Bali Terpilih Jadi Venue Rakornas Pendidikan Tinggi Pariwisata Se-Indonesia

rakornas di bali

Pembukaan Rakornas Pendidikan Tinggi Pariwisata Se-Indonesia (Ist)

Sebagai destinasi favorit wisatawan mancanegara, Bali dipilih sebagai venue Rakornas Pendidikan Tinggi Pariwisata Se-Indonesia. Tak salah memang Pulau Dewata dipilih lantaran dosen dan mahasiswa bisa melihat langsung gairah pariwisata di Bali. 

Ibarat bermain bola, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengerahkan semua pemain terbaik di semua lini. Dari striker atau penyerang, playmaker atau gelandang, defender atau libero-stopper, kiper atau penjaga mistar gawang hingga pelatih dan supporter-nya.

Kali ini menggarap akademisi kampus-kampus pariwisata yang berada di bawah koordinasinya, dari STP, Akpar, sampai Politeknik Negeri Pariwisata.

Para pengelola kampus yang mencetak tenaga-tenaga terampil kepariwisataan itu dikumpulkan dalam Rakornas Pendidikan Tinggi Pariwisata Se-Indonesia di Golden Tulip Bay View Hotel & Convention, Ungasan, Bali pada 3 hingga 5 Agustus lalu.

Temanya Peran Aktif Perguruan Tinggi Pariwisata dalam Pencapaian Target 20 Juta Kunjungan Wisman Tahun 2019. “Total peserta Rakornas ada 406 orang. Terdiri dari 114 perwakilan Perguruan Tinggi, 100 dosen STP, 14 pejabat pusat, 14 nara sumber, 8 tim perumus dan moderator, sisanya media, mahasiswa, dan peserta umum,” tutur Prof Dr Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Apa tujuan Rakornas ini? Ahman Sya menjelaskan, pertama, evaluasi terhadap implementasi kesepakatan bersama pada Rakor 2015 lalu.

Kedua, membangun komitmen bersama dan pemahaman yang utuh mengenai sektor pariwisata, prioritas pilar pembangunan nasional, pendorong percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, menggagas prakarsa dan langkah terobosan yang sinergis dan terpadu dalam mewujudkan pencapaian target pembangunan kepariwisataan 2019.

“Juga membagi tugas perguruan tinggi pariwisata dalam mensukseskan pengembangan 10 top destinasi prioritas yang sering disebut oleh Pak Menpar Arief Yahya sebagai 10 Bali baru itu. Kita akan punya 10 destinasi prioritas, akan ada banyak amenitas, akan ada banyak kebutuhan SDM. Di kampus inilah diproduksi calon-calon tenaga terampil di Pariwisata,” tutur Ahman Sya.

Karena itulah salah satu narasumber yang tampil di Rakornas itu adalah Hiramsyah Sambudhy Thaib, Ketua Pokja Tim Percepatan 10 Bali Baru, yang pernah menjadi Ketua Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia 2002 itu.

Dia menyebut suasana industri pariwisata saat ini sedang bergairah. Semua lini bergerak. “Mohon doa agar Badan Otoritas Pariwisata (BOP) setelah Danau Toba segera tuntas di semua destinasi prioritas,” kata Hiramsyah.

Kemenpar memang tengah intens merancang beragam strategi untuk menggapai target menggaet 20 juta kunjungan wisman di 2019.

Sejumlah perguruan tinggi pariwisata yang menjadi binaan Kemenpar pun ikut dijadikan mesin pendulang wisman. Dari mulai akademi, politeknik hingga sekolah tinggi diberi tanggung jawab mengembangkan ‘Bali-Bali Baru’.

“Sekarang semua perguruan tinggi di bawah Kemenpar sudah dibagi tugas. Misalnya Akpar (Akademi Pariwsata) Medan membantu menangani pengembangan Destinasi Danau Toba. Karena sama-sama berada di Sumatera Utara. Begitu pun daerah lain, dicari yang terdekat baik secara jarak maupun psikologis,” tutur Ahman Sya.

Meski begitu, rancangan strateginya tidak sama. Porsi tanggung jawabnya berbeda, sesuai dengan kualitas dan kuantitas SDM yang dimiliki perguruan tinggi tersebut.

Hasilnya, perguruan tinggi pariwisata berstatus sekolah tinggi, diarahkan menangani destinasi prioritas yang lebih banyak ketimbang akademi dan politeknik pariwisata (poltekpar).

“Contohnya Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Di sana akan menangani empat ‘Bali Baru’ yakni Tanjung Kelayang di Belitung, Tanjung Lesung-Banten, Kota Tua dan Kepuluan Seribu-Jakarta serta Borobudur di Jogja-Solo-Semarang,” urainya.

STP Nusa Dua Bali juga sama. Dari paparan Ahman Sya, sekolah pariwisata di Pulau Dewata itu sudah ditugaskan menangani tiga Bali Baru. Tanggung jawabnya meliputi Bromo Tengger-Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Labuan Bajo-Pulau Komodo di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kalau Poltekpar Makassar menangani ‘Bali Baru’ Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Morotai di Maluku Utara,” tambah Ahman Sya.

Tidak semua ‘Bali Baru’ tadi ter-cover sekolah tinggi pariwisata di bawah binaan Kemenpar . Masih ada destinasi-destinasi lain yang belum ter-cover.

Untuk mensiasatinya, perguruan tinggi lain di luar Kemenpar yang memiliki jurusan atau program studi pariwisata juga akan dilibatkan.

Tugasnya disesuaikan dengan kedekatan lokasi dengan masing-masing ‘Bali Baru’. “Rancangannya memang seperti itu. Yang jelas, program tugas yang diberikan Kemenpar kepada sejumlah perguruan tinggi lain tidak akan lepas dari fungsi perguruan tinggi itu,” pungkas Ahmas Sya.

Menurut Ahman Sya, sertifikasi lulusan Perguruan Tinggi Pariwisata sudah dilakukan di 10 Perguruan Tinggi. Sedangkan yang lain akan dilaksanakan pada 2017 mendatang setelah LSP pihak pertama didirikan di Perguruan Tinggi tersebut.

“Kami terus berpacu dengan waktu, kami yakin target itu akan terlampaui. LSP pihak pertama sudah didirikan di 5 PT, yakni STP Bandung, Akpar Medan, Unisbank Semarang, STP Sahid, dan STPBI,” jelas Ahman. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Heritage

Warga Dunia Menanti GMT 2016 dengan Budaya Lokal

Press Conference GMT 2016 di Jakarta (Ist) Fenomena alam, gerhana matahari total (GMT) 2016 yang akan terjadi pada 9 Maret memang ditunggu masyarakat Indonesia, namun juga warga dunia. Karenanya agar

Slideshow

OJK Tertarik Kembangkan Wisata Bahari Bengkalis

Penandatanganan  nota kesepahaman tersebut dilakukan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya (kanan) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (19/4/2016) (Ist)

All About Indonesia

ICE Jadi Venue GIIAS 2016

ICE (Ist) Menjelang penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 pada 7 hingga 9 September mendatang, Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten dipercaya sebagai venue penyelenggaraan event berskala internasional, Gaikindo

Destinations

AP II Operasionalkan Terminal Baru Dukung Kunjungan Wisman

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta (Ist) Sejumlah bandara di bawah pengelolaan manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) pada tahun ini beroperasi dengan terminal baru yang dilengkapi fasilitas terkini guna peningkatan

Heritage

Wonderful Indonesia dalam IBAF 2018

CEO dan Founder Adalima Balloons Leonard Suharli (kiri) dan Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta Wonderful Indonesia dikemas menarik dalam balon. Ya, Indonesia Balloon Art Festival (IBAF) 2018 mengusung bertema

Destinations

ASITA Jakarta Dukung Target Kunjungan 15 Juta Wisman 2017

Danau Toba (Ist) DPD ASITA DKI Jakarta menilai perlu kerja keras, dan sinergi dalam upaya mendukung target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2017 yang telah ditetapkan