5 Hari Menjelang PATA Travel Mart 2016 di ICE

AY di ICE

Pariwisata Indonesia akan semakin dikenal melalui PATA Travel Mart 2016 di ICE (Ist)

Semakin dekat penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten. Tak terasa event pariwisata internasional ini yang akan dimulai pada 7 September mendatang tinggal lima hari lagi.

Berdasarkan https://www.pata.org/portfolio/ptm-2016/yang dilihat patainanews.com, Kamis (1/9/2016), hari ini adalah lima hari lagi menuju perhelatan PATA Travel Mart 2016 pada 7 hingga 9 September 2016 di ICE.

Sebelumnya, Selasa (30/8/2016) ICE dipercaya menjadi venue Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) 2016 yang diresmikan Presiden Jokowi.

Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani tampak hadir dalam pembukaan IFFC 2016.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, saat ini dunia sudah tidak ada sekatnya. Informasi bisa tersebar dengan cepat lewat internet. Namun, teknologi informasi ini masih belum terasa hingga pelosok Indonesia.

“Manfaat teknologi digital itu bisa kita buat kesempatan emas, terutama yang belum bisa terjangkau layanan formal. Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau. Kalau bicara Jawa saja dirasa sudah, tapi kalau pergi ke pulau terpencil, pergi ke daerah perbatasan kita, pergi ke daerah yang belum terjangkau oleh layanan perbankan, kita baru merasa dan terasa bahwa negara kita ini sangat besar sekali,” tuturnya.

ICE juga dipercaya sebagai venue penyelenggaraan event otomotif berskala internasional, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016.

Penyelenggaraan GIIAS 2016 di ICE bukan kali pertama lantaran tahun lalu ICE juga dipercaya sebagai venue acara otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara ini.

Pembukaan GIIAS dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla di ICE, Kamis (11/8/2016). Adapun GIIAS 2016 telah berlangsung pada 11-21 Agustus lalu.

Adapun pada 4 Agustus 2016 tepat 1 tahun lalu ketika Presiden Jokowi meresmikan Indonesia Convention Exhibition (ICE). Dan, pada 19 hingga 21 Agustus lalu ICE hadir di Jakarta Wedding Festival.

Sementara pada 1 September, ICE juga dipercaya sebagai venue seminar Tax Amnesty untuk umum dengan tema ‘Penerapan Amnesti Pajak dan Implikasi Pasca Amnesti bagi WP Orang Pribadi dan Badan’ yang diselenggarakan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI).

Menariknya ICE juga dipercaya sebagai venue konser iKON di Indonesia pada 3 September 2016.

Menanti PATA Travel Mart 2016 

Sebentar lagi Indonesia akan banyak kedatangan tamu pebisnis pariwisata dunia di pameran pariwisata berskala internasional. Tepatnya 7 hingga 9 September 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten saat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan PATA Chapter Indonesia yang menjadi tuan rumah PATA Travel Mart (PTM) 2016 yang diprediksi bakal dibanjiri ribuan tamu dari mancanegara.

Kemenpar telah berkoordinasi dengan pihak panitia dan PATA Chapter Indonesia bahwa akan disiapkan 11 hotel dan 1200 kamar untuk para buyerssellers dan media internasional.

Hotel-hotel tersebut adalah Santika Hotel Teraskota, Sapphire Sky Hotel, Pranaya Hotel, Grand Zuri Hotel, Soll Marina Hotel, IBIS Hotel Gading Serpong, Grand Serpong Hotel, Santika Premiere Bintaro, Mercure Alam Sutera, Atria Hotel Gading Serpong, dan Hotel Santika Premiere ICE BSD City.

Yang akan hadir ke acara tersebut berjumlah ribuan dari puluhan negara. Ribuan buyers dan sellers yang hadir ke PATA Travel Mart 2016 juga tidak sembarangan prestise dan kualitasnya.

Kalau dipresentasi, buyer menurut sektor industri 92 persen leisure, 2 persen special interest, 6 persen MICE. Sedangkan seller-nya menurut sektor industri, 2 persen travel technology, 29 persen travel agent atau tour operator, 3 persen airlines, 28 persen hotel dan Resort, 22 persen tourism office, 5 persen travel media, 5 persen atractions, dan 6 persen lainnya

Direct benefit-nya menjadi tuan rumah PTM 2016 juga sangat banyak. Indonesia menjadi fokus perhatian para pelaku industri pariwisata mancanegara dari 60 negara. Karena dalam pelaksanaannya, PTM 2016 merupakan bursa pariwisata yang bersifat murni B to B (business to business) yang bentuknya appointment antara buyer dan seller (pre matched appointment) akan terjadi transaksi penjualan paket perjalanan wisata.

Pelaku industri pariwisata memanfaatkan PTM untuk menjual paket wisata yang tentunya nantinya bisa meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia, terutama dari kawasan Asia Pasifik.

Tak hanya itu, PTM 2016 akan diliput oleh media massa nasional dan internasional sehingga memberikan dampak positif bagi Indonesia atau value added sehingga destinasi Indonesia menjadi trending news yang tinggi. 

Artinya multiplier effect PTM2016 membuka peluang bisnis bagi hotel, cindera mata, transportasi lokal, restaurant, dan sebagainya. Sedangkan indirect benefit-nya PTM 2016 akan membangun network antara pelaku bisnis pariwisata di Indonesia dengan pelaku bisnis pariwisata anggota PATA.

Membangun citra dan reputasi pariwisata Indonesia di mata internasional, utamanya negara-negara anggota PATA, selain itu tentu saja memberikan kesempatan sekaligus edukasi kepada pelaku usaha dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mengikuti ajang bursa pariwisata (travel mart) tingkat internasional.

Penyelenggaraan PATA Traval Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang bisa memberikan dampak positif terhadap pariwisata Indonesia terkenal di dunia.

Adapun PATA Travel Mart 2016 didukung penuh Kementerian Pariwisata, PATA Indonesia Chapter, dan ICE. Tak ketinggalan pemerintah provinsi Banten.

Ya, PATA Travel Mart 2016 akan mempertemukan para pelaku industri pariwisata (buyer) yang terdiri dari tour operator (wholesaler), MICE, dan Destination Management Company (DMC) dari mancanegara serta jurnalis internasional, termasuk travel writer dan travel blogger dengan pelaku industri pariwisata dari kawasan Asia Pasifik yang terdiri dari travel agents, inbound tour operator, hotel and resort, dinas pariwisata daerah (NTO), destinasi wisata, operator golf, dive, spa, cruise operator, car rental, airlines, airport management, travel portal, dan lainnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

World Heritage

Dukung Pariwisata, Kemenhub Beri Keringanan Tarif Jasa Kepelabuhanan untuk Kapal Wisata

Ilustrasi kapal cruise (Ist) Sebagai upaya mendukung pertumbuhan pariwisata nasional, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut memberikan keringanan tarif jasa kepelabuhanan untuk kapal yacht, super yacht, dan kapal cruise. Direktur

Slideshow

Upaya Sayudi Melalui WKB Mewartegkan Indonesia

Yudi bersama sang istri tercinta dan tiga anak Tak salah menyebut Sayudi, pemilik Warteg Kharisma Bahari sebagai sosok fenomenal. Mengamati dirinya memang menarik sebab Sayudi mampu mengembangkan salah satu kuliner

Tourism

patainanews.com Gandeng littlenomadid.com

Tampilan http://patainanews.com/ terhitung mulai Kamis, 3 September lalu ada perubahan lantaran patainanews.com bekerja sama dengan blog http://www.littlenomadid.com/ yang mengulas mengenai pariwisata, termasuk wisata di Indonesia. Upaya ini dilakukan sebagai cara semakin memperkenalkan keberadaan patainanews.com

Heritage

Libur Akhir Tahun, Traveler Gunakan Mutouch untuk Kesehatan Kulit

Suasana launching Mutouch (Ist) Manajemen PT Era Ventura Indonesia resmi meluncurkan produk perawatan tubuh, Mutouch yang bisa dipakai traveler untuk menjaga kesehatan kulit ketika mereka menikmati libur akhir tahun. Roy

Destinations

Jangan Ragu Bawa Oleh-Oleh dari Destinasi Wisata Indonesia

Ilustrasi kaos Lombok (Ist) Sudah sejak lama seolah menjadi tradisi di negeri ini untuk membawa oleh-oleh ketika pulang dari luar kota. Namun, beberapa waktu lalu, sempat ramai di jejaring media

Hotel

Wisman Menikmati Ikut Nelayan Tradisional Naik Sampan

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) bersama Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (Ist) Kendati sudah terkenal di dunia, wisata bahari di Lombok, Nusa Tenggara Barat tak melulu Gili Trawangan.