Budaya Indonesia Dipuji dalam Pembukaan Olimpiade Rio

kostum Indonesia

Kostum tim Indonesia saat pembukaan Olimpiade Rio 2016 (Ist)

Keputusan tim Indonesia untuk tampil total dalam pembukaan Olimpiade Rio 2016 tidak sia-sia. Banyak media asing yang memuji penampilan kontingen Indonesia saat pembukaan pesta olahraga paling akbar di kolong langit yang berlangsung di Negeri Samba tersebut.

Media Inggris, BBC memuji penampilan kontingen Indonesia yang menampilkan baju adat Lampung, Papua, dan Bali. “Banyak negara bermain aman dengan hanya memakai tracksuit. Tapi beberapa negara berani tampil berbeda. Aplaus untuk Indonesia,” tulis BBC.

Media Inggris Daily Mail menyebut bahwa seragam Indonesia merupakan salah satu yang terbaik berkat penampilannya yang royal.

USA Today juga menempatkan seragam Indonesia diantara yang terbaik. Sanjungan dan acungan jempol memang banyak ditujukan pada tiga orang di bagian tengah yang menggunakan kostum adat kebaya merah-emas dengan hiasan mahkota besar.

Keragaman kekayaan pakaian adat yang ditunjukkan saat parade atlet pada upacara pembukaan tersebut rupanya cukup menyita perhatian penonton.

Dengan pakaian yang sangat kental dengan nuansa budaya daerah, kontingen Indonesia menarik perhatian dan menjadi salah satu pusat perhatian pada pembukaan Olimpiade Rio.

Seperti diketahui, saat defile pembukaan, atlet lompat jauh Maria Natalia Londa memakai kebaya dan kain serba putih dengan rambut berhias sanggul ala Bali tampak paling depan seraya memegang tonggak bendera Merah Putih.

Di belakang Maria terlihat sepasang model memakai baju adat Lampung dan masih ada seorang lain yang mengenakan pakaian adat Papua.

Kemudian diikuti para atlet dan jajaran kontingen mengenakan seragam bermotif batik didominasi warna merah putih dengan bagian atas seragam terdapat lambang garuda yang besar.

Mereka juga memakai ikat kepala atau juga disebut udeng. Semuanya tampil bangga dan penuh percaya diri mewakili Indonesia.

Indonesia mengirimkan 28 atlet di Olimpiade 2016. Para atlet itu akan berkompetisi di tujuh cabang olahraga. Ketujuh cabang olahraga itu adalah panahan, dayung, angkat besi, bulutangkis, renang, sepeda, dan atletik. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Culture

Batik, Pemersatu Rakyat Indonesia jadi Kebanggaan Masyarakat Dunia

Batik Lindy Ann (Ist) Batik memang tak bisa dibantah kini semakin digemari masyarakat dunia. Namun, batik juga disebut sebagai alat pemersatu rakyat Indonesia. “Batik menurut saya adalah pemersatu semua lapisan

Slideshow

Putri Pariwisata Indonesia 2017 Promosi Pariwisata Nusantara di Dubai

Putri Pariwisata Indonesia 2017 Astari Indah Vernideani (Ist) Putri Pariwisata Indonesia 2017 Astari Indah Vernideani bersama Kementerian Pariwisata tengah mempromosikan pariwisata Nusantara di Arabian Travel Market 2018. Informasi yang diperoleh

Culture

Jakarta Menyenangkan tapi Panas

Anis dan Iffa (kanan), dua turis asal Malaysia ketika traveling di Jakarta dan berpose di Monas (Ist) Wisatawan mancanegara (wisman) semakin banyak yang berkunjung ke Indonesia. Target Presiden Jokowi mendatangkan

Slideshow

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Travel Operator

BRI Peduli Korban Gempa Lombok

Suasana pelepasan tim dokter IDI untuk bantuan medis bencana alam gempa di Lombok (Ist) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kembali menunjukkan perhatian kepada para korban bencana gempa Lombok. Bekerja sama

Slideshow

Buku ‘Sepotong Surga di Kaki Pesagi’

Buku ‘Sepotong Surga di Kaki Pesagi’ (Ist) Buku ‘Sepotong Surga di Kaki Pesagi’ karya para pemenang dan terpilih dalam Lomba Menulis Pesona Lampung Barat telah diluncurkan dalam hajatan Jambore Literasi