Suara 1.000 Angklung Mengetuk Pintu Pasar Wisman Jepang

AY di jepang

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka pagelaran Indonesia Week Osaka 2016 di Umeda Sky Building, Osaka, Jepang (Ist)

Pasar pariwisata di kawasan Asia Pasifik memang menjanjikan bagi pariwisata Indonesi sebab ada Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Macau, Korea Selatan, dan Jepang. 

Namun, Jepang tergolong alot. Ya, tidak mudah menaikkan jumlah kunjungan wisman dari Negeri Matahari Terbit itu meski sudah dimasukkan dalam list top 5 pasar utama oleh Kemenpar.

“Jepang adalah pasar utama, dengan capaian 2014 ada sekitar 500.000 wisman, dan proyeksi 2015 naik menjadi 525.000 itu,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka pagelaran Indonesia Week Osaka 2016 di Umeda Sky Building, Osaka, Jepang.

Mantan Dirut PT Telkom ini bercerita tentang bambu, bahan pembuat angklung yang sudah akrab dengan tradisi bangsa Asia. Orang Tiongkok menggunakan sumpit, tirai, bahan bangunan rumah, dengan bambu.

Orang Korea Selatan dan Jepang pun begitu. Pohon bambu juga menjadi tema banyak lukisan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

“Karena itu Pesona 1000 angklung Indonesia Pusaka menjadi relevan untuk mengetuk hati, mengajak masyarakat Jepang berwisata ke Indonesia,” kata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (29/8/2016).

“Bambu itu bermakna kuat, tegar, tangguh, namun lentur. Itu punya makna yang mendalam, bahwa pondasi hidup manusia itu memang harus kuat. Semua negara Asia dari China, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Macau, India, semua punya sejarah khas dengan pohon bambu,” ungkap dia.

Menurut Arief Yahya, bambu itu melukiskan keseimbangan dalam hidup. Kelenturan dan fleksibilitas dalam kehidupan. Bahwa manusia hidup memang harus memegang fondasi dan akar budaya yang kuat, namun juga harus bisa luwes di tengah kehidupan yang penuh dengan romantika.

“Saya berharap keindahan nada, irama dan gita dari harmoni 1000 angklung Wonderful Indonesia ini dapat menggugah warga jepang untuk berkunjung ke Indonesia,” jelas Arief Yahya yang asli Banyuwangi itu.

Masyarakat Indonesia dan Jepang, kata dia, juga punya kedekatan emosional dan sejarah yang amat panjang. Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang dimulai dengan diplomasi budaya.

Jepang mengenalkan diplomasi hati ke hati kepada Indonesia melalui bidang ekonomi, politik dan budaya. “Jak Jepang Matsuri setiap tahun adalah bentuk kolaborasi dan persaudaraan antara Indonesia dan Jepang,” kata dia.

Dalam peresmian Indonesia Week Osaka 2016 di Umeda Sky Building, Osaka hadir Konjen RI Osaka Wisnu Edi Pratignyo, Kepala Pusat Promosi Perdangan Indonesia di Osaka Hotmida Purba, perwakilan Walikota Osaka Aya Wada, perwakilan Gubernur Osaka Hinorori Harimoto, serta Bupati Manokwari Selatan Markus Waran.

Dalam pembukaan yang berlangsung di salah satu kawasan gedung pencakar langit tertinggi di dunia sekaligus landmark yang paling terkenal di Osaka itu, pesona suara angklung mengalun serentak, menghipnotis pengunjung yang antusias.

Bersama pemain angklung dan warga yang hadir, Menteri Pariwisata beserta jajaran tamu VIP turut memainkan alat musik tradisional khas Jawa Barat itu dengan penuh suka cita.

“Kami berharap kemolekan irama dan harmoni dari 1000 angklung wonderful Indonesia dapat menggelitik rasa ingin tahu masyarakat Jepang untuk datang ke Indonesia,” ujarnya bersemangat.

Selain dalam rangka merayakan HUT kemerdekaan RI ke-71, Indonesia Week Osaka 2016 juga bertujuan menyuguhkan beberapa destinasi wisata menarik di Indonesia sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia.

“Pada tahun 2019, jumlah tersebut diharapkan menembus 1 juta orang,” kata dia. Arief Yahya mengatakan, pesona Indonesia yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke merupakan magnet tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung ke Indonesia.

Untuk itu dirinya mengajak seluruh warga Jepang dapat turut menikmati keindahan alam tersebut. “Kekayaan dan keindahan alam Indonesia yang dibalut dengan keberagaman budaya dan adat tradisional sungguh tidak ternilai dengan materi,” ujarnya.

Adapun Indonesia Week Osaka 2016 digagas majalah BUMN Track dan PT Kinarya Cipta Kreasi berlangsung selama empat hari, yakni 25-28 Agustus 2016.

Selain mengajak bermain angklung, kegiatan ini juga diramaikan oleh stan pameran UKM binaan BUMN diantaranya PT Angkasa Pura II, PT BNI Tbk, Perum Jamkrindo, Perum Askrindo, PT Telkom Tbk, PT Pertamina, PT PNM serta Pemda Manokwari Selatan.

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pagelaran budaya lokal Indonesia seperti tari-tarian dan lagu daerah, serta perlombaan khas 17 Agustus. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Nature

Pariwisata Indonesia Butuh SDM Andal

CEO Batik Fractal Nancy Margried (Ist) Keindahan alam, termasuk potensi wisata bahari yang ada di beragam destinasi wisata di Indonesia sepertinya tak tertandingi oleh negara lain. Kendati demikian, untuk mempertahankan

Travel Operator

Pemerintah Apresiasi Palu Serius Sambut GMT 2016

Ilustrasi GMT 2016 di Indonesia (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi kepada Palu di Sulawesi Tengah yang serius menyiapkan acara menyambut fenomena alam langka, gerhana matahari total (GMT) 2016.

Tourism

Punya Marina, Pariwisata Banyuwangi Cemerlang

Wisatawan di Pulau Merah (Ist) Masyarakat Banyuwangi patut berbangga hati sebab tahun 2017 mendatang bakal punya marina berkelas dunia sehingga beragam potensi wisata yang dimiliki Bumi Blambangan ini akan semakin

Airlines

PHRI NTB Dukung Sumbawa Barat Kembangkan Pariwisata

Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (kiri) berbincang bersama Bupati Sumbawa Barat W Musyafirin dan anggota DPR dapil NTB Kurtubi disela sela acara musrenbang provinsi NTB. Bupati  Kabupaten Sumbawa Barat W

Destinations

Wisatawan Dimanjakan Fasilitas di Tanjung Lesung

Nawang Wulan (Ist) Tanjung Lesung di Banten dengan luasnya yang mencapai 1500 Hektar merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang amat potensial. Bukan hanya menawarkan tempat yang nyaman untuk berlibur dan

Heritage

Direct Flight akan Perbanyak Kunjungan Turis Arab Saudi ke Indonesia

Kunjungan turis dari kawasan Timur Tengah, termasuk asal Arab Saudi akan semakin banyak ke Indonesia jika direct flight ditambah (Ist) Wisatawan asing asal Arab Saudi diperkirakan akan semakin banyak yang