Bali Diminati Wisatawan Muslim

keris

Keris di Pulau Dewata juga menjadi daya tarik wisatawan asing berkunjung ke Bali (ninaflynnphotography.com)

Pertumbuhan wisatawan Muslim yang signifikan membuat banyak negara mulai mengincar pasar yang menjanjikan ini. Negara-negara yang ada di kawasan Timur Tengah dan wilayah Asia Tenggara diketahui menjadi penyumbang wisatawan Muslim yang tebilang cukup banyak.

Pew Research Center Forum on Religion and Public Life mengungkapkan, populasi Muslim dunia diperkirakan terus bertambah dari 1,6 miliar atau sekitar 23,4 persen dari penduduk dunia pada 2010 silam menjadi sekitar 2,2 miliar atau sekitar 26,4 persen dari total penduduk dunia pada 2030 mendatang dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,5 persen setiap tahunnya.

Pada awal tahun ini, lembaga Crescent Rating menerbitkan Global Muslim Travel Index yang isinya menunjukkan bahwa pada tahun lalu, segmen wisata Muslim memiliki nilai sebesar US$145 miliar dengan jumlah 108 juta wisatawan Muslim, mewakili 10 persen dari keseluruhan sektor travel.

Adapun angka ini diprediksi akan tumbuh menjadi 150 juta pada 2020 mendatang atau sebesar 11 persen dari segmen pasar tersebut dengan nilai pasar yang diproyeksikan akan tumbuh menjadi US$200 miliar.

Tak heran jika banyak negara mulai mengincar wisatawan Muslim lantaran biaya belanja wisatawan Muslim juga cukup besar. MasterCard-CrescentRating Muslim Shopping Travel Index 2015 (MTSI 2015) mengungkapkan bahwa total pengeluaran wisatawan Muslim secara global pada tahun lalu adalah sebesar US$62miliar, dengan rincian US$36 untuk belanja dan US$26 untuk makan.

Saat ini, kota-kota di wilayah Asia Pasifik telah termasuk sebagai pilihan destinasi belanja pertama bagi para turis Muslim. Kuala Lumpur menempati posisi kedua dari daftar 40 kota secara keseluruhan di dalam laporan MTSI 2015, disusul oleh Singapura di posisi ketiga.

Kedua kota tersebut menyusul posisi Dubai yang menempati posisi pertama. Dubai menduduki peringkat teratas dari Muslim Travel Shopping secara keseluruhan, yakni dengan 79,5 poin, diikuti oleh Kuala Lumpur dengan 73,3 poin, lalu Singapura dengan 71,6 poin.

Bali juga masuk dalam peringkat 10 teratas dengan nilai 58,2 poin, diikuti Penang dengan 56,9 poin. Secara total, Asia Pasifik memberikan kontribusi sebanyak 14 kota ke dalam daftar 40 kota dengan peringkat tertinggi dalam indeks tersebut.

“MasterCard-CrescentRating Muslim Travel Shopping Index merupakan sebuah pandangan atau temuan yang menarik mengenai perilaku berbelanja yang dilakukan oleh konsumen muslim. Penelitian ini diyakini akan menjadi pedoman yang sangat berharga untuk berbagai sektor,” kata Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating & HalalTrip.

“Penelitian ini menelaah dua komponen pengeluaran terpenting dari para wisatawan muslim, yakni berbelanja dan makan. Indeks dalam penelitian ini mengungkapkan betapa pentingnya kawasan Asia Pasifik terhadap sektor tersebut serta kontribusi penting yang mereka berikan,” lanjutnya. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 



About author



You might also like

Cuisine

‘Bangun Hotel Harus Ada Tourist Attractions’

logo PATA (Ist) Destinasi wisata di Indonesia memang beragam. Dan, berbagai destinasi wisata yang diminati wisatawan mancanegara itu tersebar di Nusantara sehingga ketika turis asing menghabiskan waktu berkunjung ke dstinasi

SightSeeing

Lombok Berjaya di World Halal Travel Awards 2015

LA Hadi Faishal (Ist) Keberhasilan Lombok, Nusa Tenggara Barat meraih dua gelar dalam event World Halal Travel Awards 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab membuat nama Indonesia berkibar di

Airlines

2017, Festival Bahari Digelar di Badung

Ilustrasi wisatawan asing di Bali (Ist) Meski Pulau Dewata sudah terkenal, pemerintah kabupaten Badung, Bali berencana menyelenggarakan Festival Bahari untuk kali pertama pada tahun depan. Hal itu disampaikan Bupati Badung

Culture

Festival Keraton Nusantara XI Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Cirebon

Wisatawan di Keraton Kasepuhan Cirebon (Ist) Penyelenggaraan Festival Keraton Nusantara ( FKN ) XI memberikan dampak langsung terhadap geliat ekonomi masyarakat serta meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon, Jawa Barat

Tour Package

Pariwisata Indonesia Siap Bersaing dalam MEA

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (paling kanan) dalam diskusi publik ‘Kesiapan Sektor Pariwisata Indonesia dalam Kompetisi di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN’ di Jakarta, Rabu (20/4/2016). Pariwisata Indonesia siap mengalahkan negeri

World Heritage

Hotel Santika Premiere ICE BSD City Dukung Program Pendidikan Hotel and Tourism Management IULI

Karyawan Hotel Santika Premiere ICE BSD City bersama dosen IULI (Ist) Meningkatnya industri pariwisata di Asia Tenggara mendorong pertumbuhan unit usaha properti seperti hotel dan apartemen di negara-negara yang tergabung