Akhir Pekan Traveling ke Pulau Pahawang

Pasir putih yang bersih menggoda wistawan untuk bermain di bibir pantai Pulau Pahawang (A Bobby Pr)

Masih ingat film Finding Nemo? Film itu mengisahkan petualangan Ikan Nemo dan Ikan Dori. Di dunia nyata wisatawan bisa menemukan, bahkan bercanda dengan kedua jenis ikan itu di Pulau Pahawang, Lampung.

Sepuluh tahun belakangan ini wisatawan ramai mengunjungi Pulau Pahawang. Mereka ingin menikmati alam pantai yang berparsir putih itu. Pesisir pantainya pun layak untuk tempat berenang. Dasar lautnya juga menawarkan sensasi keindahan yang memanjakan mata.

Situasi ini bertolak belakang dengan kondisi sebelum Pulau Pahawang dikenal sebagai tempat wisata. Pulau yang banyak ditanami pohon kelapa dan kakao  ini jarang didatangi oleh orang dari luar. Sugiharti (45), salah satu penduduk Pulau Pahawang, ingat daerahnya dulu masih sepi.

Hanya penduduk setempat yang ada. Penduduk setempat adalah masyarakat yang mendiami Pulau Pahawang. Mereka umumnya berasal dari Banten atau Jawa Barat. Ayah Sugiharti sendiri berasal dari Serang, Banten yang merantau ke Pulau Pahawang sebagai petani cengkih dan kopra.

“Waktu muda Bapak saya pulang balik Pahawang-Serang. Lama-lama Bapak tinggal di sini jadi petani. Setelah menikah dengan Ibu, saya lahir di sini,” ujar ibu lima anak ini. Beberapa tahun belakangan, Pulau Pahawang sudah tidak sesunyi dulu lagi.

Pulau yang luasnya sekitar 1.000 hektar itu kini dihuni sekitar 700 penduduk.  Sarana pendidikan dari SD hingga SMA pun telah tersedia. Sebuah puskesmas juga ada untuk melayani kesehatan masyarakat yang membutuhkan. Akhir pekan menjadi keramaian tersendiri buat Pulau Pahawang.

Sejak wisatawan mengetahui keindahan pulau ini, Pahawang tak pernah sepi dari pengunjung pada saat liburan. Mereka berdatangan dari Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatara Selatan, dan tentunya Lampung.

Untuk mencapai pulau ini, dari Jakarta harus melintas dengan kapal feri dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Setelah itu menuju ke Dermaga Ketapang. Selanjutnya menggunakan perahu bermotor untuk menyebrang ke Pulau Pahawang.

Sementara dari Palembang, jalur yang harus ditempuh adalah masuk ke Bandar Lampung lalu menuju ke Dermaga Ketapang, sebelum menggunakan perahu menuju ke Pahawang. Ya, Pahawang sebenarnya hanyalah salah satu pulau yang indah di pesisir selatan Pulau Sumatera.

Beberapa tempat  lain juga memiliki panorama menarik seperti Kelagian Besar, Kelagian Kecil, Tanjung Putus, Plagian Besar, Plagian Kecil, Pulau Curuh Bedil, dll. Kepulauan Pahawang sendiri terdiri dari Pulau Pahawang Besar dan Pahawang Kecil.

Pulau Pahawang besar menjadi tujuan utama para wisatawan karena di tempat ini banyak penginapan yang dapat digunakan. Selain vila-vila, wisatawan dapat pula menyewa rumah penduduk  untuk ditempati. Saat libur panjang, biasanya akan sulit untuk mendapatkan penginapan bila tidak pesan jauh-jauh hari.

“Banyak yang bawa tenda karena kehabisan pondokan. Apalagi kalau libur lebaran atau tahun baru, penuh sekali orang yang dateng. Orang juga musti ngantri buat foto di gerbang Pulau Pahawang,” kata Busro, penduduk setempat yang menjadi petani kakao dan petugas kebersihan pantai.

Untuk masalah konsumsi bukan menjadi persoalan. Selain banyak warung, warga setempat pun bersedia untuk memasak pesanan para turis. Kios-kios kecil juga menjual barang kebutuhan sehari-hari ataumenyewakan alat selam.

Ikan Nemo

Daya pikat Pahawang adalah pantainya yang putih bersih. Sampah-sampah pun tak mengotori pasir. Tidak heran banyak yang senang bermain pasir, sepakbola atau sekadar berjalan-jalan di pantai sembari mengabadikan matahari yang mulai bersinar atau tenggelam. 

“Di Pahawang Kecil ada Pasir Timbul yang nyambung ke Pulau Curuh Bedil. Di sebut pasir timbul karena kalau air laut lagi surut orang bisa jalan-jalan,” kata Heri, pemandu wisata Pulau Pahawang. Christopher dan Amelia tak mau melewatkan kesempatan ini. 

Sepasang kekasih yang datang dari Jakarta itu mengabadikan keakbaran mereka di atas pasir timbul yang berwarna putih dengan menggunakan handphone. Setelah puas mereka beranjak ke pohon-pohon bakau yang tumbuh di pesisir pantai untuk berswa foto lagi.

Keindahan dasar laut Pulau Pahawang tidak kalah dengan daratan. Taman lautnya menawarkan panorama yang menawan untuk menyaksikan terumbu karang dan berbagai jenis ikan. Tentunya keindahan alam ini sangat menggoda wisatawan untuk menyelam di arus laut yang tenang. “Di sini banyak ikan seperti zebra, dori, nemo, semandar, kepek-kepek, cunung, dll. Udang dan cumi juga ada,”

Mau mengendarai sepeda motor di dasar laut? Ada satu tempat yang menjadi favorit  pengunjung karena di dasar laut terdapat sepeda motor yang siap ditunggangi. Tentunya motor itu tidak bisa dijalankan karena hanya menjadi spot untuk berfoto.

Selain sepeda motor ada pula becak, tulisan ‘Selamat datang di Pahawang’, dan menara Siger. Siger adalah mahkota pengatin perempuan yang menjadi lambang provinsi Lampung. Enggan berbasah-basahan wisatawan tetap dapat bermain dengan  ikan warna-warni.

Cukup duduk di tepian perahu, lalu masukkan tangan ke dalam air sembari jari tangan mengepit remah roti. Tak lama kemudian ikan-ikan kecil akan berdatangan. Ikan-ikan itu nampaknya tidak punya rasa takut dengan manusia. Seperti hewan peliharaan layaknya, mereka berebut untuk mengambil makanan meski dijepit dengan erat.

Namun, bukan berarti akan mudah menangkap makhluk air itu. Ketika tangan berupaya meraih, segera ikan itu menghindar dengan lincah. Setelah itu mereka akan datang lagi selama remah-remah roti masih ada. “Lucu ya bisa bercanda dengan ikan-ikan. Apalagi itu yang biru itu, ikan dori,” ujar Amelia yang selalu gagal menangkap ikan-ikan kecil itu.

Berbeda dengan ikan dori yang mau naik ke permukaan, ikan nemo hanya dapat ditemui di dasar laut. Ikan-ikan kecil berwarna jingga dengan garis-gasir warna putih dan hitam itu jarang sekali meninggalkan rumahnya yang berbentuk anemon. Kalau ada ikan pemangsa yang lebih besar, ikan nemo segera masuk ke hewan yang menyerupai tumbuhan itu.

Heri berpesan, jangan sesekali menyentuh sarang ikan nemo saat menyelam. Sebab anemon mengandung racun yang membuat tubuh menjadi gatal. Bosan atau letih bermain di dalam air? Wisatawan dapat pula memancing ikan di atas keranda yang mengapung.

Hasil tangkapan dapat disantap bersama. Cukup dengan sambal kecap, kenikmatan ujung lidah melengkapi keindahan panorama Pulau Pahawang di senja hari. Sembari menyeruput air kelapa nan manis. Tertarik bermain dengan ikan nemo dan ikan dori?

Bisa dilakukan di dunia nyata dengan datang ke Pulau Pahawang. (A Bobby Pr adalah penulis buku biografi. Jalan-jalan adalah hobi penulis buku biografi ini. Lewat hobi ini, Bobby bisa bercengkrama dan menimba pengetahuan dari orang-orang yang ditemui. Buku biografi yang pernah ditulis antara lain kisah Romo Casutt SJ (Direktur ATMI Solo), H Adi Andojo Sutjipto (hakim agung MA), Ajik Cok (pemilik toko oleh-oleh Krisna Bali), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan lainnya)

About author



You might also like

Slideshow

Pariwisata Banyuwangi Memikat Wisatawan Mancanegara

Wisatawan di Pulau Merah (Ist) Banyuwangi yang terletak di ujung timur Jawa selama ini dikenal dengan beragam potensi pariwisata yang tak kalah menarik dengan tetangganya Pulau Dewata. Karenanya kabupaten yang

World Heritage

Tour Guide Jadi Turis

Kegiatan tour guide jadi turis (Ist) Sebuah pengalaman langka bagi rmereka tour guide desa wisata Sade, Ende dan Setanggor, Nusa Tenggara Barat (NTB) ketika satu waktu mereka menjadi seorang wisatawan.

Investments

Solusi Macet, Jababeka Luncurkan Helicopter Air Service

Helicopter Air Service (Ist) Manajemen PT Jababeka Tbk menggandeng Airbus Helicopters dan Plaza Indonesia meluncurkan Helicopter Air Service (Layanan Transportasi Helikopter) dengan nama President Air. Acara peluncuran dengan tema ‘Helicopter Air Service

Destinations

Membangun Netwoking Menuju Travel Mart Dunia

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Catur Laswanto (duduk) berfoto bersama dengan Hasiyanna S Ashadi, Ketua ASITA DKI Jakarta dan delegasi AJTM (Ist) Penyelenggaraan ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) di

Slideshow

Morotai yang Seksi Diincar Investor Asing

Morotai (Ist)   Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebut Morotai menjadi incaran investor asing lantaran potensinya yang besar, tidak sebatas hanya dari sektor pariwisata namun juga di sektor lainnya. “Morotai ini

Slideshow

Karawang Fashion Culture 2018 Angkat Pelaku UKM

Press conference Karawang Fashion Culture 2018 Desainer nasional asal Karawang, Jawa Barat, Handy Hartono memaparkan bahwa Karawang Fashion Culture 2018 juga bertujuan mendukung dan mengangkat produk para insan mode, kreator,