ASIAN GAMES 2018, Sport Tourism dan Palembang

asian games 2018 palembang

Logo ASIAN GAMES 2018 (Ist)

Penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018 yang akan diikuti sekitar 45 negara di Jakarta dan Palembang tak hanya sebatas menjadi event olah raga untuk negara-negara di kawasan Asia saja, namun membuka kesempatan untuk Palembang di Sumatera Selatan semakin membuktikan diri menjadi destinasi wisata yang identik dengn sport tourism.

Event internasional ini juga menjadi pembuktian bagi tuan rumah bersama Jakarta dan Palembang membawa nama baik Indonesia di kancah dunia sehingga membuat Palembang terlihat serius menyiapkan diri untuk menjadi tuan rumah yang baik demi Merah Putih kebanggaan negeri ini.

Di Palembang ada Jakabaring, kawasan olah raga yang tergolong komplet. Dan, Palembang juga dikenal dengan Sungai Musi. Bahkan, Sungai Musi juga menjadi andalan Sumatera Selatan menjadi daya tarik wisatawn Nusantara dan wisatawan mancanegara untuk datang ke Palembang dan jalan-jalan di destinasi wisata lainnya di Sumatera Selatan.

Berdasarkan catatan patainanews.com, Sumatera Selatan sebagai model nasional untuk sport tourism di negeri ini. Adapun Menteri Pariwisata Arief Yahya memilih Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai role model destinasi sport tourism di Indonesia.

Arief Yahya sepakat menjadikan Sungai Musi sebagai ikon sport tourism. Bahkan, ia juga mengusulkan Musi Triboatton menjadi model sport tourism di Indonesia. “Saya tidak akan salah memilih Sumatera Selatan sebagai contoh,” ungkapnya kepada pers di Jakarta, Kamis (7/4/2016). Hal ini diungkapkan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya saat memberi sambutan dalam acara peluncuran ajang International Musi Triboatton 2016.

AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata mengungkapkan perlu pembedaan khusus untuk lebih menjual Sumsel kepada wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. “Kalau untuk Sumsel, kita sepakat Sungai Musi yang jadi ikonnya. Secara atraksi sudah bagus, kuliner bagus, budaya bagus. Nah kalau wisata man made, termasuk di dalamnya ada sport tourism, inilah yang jadi keunggulan Sumsel. Saya sering diskusi, bagaimana kalau Sumsel dikembangkan jadi model nasional untuk sport tourism,” ungkapnya.

Model nasional ini, menurutnya, yaitu seperti daerah percontohan atau role model, dimana Sumsel nantinya akan dikenal sebagai kota penyelenggara ajang-ajang wisata olahraga yang levelnya mendunia, seperti contohnya Asian Games hingga Moto GP.

Palembang juga dikenal selama ini dengan wisata kuliner khas, yakni pempek. Tak hanya itu, Palembang juga kuat dengan budaya dan kearifan lokal sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan berkunjung ke Palembang. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Heritage

patainanews.com Dipercaya Jadi Ketua Bidang Pariwisata Online dalam FPMDI

Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (Ist) Sebagai upaya mendukung Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia hingga 2019 mendatang, maka Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) menunjuk Gabriel

Slideshow

Pernyataan Sikap PWKI terhadap Tragedi Bom Gereja di Surabaya

Ketua PWKI Emanuel Dapa Loka (Ist) Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) menyesalkan terjadinya serangan bom, Minggu, 13 Mei 2018 di sejumlah gereja di Surabaya yang menelan korban- korban tidak bersalah. Karenanya

Tourism

Lomba Penulisan Wisata Bahari Digelar Setiap Tahun

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan Anugerah Pesona Bahari 2015 kepada jurnalis atas produk jurnalistiknya yang aktif menginformasikan dan mempromosikan potensi wisata bahari Indonesia. “Media massa

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Destinations

‘Kotabaru Bisa Dikembangkan Seperti Singapura’

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo di Wahana Hutan Meranti Kotabaru President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo menilai Kotabaru, Kalimantan Selatan bisa dikembangkan seperti negeri tetangga, Singapura sehingga bisa menarik

SightSeeing

Terlalu Banyak yang Urus Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Pemerintah menilai di Indonesia selama ini terlalu banyak pihak yang mengurus pariwisata. Karenanya pemerintah pun mengevaluasi pariwisata negeri ini sepanjang 2015. Terlalu banyak pihak