Alunan Sasando Menyapa Selandia Baru

sasando

Memainkan Sasando (Ist)

Musik sasando dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalun menyapa publik Selandia Baru dalam upaya memperkenalkan budaya dan tradisi Indonesia di salah satu negara fokus pasar pariwisata yang potensial tersebut.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vinsensius Jemadu dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (29/11/2015) mengatakan bahwa pihaknya melakukan serangkaian promosi ‘Wonderful Indonesia’ di Selandia Baru yang merupakan salah satunya pagelaran musik sasando.

“Pada akhir November ini kami melakukan promosi Wonderful Indonesia di kota-kota potensial di Selandia Baru, seperti di Auckland dan Queenstown,” katanya. Pihaknya membawa serta para pemusik sasando yang bahkan salah satu di antaranya masih berstatus pelajar SMA.

Saat diperdengarkan pada publik di Auckland, masyarakat Selandia Baru yang hadir, kata Vinsen, terlihat sangat menikmati alunan musik tersebut. “Mereka bilang bahwa musik itu mirip dengan musik yang ada dalam budaya mereka, yakni Suku Mori, yang hampir sama dengan sasando. Mereka senang karena musiknya unik dan lembut,” katanya.

Selain pertunjukan sasando, dalam rangkaian promosi wisata Wonderful Indonesia juga dilakukan pemutaran film Wonderful Indonesia, promosi destinasi wisata kapal pesiar atau yacht, dan pembagian suvenir Wonderful Indonesia.

Pada kesempatan itu hadir 100 orang yang terdiri dari sebagian besar pelaku industri pariwisata, pembuat kebijakan, dan calon wisatawan dari Selandia Baru. Pihaknya juga menggelar acara serupa di Queenstown sebagai salah satu pusat kota di negara itu meliputi pergelaran festival Indonesia di dalamnya ada pameran kuliner khas Indonesia serta pameran seni budaya dan kerajinan tangan.

Acara itu digelar sebagai hasil kerja sama Kementerian Pariwisata bersama Kedutaan Besar RI di Selandia Baru. Menurut Vinsen, selama ini Selandia Baru merupakan pasar sektor pariwisata yang potensial bagi Indonesia tetapi belum tergarap dengan optimal.

“Kita akan terus jajaki karena Selandia Baru merupakan pasar yang potensinya besar tapi belum tersentuh,” katanya. Selama ini Australia merupakan satu dari lima besar negara penyumbang jumlah wisatawan terbesar ke Indonesia yang terus digarap melalui berbagai macam promosi pariwisata di negara itu.

Hal serupa ke depan, kata Vinsen, akan dilakukan di Selandia Baru agar potensinya dalam menyumbangkan wisatawan ke Indonesia semakin besar, terlebih karena letaknya yang masih dalam satu kawasan dengan Australia. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Cuisine

Gagal SBMPTN, Pintu Menjadi CEO Terbuka Lebar Kuliah di President University

Poernomo Siswoprasetijo (Ist) Kesedihan nampak dari raut wajah peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 ketika namanya tidak tercantum dalam pengumuman. Begitu juga dengan orang tua mereka yang

Destinations

Wonderful Indonesia Dipromosikan di Rusia

Bus Wonderful Indonesia di Rusia (Ist) Bran pariwisata “Wonderful Indonesia” dipromosikan di dua kota besar dan simpul destinasi wisata di Rusia, yaitu Moscow dan St Petersburg untuk menarik lebih banyak

Hotel

Vote Dipimpin Presiden Jokowi, #VideoIndonesiaKeren Jawara di UNWTO Tourism Video Competition

Menteri Pariwisata Arief Yahya tengah berdiskusi dengan Presiden Jokowi (Ist) Pengumuman hasil kompetisi video pariwisata UNWTO Tourism Video Competition untuk kategori People’s Choice Award. Juara-juara dunia akan diumumkan dalam forum

Slideshow

Pemerintah Imbau Wisatawan Tenang Respons Gempa Tektonik Lombok Timur

Gubernur NTB Zulkieflimansyah memantau langsung ke lapangan akibat Gempa yang terjadi di Lombok Timur pada Minggu, 17 Maret 2019 (Ist) Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang dan

Heritage

Menanti Wisatawan Australia Bertambah Banyak ke Indonesia

Berpose di IndoFest 2016 (Ist) Indonesia Festival atau yang biasa disebut IndoFest 2016 adalah salah satu cara menyapa warga Australia Selatan dengan budaya dan seni bernuansa Wonderful Indonesia. “Indofest adalah

All About Indonesia

Great Wall Bantu Orang Indonesia Kuliah di Tiongkok

Professor Stephen L Morgan, Associate Provost (Planning) Professor of Chinese Economic History The University of Nottingham (kiri) dan Yuanita Aditya Dewi, perwakilan dari Great Wall (Ist) Tiongkok saat ini diakui