Aksi Kreatif Roche Children’s Walk 2016 Dukung Anak Kanker di Indonesia

roche

Roche (Ist)

Karyawan PT Roche Indonesia di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia bersama dengan ribuan karyawan Roche di 141 lokasi di 70 negara kembali bergabung dalam kegiatan tahunan, Roche Children’s Walk yang diadakan setiap tanggal 16 Juni dan tahun ini memasuki tahun ke-13 penyelenggaraannya di dunia.

Beragam kegiatan kreatif diadakan secara swadaya oleh karyawan yang bertujuan mengumpulkan donasi seperti melelang kilometer berlari, menjual makanan hasil kreasi sendiri berupa lauk, camilan, jus dan makanan sehat, lukisan dari foto, tipografi, lelang pertunjukan bakat karyawan dan lain sebagainya.

Siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini menyebutkan, antusiasme karyawan ini berhasil mengumpulkan donasi sejumlah Rp121.885.200,00 yang akan disalurkan untuk membantu penanganan kanker pada anak di Indonesia, khususnya untuk membantu peningkatan pelayanan di bangsal anak Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Lucia Erniawati, Head of Corporate Affairs and Access PT Roche Indonesia mengatakan, “Roche Children’s Walk merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Roche Global yang tahun ini diadakan serentak di lebih dari 141 lokasi di 70 negara, termasuk di Indonesia. Kami bangga dengan kegiatan pengumpulan donasi yang dilakukan oleh karyawan Roche di 16 kota di Indonesia sebagai komitmen untuk berperan serta secara nyata dalam penanganan kanker pada anak di Indonesia. Roche Indonesia dan juga afiliasi Roche di negara lain, menggandakan donasi yang dikumpulkan karyawan dan menyalurkannya untuk program bantuan bagi anak-anak di Malawi, Afrika”.

Sementara dr Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA, dokter spesialis kanker anak di Rumah Sakit Kanker Dharmais menuturkan, “Kompleksitas penanganan kanker pada anak membutuhkan dukungan berbagai pihak. Diantara berbagai inisiatif yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk membantu anak-anak kanker, ada yang unik dan menarik dari Roche Children’s Walk, yakni keterlibatan langsung dan komitmen karyawannya untuk mengumpulkan donasi secara swadaya dengan beragam kegiatan kreatif”.

Adapun penanganan kanker pada anak memerlukan dukungan berbagai pihak. Di Indonesia, diperkirakan terdapat 4.100 kasus baru anak yang terkena kanker.

Penanganan kanker pada anak tidak semata-mata berupa pengobatan, seperti kemoterapi, radioterapi, dan operasi, tapi juga dukungan psikososial juga penting untuk didapat oleh anak yang terkena kanker, orang tua atau pihak keluarganya.

“Faktor psikologis orang tua anak-anak kanker akan berbeda pada setiap fase yang dilalui anaknya, antara lain fase diagnosis dan juga fase awal dimana anaknya sedang dalam masa pengobatan,” ujar dr Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA yang menjelaskan mengenai pentingnya dukungan orang tua terhadap penanganan anak kanker.

Fase diagnosis merupakan masa yang mengguncang orang tua secara psikologis sehingga ditemukan lebih banyak masalah pada ranah itu daripada pada ranah lain.

Atas dasar hal tersebut, pemenuhan kebutuhan pada orang tua ditekankan pada aspek psikologisnya karena membutuhkan dukungan secara emosional agar dapat melakukan kontrol terhadap keterkejutan yang dirasakan dan pemecahan masalah yang dialami keluarga baik itu antara suami dan istri maupun dengan anak dari orang tua yang tidak berpenyakit kanker.

Selanjutnya, pada fase awal pengobatan terdapat masalah berkaitan dengan kondisi sosialnya dimana orang tua membutuhkan informasi dan pengetahuan awal yang dapat diaplikasikan sehari-hari agar anak mendapatkan perawatan yang maksimal selama di rumah sakit.

Melihat permasalahan tersebut maka kebutuhan utama orang tua terletak pada pemenuhan informasi, pengetahun, beserta pemberian dukungan secara psikologis.

Kebutuhan orang tua pada masalah tersebut adalah informasi yang spesifik mengenai penyakit anak, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, kebutuhan dalam menangani masalah emosional dan komunikasi pada anak dan kebutuhan finansial.

“Penanganan kanker anak membutuhkan sentuhan lebih dibandingkan penanganan kanker pada dewasa, misalnya dengan pengadaan bangsal perawatan yang lebih menarik dan pelayanan yang lebih ramah sehingga membuat anak-anak merasa nyaman menjalani beragam pengobatannya, seperti yang telah diupayakan oleh, Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD),” jelas dr Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA.

Bangsal kanker anak di RSKD berdiri sejak tahun 2006 dan sudah direnovasi dua kali dengan kapasitas 34 tempat tidur, ruang tindakan, perpustakaan/ruang belajar, dan juga ruang bermain. Bangsal ini diharapkan dapat ‘bersahabat’ dengan anak-anak yang terkena kanker.

Dengan moto ‘No Pain & No Scared’ diharapkan anak-anak yang mendapatkan perawatan di bangsal ini tetap dapat memiliki kualitas hidup yang baik, meski mereka harus dirawat di rumah sakit karena penyakitnya. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Nature

Potensi Turis Korsel ke Indonesia Besar

Ilustrasi turis asing di Indonesia (Ist) Wisatawan asal Korea Selatan (Korsel) semakin suka berkunjung ke Indonesia. Mereka datang ke negeri ini menikmati beragam destinasi wisata yang tersebar di Nusantara. Kehadiran

Cuisine

Sail Selat Karimata 2016, Wisata Bahari yang Bakal Jaring Wisatawan

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) (Ist) Gong perhelatan Sail Selat Karimata 2016 sebentar lagi bakal ditabuh. Ada empat provinsi di Indonesia yang dipastikan ikut meramaian aktivitas berbasis wisata

All About Indonesia

Menteri Susi yang Hobi Motret Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Ist) Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selama ini dikenal masyarakat Indonesia sebagai menteri yang tegas. Kebijakan sosok satu ini menenggelamkan kapal pencuri ikan

Slideshow

Strategi Badan Usaha Pelabuhan Hadapi Konsesi

Diskusi Panel Persiapan BUP Dalam Menghadapi Konsesi Pelabuhan (Ist) Konsesi merupakan hak dan kewajiban bagi setiap perusahaan/badan yang akan membuka usaha di atas tanah milik negara. Dalam kurun waktu yang

Nature

‘Perlu Ditingkatkan Kebersihan di Destinasi Wisata’

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Pelaku industri pariwisata nasional berharap pemerintah bersama pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kebersihan di berbagai destinasi wisata yang tersebar di Nusantara. Demikian penjelasan Gifta Oktavia Rappe,

SightSeeing

Jelang PATA Travel Mart 2016, Sky Lounge 15 Hotel Santika Premiere ICE BSD City Dibuka untuk Publik

Sky Lounge 15 Hotel Santika Premiere ICE BSD City (Ist) Menjelang penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9