Ayi Putri Tjakrawedana Mengajar Menulis Indonesia-AS

IMG-20160914-WA0015

Pelatihan menulis terbuka untuk publik dibuat oleh Ayi Putri Tjakrawedana dalam GESS (Global Educational Supplies and Solutions) 2016 yang dilanjutkan pelatihan menulis online bagi yang bergabung dalam kelasnya (Ist)

Pelatihan menulis terbuka untuk publik dibuat oleh Ayi Putri Tjakrawedana dalam GESS (Global Educational Supplies and Solutions) 2016 yang dilanjutkan pelatihan menulis online bagi yang bergabung dalam kelasnya.

“Saya mengajar menulis online karena beberapa yang mengikuti kelas saya bermukim tidak saja di luar Jakarta tapi juga di luar Indonesia” jelasnya. Minat membaca yang sangat rendah di Indonesia membuat Ayi Putri Tjakrawedana, penulis yang kini lebih sering bermukim di Amerika Serikat (AS) membuka kelas bagi siapa saja yang berkunjung saat pameran GESS 2016 pertengahan September lalu.

Para pengunjung yang menghadiri kelas pelatihan penulisan mayoritas adalah pendidik (guru) berbagai tingkat sekolah juga kejuruan termasuk mahasiswa dan juga penulis pemula. “Saya sangat senang karena minat untuk menulis tinggi walau tingkat membaca masih rendah” kata Ayi Putri Tjakrawedana kepada patainanews.com di Jakarta belum lama ini.

Adapun Ayi mempunyai latar belakang sebagai jurnalis selama belasan tahun dan kini memilih profesi sebagai penulis independen. Ia menulis beberapa buku kisah orang-orang Indonesia yang bermukim di mancanegara. “Saya juga senang membuat film dokumenter yang dinikmati kalangan terbatas dan drama musikal,” jelasnya.

Ayi baru saja diangkat oleh Wanita Penulis Indonesia yang beranggotakan para wanita penulis senior Indonesia sebagai Ketua Wanita Penulis Indonesia perwakilan Amerika Serikat. “Banyak agenda yang harus saya kerjakan dengan cepat mengingat saat ini iklim menulis pada wanita animonya sangat besar,” lantas Ayi banyak memaparkan agenda yang akan dikerjakan mulai Oktober 2016 dengan semangat.

“Menulis itu merupakan passion saya. Dengan menulis kita akan mengasah terus kemampuan berpikir dan verbal. Juga bisa dijadikan therapy untuk menciptakan kedamaian. Jangan menulis karena tulisan cerita kita ingin dibaca. Tempatkan diri kita sebagai pembaca agar tulisan teratur enak dibaca dan tidak emosionil. Menulislah karena memang tulisan kita layak untuk dibaca. Selain itu menulis buku bisa dijadikan warisan bagi keturunan kita dan juga generasi selanjutnya. Verba Vollant Scripta Manent (kata-kata yang diucapkan akan hilang lenyap namun kata-kata yang dituangkan dalam tulisan akan abadi),” demikian prinsip Ayi yang juga sehari-hari memiliki kegiatan bertani dan penganut vegetarian. “Saya ingin hidup sehat termasuk dengan menjadi vegetarian salah satunya. Setidaknya saya tidak mengkonsumsi hewan yang tersaji di piring saya. Saya tidak mau mereka berkorban untuk saya konsumsi”. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Culture

GSP Bukber di Hotel Horison NJ Semarang

Suasana Bukber GSP di Hotel Horison NJ Semaang (Ist) Dalam Ramadan 1438 H, Gerakan Semarang Peduli (GSP) mengadakan acara buka bersama yang bertempat di Point 8 Horison NJ Semarang pada

World Heritage

Halimah Munawir Anwar Best Inspiration Women of The Year 2017

Halimah Munawir Anwar (kiri) (Ist) Sosok satu ini selama ini dikenal sebagai pemerhati budaya khas Nusantara. Ya, Halimah Munawir Anwar begitu akrab dengan budaya negeri ini. Ia rupanya tak segan

SightSeeing

Pelari 24 Negara Terabas Medan Ekstrim Rinjani

Event Rinjani 100 (Ist) Wisatawan yang punya hobi lari dan senang petualangan tentunya suka dengan kegiataan sport tourism. Jangan sampai lewatkan acara tahunan event Rinjani 100 di Gunung Rinjani pada

Travel Operator

Nasi Goreng Bakal Manjakan Lidah Raja Salman

Presiden Jokowi beserta jajarannya menerima kunjungan Raja Arab Saudi Salman (Ist) Kuliner Indonesia sepertinya akan unjuk gigi di momentum hebat. Itu setelah Aerofood ACS dipercaya mendampingi para juru masak Kerajaan

Culture

Banyuwangi Ijen Green Run, Lari Menikmati Alam

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kaus putih) (Ist) Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka ajang Banyuwangi Ijen Green Run. Sebanyak 550 pelari dari dalam maupun luar negeri beradu cepat menaklukkan

All About Indonesia

Moeldoko Apresiasi Tim Putri Pendaki Tujuh Puncak Dunia

Moeldoko (kedua dari kanan) (Ist) Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meemberikan apresiasi perjuangan dua pendaki mahasiswi tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU), Fransiska Dimitri Inkiriwang