50.000 Wisawatan Hadir di Pembukaan PBTY 2018

WhatsApp Image 2018-02-25 at 16.43.52

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018 (Ist)

Pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018, Sabtu (24/2/2018) sukses mendatangkan wisatawan. Tidak kurang dari 50.000 wisatawan menyaksikan rangkaian pembukaan yang digelar di Jalan Malioboro, Kampung Ketandan, dan Alun-alun Utara Keraton.

“Berdasarkan data yang masuk ke kita, jumlah wisatawan yang hadir pada pembukaan ini mencapai 50.000 orang. Pengunjung sudah ramai sejak sore,” tutur Ketua Umum PBTY Tri Kirana Muslidatun dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Istri Walikota Yogyakarta itu menambahkan, jumlah 50.000 wisatawan itu adalah gabungan dari rangkaian acara pembukaan. “Pembukaan PBTY 2018 ini ada rangkaiannya. Mulai dari persiapan di Abu Bakar Ali, karnaval hingga berbagai atraksi di Alun-alun Utara. Juga kunjungan wisatawan di Kampung Ketandan,” tuturnya.

Menurut Tri Kirana, jumlah tersebut sesuai target. “50.000 itu baru hari pertama ya, baru pembukaan. Tapi setiap hari PBTY ini selalu menghadirkan 10.000 wisatawan. Dan jumlah itu rutin sejak awal pelaksanaan,” terangnya. Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengatakan, kegiatan ini membuktikan jika Yogyakarta masih toleran.

“Ini bukti Yogyakarta masih ada toleransi. Kegiatan ini menjadi bukti jika kita masih solid. Dan semoga PBTY membuat kita semakin kuat,” tutur Sultan saat membuka secara resmi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta. Meski menjadi bagian dari perayaan Imlek dan Cap Go Meh, budaya Nusantara ditampilkan dalam kegiatan itu.

Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah aksi grup tari Praginagong Yogyakarta. 8 Penari Praginagong menggabungkan berbagai tarian Nusantara dalam pementasannya. Mulai dari Aceh, Medan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan hingga Papua.

Namun, atraksi yang paling ditunggu masyarakat Yogyakarta adalah drumband Gita Dirgantara milik Akademi Angkatan Udara. Drumband ini menampilkan banyak formasi dengan sangat enerjik. Diantaranya membuat formasi menara dari drum.

Sebelum pesta kembang api menutup rangkaian acara, tampil naga sepanjang 150 meter. Aksi naga tersebut dibawakan secara bergantian oleh 200 orang. Naga ini telah tercatat dalam MURI. Menurut Kabid Pemasaran Area I (Jawa) Wawan Gunawan, perlu keseriusan untuk menggarap event ini agar menjadi event pariwisata.

“Tentunya dengan mengedepankan kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam mengemas sebuah event. Hal itu dimaksudkan agar event tersebut bisa menjadi skala nasional bahkan internasional,” tuturnya. Menurutnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya sering menyampaikan perlunya kurator atau maestro yang mumpuni di bidangnya.

“Jadi, koreografi, musik, kostum, pola penyajian, dan struktur pertunjukan mempunyai kualitas yang baik,” tuturnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji suksesnya pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018.

Namun, Menteri Arief mengingatkan pentingnya brand management dalam pariwisata. Seperti yang telah dilakukan Bali “Ada yang berpendapat bahwa dengan segala yang dipunya dan brand yang sudah mendunia, Bali tidak perlu dipromosikan. Mereka menganggap brand Bali sudah hebat, bahkan jauh lebih hebat dari Indonesia karena itu tak perlu dipromosikan lagi,”tuturnya.

Tapi, Menteri Arief mengingatkan jika promosi adalah wajib dalam brand management. “Kalau kita bicara tentang brand management, maka promosi adalah wajib hukumnya. Bali adalah produk yang baik, yang jika dipromosikan dengan sangat baik maka akan menjadi yang terbaik. Membangun brand adalah proses yang memerlukan waktu jangka panjang, tidak bisa ujug-ujug produk kita menjadi terkenal dengan instan,” terangnya.
 
Dijelaskannya, memupuk kekuatan brand harus dilakukan secara terus-menerus. Tak peduli apakah sebuah brand sudah hebat atau belum. “Kalau brand-nya masih baru, maka promosi yang kita lakukan haruslah extra effort. Kalau brand-nya sudah kuat, bahkan sudah menjadi pemimpin pasar sekalipun, kita tetap harus terus-menerus mempromosikannya agar tak diungguli pesaing,” terangnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Hotel

Tanjung Lesung, Destinasi Wisata Bahari yang Sekaligus Sport Tourism

Wartawan foto bersama di Tanjung Lesung (Ist) Tanjung Lesung yang selama ini punya daya tarik wisata bahari bagi traveler ternyata juga punya dari tersendiri untuk sport tourism yang semakin banyak

Slideshow

Festival Pasir Putih, Samosir Target 1000 Wisatawan Mancanegara

Tonggo Raja, yakni pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan raja adat dari lima desa Kawasan Pasir Putih Parbaba (Ist) Pemerintah kabupaten Samosir di Sumatera Utara menargetkan bisa mendatangkan 1000 wisatawan

Cuisine

Setu Babakan Lengkapi Kepulauan Seribu Destinasi Wisata di Jakarta

Narasumber yang hadir, termasuk Halimah Munawir Anwar (hijab kuning) (Ist) Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan saat ini bisa melengkapi Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata yang bisa

Slideshow

Wonderful Indonesia Dipromosikan di Rusia

Bus Wonderful Indonesia di Rusia (Ist) Bran pariwisata “Wonderful Indonesia” dipromosikan di dua kota besar dan simpul destinasi wisata di Rusia, yaitu Moscow dan St Petersburg untuk menarik lebih banyak

All About Indonesia

Andil Prakarsa Parahiyangan dalam Pilkada Indonesia

Foto bersama FPMDI (Ist) Para pimpinan media digital yang tergabung dalam Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) menyatakan akan turut berpartisipasi dalam Pilkada serempak 2017 nanti. Hal ini dibuktikan dengan

Cuisine

Rencana Berlibur tak Perlu Dibagikan di Media Sosial

Keris menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk berlibur ke Indonesia (www.ninaflynnphotography.com) Tak bisa dipungkiri media sosial, seperti facebook kini melekat pada banyak orang, khususnya masyarakat urban yang hidup