Asnawi Bahar Imbau Anggotanya Go Digital

menpar dan asita

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun ASITA yang ke-46. Arief Yahya menerima tumpeng dari Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar (Ist)

Ada yang istimewa dari Ulang Tahun Association of The Indonesia Tours and Travel Agences (ASITA) ke-46 tahun ini.

Adapun HUT ASITA ke-46 pada 7 Januari 2017 yang dimeriahkan 9 Januari 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata Jakarta.

Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar mengimbau kepada sekitar 7.000 anggotanya untuk segera Go Digital! Karena cepat atau lambat, digitalisasi itu tidak bisa dihentikan, juga tidak bisa direm, progres-nya.

Semakin lambat mengantisipasi, semakin jauh tertinggal dari negara lain, dan ujungnya kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Bukan menjadi tuan rumah, yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk bisnis pariwisata di Tanah air.

”Tujuan utamanya untuk meningkatkan konsolidasi para pengurus dan anggota ASITA sekaligus mendekatkan ke masyarakat Pariwisata, sehingga seluruh target Kemenpar di tahun 2017 bisa berjalan lancar dan sukses karena kita saling bersinergi,” ujar Ketua DPP ASITA Asnawi Bahar dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (10/1/2017).

Pilihan tempat di Gedung Sapta Pesona itu menjadi tepat karena Kemenpar juga sedang getol-getolnya mengembangkan Go Digital untuk memajukan sektor yang oleh Presiden Jokowi sudah dijadikan core economy bangsa ini.

Asnawi Bahar menyadari, ada banyak hal yang sangat penting dan harus segera dikuasai oleh para anggotanya di tahun 2017 ini. “Saat ini zaman telah jauh berbeda, dunia teknologi informasi telah bergeliat seakan tiada henti. Untuk itu semua harus segera Go Digital. Kehadiran dunia IT dengan segala perkembangannya telah membuat persaingan usaha penyedia jasa perjalanan wisata juga semakin sulit terkendali. Semakin sulit membedakan antara yang legal dan yang illegal. Namun keberadaan ASITA tentu dapat menjadi pembeda di antara keduanya,” beber Asnawi.

Asnawi memaparkan, sejumlah kegiatan menyambut HUT ASITA ke-46 antara lain; bakti sosial, seremoni, gathering, serta tabur bunga ke makam tokoh/pejuang pariwisata di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada 7 Januari 2017.

Berbagai kegiatan memperingati HUT ASITA ke-46 dipusatkan di Jakarta dan Pulau Samosir, Sumatera Utara, sedangkan sosial serupa juga dilakukan oleh masing-masing Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA yang tersebar di 34 provinsi.

”Diharapkan kehadiran ASITA memantapkan perannya sebagai mitra Kemenpar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Sebagai salah satu caranya, ASITA dapat meningkatkan kapasitas anggotanya sehingga tetap dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjawab kebutuhan dan tantangan dalam pengembangan kepariwisataan,” kata Asnawi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan HUT ASITA (Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies) ke-46 dan ASITA Awards yang dapat dijadikan sebagai memomentum untuk meningkatkan sinergisitas dalam rangka mendukung program pemerintah menjadikan pariwisata sebagai leading sector yang tahun ini menargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 265 juta pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) di Tanah Air dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan 275 juta wisnus pada 2019 mendatang.

“Dalam perjalanannya hingga usianya ke-46 tahun, ASITA telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan kepariwisataan nasional. Di usianya yang cukup dewasa yang ditandai dengan kemajuan pesat teknologi digital saat ini, pelaku usaha perjalanan yang tergabung dalam ASITA kini juga dihadapkan banyak tantangan sekaligus menjadi acaman. Untuk ini industri jasa perjalanan di tanah air harus segera mengantisipasi perubahan saat ini dengan kreatif,” papar Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, di era digital saat ini telah mengubah perilaku masyarakat yang menginginkan kebutuhan sesuatu serba cepat dan mudah, termasuk para wisatawan yang akan melakukan perjalanan (traveler); mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi (look), kemudian memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay) dilakukan secara digital. “Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital. Dengan kata lain kini wisman melakukan search and share menggunakan media digital,” kata Menpar Arief Yahya.

Sebagai antisipasi terhadap perubahaan pasar tersebut, kata Arief Yahya, Kemenpar bekerja sama dengan PT Telkom baru-baru ini telah meluncurkan ITX (Indonesia Tourism Exchnage).

ITX ini merupakan platform digital market place dalam ekosistem pariwisata atau sebagai pasar digital yang mempertemukan buyer dan seller dimana semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk dapat bertransaksi.

“ITX ini adalah mesin yang bisa mengkoneksi para pelaku bisnis dengan traveller dunia. Di ITX sudah disiapkan mesin pemesanan (book), maupun bayar (payment). Yang sudah bergabung silakan segera aktifkan, yang belum bergabung silakan segera registrasi, semua gratis, dari booking system sampai payment engine-nya. Termasuk template website yang sudah commerce, jika belum punya web-nya,” urai Arief Yahya.

“Kita harapkan pada triwulan II/2017 sudah operasional 100% dan semuanya digital,” kata Menpar Arief Yahya, yang pada kesempatan itu minta agar pelaku usaha perjalanan wisata yang tergabung dalam ASITA untuk memanfaatkan ITX.

Dia juga mengingatkan prinsip dasar More Digital More Professional, More Digital More Global dan More Digital More Personal!

Menpar Arief Yahya pada kesempatan itu memaparkan tiga program priortas Kemenpar yang akan diimplemtasikan tahun 2017 yakni; digital tourism, homestay, dan konektivitas udara.

Dalam program digital tourism antara lain diluncurkan ITX dan War Room M-17 di kantor Kemenpar sebagai pusat intelejen berbasi teknologi digital.

Sementara itu untuk pembangunan homestay sebagai program pembangunan ‘desa wisata’ yang akan dimulai tahun 2017 dalam rangka mendukung percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas sebagai ‘Bali Baru’ yakni; Danau Toba (Sumatera Utara); Tanjung Kelayang (Bangka Belitung); Tanjung Lesung (Banten); Kepulauan Seribu (DKI Jakarta); Candi Borobudur (Jawa Tengah); Bromo Tengger Semeru (JawaTimur); Mandalika (Lombok, NTB); Labuan Bajo (Flores, NTT); Wakatobi (Sulawesi Tenggara); dan Morotai (Maluku).

“Tahun 2017 kami mentargetkan membangun 20.000 homestay (pondok wisata), tahun 2018 sebanyak 30.000, dan tahun 2019 sebanyak 50.000 unit. Sebagai quick win pada triwulan I/2017 akan dibangun 1.000 homestay,” kata Arief Yahya.

Program konektivitas udara, kata Menpar, sangat penting mengingat sekitar 75% kunjungan wisman ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara sehingga tersedianya seat pesawat (seat capacity) yang cukup menjadi kunci untuk mencapai target tahun 2017 hingga 2019 mendatang. “Tersediaannya kapasitas seat sebanyak 19,5 juta oleh perusahaan maskapai penerbangan (airlines) Indonesia dan asing saat ini hanya cukup untuk menenuhi target kunjungan 12 juta wisman pada 2016, sedangkan untuk target 15 juta wisman tahun 2017 membutuhkan tambahan 4 juta seat. Untuk target 18 juta wisman tahun 2018 membutuhkan tambahan 3,5 juta seat atau menjadi 7,5 juta seat, sedangkan untuk mendukung target 20 juta wisman pada 2019 perlu tambahan 3 juta seat atau menjadi 10,5 juta seat pesawat,” kata Arief Yahya.

Untuk memenuhi tambah 4 juta seat dalam mendukung target 15 juta wisman pada 2017, Kemenpar melakukan strategi 3 A (Airlines–Airport & Air Navigation—Authorities) yang diawali dengan melakukan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan perusahaan penerbangan Indonesia dan asing; PT Angkasa Pura I dan II dan AirNav Indonesia dalam upaya menambah direct flight berjadual melalui pembukaan rute baru, extra flight, maupun flight baru dari pasar potensial serta pemberian insentive airport charge dan pengalokasian prioritas slot di sejumlah bandara internasional di Indonesia. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Travel Operator

Kuliner Indonesia Dipromosikan di Paris

Kuliner Indonesia (Ist) Festival Gastronomi Indonesia yang pertama pada 2017 di Paris merupakan inisiatif dari VITO Perancis kolaborasi dengan AGI (Akademi Gastronomi Indonesia). Adapun tujuannya untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan

Destinations

GMT 2016 di Palembang Bersama Murni Wisata Tour & Travel

Ilustrasi GMT 2016 (Ist) Hari ke-1, 8 Maret 2016 (D) ·        Tiba, jemput airport ·        Museum Bala Putra Dewa ·        Al Quran

Festival

Tidar Heritage Foundation Promosikan Wisata Spiritual

Suasana diskusi Wisata Spiritual Ujung Tombak Wisata Indonesia (Ist) Potensi pariwisata Indonesia tak hanya sekadar alam yang indah sebab negeri ini ternyata juga punya potensi wisata spiritual. Ceruk wisata spiritual

Tour Package

2018, Pemerintah Gelar 100 Event untuk Kejar 17 Juta Wisman

Menteri Pariwisata Arief Yahya memimpin press conference Rakornas ke-3 Kemenpar (Ist) Pemerintah mencanangkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia pada 2018 mendatang. Karenanya Kementerian Pariwisata pun menyiapkan beragam

Travel Operator

Promosi Gencar, Pariwisata Indonesia akan Semakin Terkenal

Patung Bunda Maria Segala Bangsa di Maumere menjadi daya tarik wisatawan (Ist) Pariwisata Indonesia diyakini akan semakin dikenal di dunia dengan adanya promosi yang gencar sehingga berdampak positif terhadap meningkatnya

Destinations

Arief Yahya akan Bertemu Pendiri Google untuk Promosi Pariwisata RI

Arief Yahya (kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya dikabarkan akan bertemu dengan Sergey Brin, salah satu founder Google yang tengah berada di Indonesia. Adapun Menteri Pariwisata dan  pria yang kini memimpin divisi