Akselerasi Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SMK Pariwisata

WhatsApp Image 2018-03-23 at 15.14.30

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah, serta para Deputi Eselon I Kementerian Pariwisata secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional SMK Pariwisata Se-Indonesia ke-IV tahun 2018 dengan mengangkat tema ‘Akselerasi Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SMK Pariwisata’ di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (22/3/2018).

Menjadi pembicara utama pada kesempatan tersebut, Menpar Arief menyampaikan pentingnya mengusung konsep digital dalam pengembangan pariwisata terutama dengan memaksimalkan potensi para akademisi SMK Pariwisata. “Ini menjadi penting antara industri pariwisata dan sekolah pariwisata. Semua sudah mengarah ke digital. Maka pengembangan SDM kepariwisataan harus juga mengarah ke digital,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Menurutnya, gerakan digital di Rakornas SMK adalah standar. Pasalnya, seluruh industri telah menuju ke arah digital, termasuk pariwisata. Menpar Arief memberi contoh, yakni penetrasi branding Wonderful Indonesia. Penetrasi melalui online tersebut telah mendongkrak posisi Wonderful Indonesia.

Brand milik Kementerian Pariwisata itu kini menduduki rangking 47 dunia versi World Economic Forum 2017. “Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi adalah membandingkan produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi secara digital. Singkatnya, mereka search and share menggunakan media digital. Maka dari itu para pengajar SMK ini harus melek digital. Memasukkan kurikulum digital pada materi pengajarannya,” ujar Menpar Arief.

Berdasarkan data yang diterimanya hingga hari ini bahwa jumlah lulusan SMK yang tidak diterima atau diserap dilapangan kerja mencapai 12 persen. Sedangkan lulusan SMU sekitar 9 persen. Masih ada selisih antara SMK dan SMU.

Kendati demikian, ini menjadi tugas bersama berbagai pihak untuk memaksimalkan potensi lulusan SMK. Data tersebut merujuk SMK secara umum, bukan merujuk data lulusan SMK Pariwisata saja. “Salah satu solusinya adalah pengembangan pedoman magang harus bisa dipercepat. Selain itu perlu dilakukan terobosan dengan mengoptimalkan fungsi LSP. Tujuannya agar menghasilkan lulusan SMK sesuai dengan standar kompetensi global. Ingat jika ingin menjadi global player maka standarnya juga harus global,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga sangat yakin bahwa data lulusan SMK tersebut merujuk pada lulusan SMK secara umum. Bukan hanya lulusan SMK Pariwisata. Sebab, kata Menpar Arief, lulusan SMK Pariwisata ini memiliki keterampilan, dan banyak dibutuhkan oleh stakeholders pariwisata.

“Untuk tidak mengambil risiko tersebut, maka saya mengeluarkan tiga instruksi 3C, yakni Curriculum, Certification dan Center of Excellence. Dan yang perlu harus digarisbawahi adalah semua elemen harus merujuk pada Indonesia Incorporated. Kalau berdiri sendiri, maka saya pastikan tidak akan berjalan. Sebab harus merangkul unsur pentahelix,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Dalam kesempatan tersebut, Arief Yahya pun meminta kepada para stakeholders khususnya industri perhotelan agar mengizinkan fasilitasnya dapat digunakan untuk praktik kerja SMK Pariwisata. Upaya ini dilakukan untuk menjaga standar kualitas yang lebih baik.

Sementara Hadi Sutrisno, Ketua Asosiasi SMK Pariwisata Indonesia dalam kesempatan yang sama menyatakan, pihaknya sangat yakin kalau lulusan dari SMK Pariwisata masih sangat diperlukan. Bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhan di industri pariwisata.

Untuk itu, pihaknya sekarang tengah melakukan kerjasama dengan industri perhotelan dalam meningkatkan kemampuan, dan pengetahuan produknya, mulai dari guru hingga ke para siswanya. “Kedepan, kita akan mencanangkan program One GM One SMK Pariwisata bekerja sama dengan Indonesia Hotel General Manager (IHGM) dan Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) untuk turut membantu kami dalam peningkatan kualitas guru maupun siswa. Upaya ini untuk meningkatkan mutu sesuai dengan standar global,” tambah Hadi.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani berharap, Rakornas SMK Pariwisata dapat menghasilkan program konkrit. Yaitu meningkatkan kualitas lulusan SMK. Hal pertama yang harus dilakukan adalah melalui peningkatan kompetensi guru. Atau perbaikan kurikulum dalam rangka pengembangan digital tourism.

Sehingga lulusan SMK Pariwisata lebih banyak terserap di industri pariwisata. “Akselerasi akan kita lakukan di Rakornas ini. Kita akan dorong skema peningkatan kompetensi guru maupun standar pelaksanaan sertifikasi kompetensi oleh LSP dan standarisasi pedoman magang pada industri pariwisata. Ini sejalan dengan target kita pada tahun 2018,” terangnya.

Target pelaksanaan Rakornas SMK Pariwisata se-Indonesia kali ini adalah memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi siswa/i SMK Pariwisata sebanyak 22,374 orang. Hal pentingnya lainnya adalah meningkakan kapasitas pengajar dan penyesuaian kurikulum dalam rangka pengembangan digital tourism di SMK Pariwisata,” tutur Rizki Handayani.

Di acara yang sama, Ferdiansyah, Wakil Ketua Komisi X DPR menyatakan, kenyataan ini menjadi misi khusus dari Komisi X beserta ketiga mitranya yakni Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset dan Dikti untuk merevitalisasi dibidang SMK atau Vokasi.

“Atas dasar itulah DPR RI mendorong, dan mengawal revitalisasi ini. Sebab, sudah didukung oleh data yang akurat. Komitmen ini akan kita tindaklanjuti di dalam penganggaran 2019,” pungkas Ferdy. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Slideshow

Gandeng Perancis Menguntungkan Pariwisata Indonesia

Wisatawan asing, termasuk dari Perancis suka berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia (Ist)  Joint Working Group (JWG) Indonesia-Perancis merupakan salah satu hasil konkret dari nota kesepahaman (MoU) pariwisata antara

Hotel

Buka Puasa Bersama di Hotel Mercure Jakarta Sabang

Buka puasa bersama di Hotel Mercure Jakarta Sabang (Ist) Di bulan suci Ramadan ini, Hotel Mercure Jakarta Sabang mengadakan Buka Puasa bersama keluarga besar Mercure Jakarta Sabang juga mengundang anak-anak

Cuisine

ITdBI 2017 Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Banyuwangi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (Ist) Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang akan diselenggarakan pada 26 hingga 30 September

Slideshow

Kembangkan Taman Nasional Merauke untuk Menarik Turis Asing

Daya tarik Merauke di Bumi Cendrawasih memang tidak sedikit. Begitu banyak potensi wisata yang bisa digali sehingga mengundang minat wisatawan, baik dalam maupun luar negeri untuk datang ke Merauke menikmati

Slideshow

Rayakan Malam Tahun Baru di Tepi Pantai Jakarta

Malam Tahun Baru di Mercure Convention Center, Ancol Jakarta (Ist) Mercure Convention Center, Ancol Jakarta akan mengadakan pesta perayaan Malam Tahun Baru bagi para tamu beserta keluarga untuk memeriahkan penghujung

Cuisine

‘Core Business Indonesia Adalah Pariwisata’

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Setelah kunjungan kerja (kunker) dalam rangkaian menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G 20 dan ASEAN ke Tiongkok dan Laos, Presiden Jokowi punya kesan yang sangat