Arief Yahya Paparkan Sukses Pariwisata Indonesia di Forum Dunia

WhatsApp Image 2017-04-25 at 20.54.21

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri WTTC/UNWTO Ministerial Dialogue with Private Sectors CEO’s Investments and Partnerships for Sustainable Tourism Development, yang diselenggarakan di Grand Hyatt Erawan, Bangkok Thailand (25 April 2017) (Ist)

Forum World Travel & Tourism Council (WTTC) Global Summit pada 26 hingga 27 April 2017 menjadi panggung buat Wonderful Indonesia. Sekjen UNWTO (United National World Tourism Organization) Taleb Rifai yang memimpin Ministrial Dialogue itu secara khusus meminta Menpar Arief Yahya untuk memberikan testimoni kisah sukses mengembangkan Wonderful Indonesia.

Menpar Arief pun memaparkan key success factors-nya di Hyatt Hotel Erawan, Bangkok, Thailand dihadapan para menteri pariwisata, dan private sector itu. Dihadapan private sector CEO’s investment and partnerships for Sustainable Tourism Development itu, mantan Dirut PT Telkom itu berkisah.

Dalam sesi WTTC UNWTO Ministerial Dialogue, Selasa (25/4/2017), Arief membeberkan pariwisata Indonesia terkini. Menurutnya, peran CEO Commitment atau keberpihakan Presiden Jokowi untuk sektor pariwisata itu paling penting.

“Apalagi Presiden Jokowi telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan. Maka seluruh kementerian dan lembaga mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata, terutama di 10 destinasi yang biasa kami sebut dengan istilah 10 Bali Baru,” ujar Arief di forum itu dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Di forum yang dihadiri para chief executive officer (CEO) perusahaan investasi dan kemitraan untuk program pengembangan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism development (STD) itu Arief sekaligus mengucapkan terima kasih kepada The World Bank.

“Tiga dari 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia, yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika, di-support pembiayaan infrastrukturnya oleh World Bank. Terima kasih World Bank,” sebut Arief Yahya. Menteri Arief yang asli Banyuwangi ini pun membanggakan kepedulian Presiden Jokowi pada pariwisata sebab Presiden Jokowi terus mendorong upaya memoles destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Presiden Jokowi yang mengendors pariwisata sehingga menjadi sektor unggulan, selain infrastruktur, pangan, energi, dan maritim. “Untungnya kami punya presiden yang peduli pada turisme. Presiden menempatkan turisme sebagai leading sector sehingga semuanya menjadi jauh lebih mudah, lebih cepat dan lebih baik,” tegasnya.

Arief tak mau sekadar mengumbar klaim. Menteri yang lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Program Doktoral Unpad Bandung itu lantas menyodorkan bukti. Guna memudahkan wisatawan mancanegara masuk Indonesia, pemerintah Indonesia telah menyediakan fasilitas bebas visa.

“Kami sekarang memfasilitasi 169 negara sebagai penerima bebas visa,” sebutnya, yang semula hanya 25 negara, yang Bebas Visa Kunjungan (BVK) itu. Menurut Arief, imbas kebijakan itu sangat terasa. “Tahun pertama sejak pemberlakuan Bebas Visa Kunjungan itu, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia naik dramatik, 20 persen,” akunya, yang membuat seluruh audience terdiam.

Kebijakan BVK itu, sejatinya bermula dari saran para petinggi UNWTO saat Menpar Arief buka-bukaan mempresentasikan kondisi pariwisata Indonesia. Terutama dengan target double, dari 9,3 juta 2014, harus melompat ke 20 juta di 2019 mendatang salah satu point-nya adalah Visa Fasilitation itu.

Hampir semua sarannya dijalankan, termasuk harus mengkalibrasi dengan 14 pilar (TTCI) Travel Tourism Competitiveness Index yang diformulasi World Economic Forum (WEF) itu. “Point pertama: Go Digital! Menggunakan teknologi digital untuk percepatan pembangujan kepariwisataan Indonesia!” jelas Arief yang berkali-kali dipuji Sekjen UNWTO Taleb Rifai itu.

Sejak di ITB Berlin bulan lalu, Arief Yahya diundang secara khusus oleh Minister of Tourism and Sport Thailand Kobkarn Wattanavrangkul untuk hadir di Bangkok ini. Dia bahkan datang sendiri ke Pavilion Wonderful Indonesia di pameran industri pariwisata terbesar dunia itu.

Karenanya baik Menteri Kobkarn maupun Permanent Secretary Thailand Pongpanu Svetarundra yang hadir di acara itu mengucapkan terima kasih pada Menpar Arief yang hadir dan menjadi pemapar success story pariwisata Indonesia. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Travel Operator

Astindo Fair 2016 Ramai Pengunjung

Suasana di Astindo Fair 2016 (Ist) Astindo Fair 2016 ramai dikunjungi pengunjung, termasuk wisatawan asing. Pameran wisata ini digelar mulai 25 Maret hingga 27 Maret 2016 di Jakarta Convention Center

Culture

Sadaya UNIKOM Melestarikan Budaya Nusantara

Sebagai bagian anak bangsa, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) ikut melestarikan budaya Indonesia yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke negeri ini. “Di UNIKOM ada unit kegiatan

Investments

Menhub Dukung Pengembangan Pelabuhan di Pelindo III

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) (Ist) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama jajaran terkait melakukan kunjungan kerja di Semarang, Kamis (12/1/2017). Singgah di Ruang VIP Bandara Internasional Ahmad Yani,

Hotel

Traveling ke Semarang Menginap di Hotel Chanti Semarang

Deluxe Room Hotel Chanti Semarang (Ist) Semarang sering disebut sebagai destinasi wisata yang menark sehingga banyak wisatawan Nunsatara dan turis asing tertarik berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Jawa

Cuisine

Citilink Terbangkan 500 Wisman Tiongkok ke Kepri

Citilink terbangkan turis Tiongkok ke Kepri (Ist) Salah satu poin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Kementerian Pariwisata (Kemenpar), 6-7 Desember 2016 di Jakarta adalah air connectivity. Membangun akses menuju Indonesia

Nature

Melihat Palembang Saat GMT 2016

Acara GMT 2016 di Palembang (Ist) Fenomena alam langka, gerhana matahari total (GMT) 2016 sudah semakin dekat. Kehadiran wisatawan Nusantara maupun turis asing ke destinasi yang dilewati GMT pada Rabu,