dan Tantangan Revitalisasi’

‘Hidden Treasure of Art Deco: Sejarah Gedung Olveh Karya Firma Schoemaker dan Tantangan Revitalisasi’ (Ist) ‘Hidden Treasure of Art Deco: Sejarah Gedung Olveh Karya Firma Schoemaker dan Tantangan Revitalisasi’ yang

Airlines

RI Kuasai Kontes Foto Wartawan ASEAN

Ilustrasi kebakaran hutan (Ist) Indonesia memborong empat hadiah kontes foto yang diselenggarakan Konfederasi Wartawan ASEAN dan Asosiasi Wartawan Vietnam di Hanoi, Vietnam, bersamaan dengan Sidang Umum CAJ dan perayaan ulang

Nature

Arab Saudi Tertarik Investasi di Tanjung Lesung

Wisatawan berkunjung di Tamjung Lesung (Ist) Perwakilan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud diketahui pada Jumat (3/3/2017) telah meninjau kawasan Tanjung Lesung, Banten terkait keinginan berinvestasi. Hal tersebut diungkapkan

Travel Operator

JJI Belajar Sejarah Indonesia melalui Museum

JJI di Museum Fatahillah (Ist) Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan beragam potensi yang bisa dipelajari oleh pewaris negeri. Sebut saja potensi pariwisata Nusantara yang tak pernah bisa

Tour Package

Banyuwangi Ijen Green Run, Lari Menikmati Alam

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kaus putih) (Ist) Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka ajang Banyuwangi Ijen Green Run. Sebanyak 550 pelari dari dalam maupun luar negeri beradu cepat menaklukkan