Bandara Sibisa akan Melengkapi Bandara Silangit

pak AY

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Semampang berada di kawasan Danau Toba dan Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau Bandara Sibisa, di Ajibata, Toba Samosir. Bandara kecil yang panjang landasannya baru 750 meter sehingga belum siap dioperasikan sebagai bandara untuk penerbangan komersial.

“Selain Silangit, akses terdekat dengan Danau Toba adalah Sibisa ini,” jelas Arief Yahya di ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut itu. Adapun Sibisa posisinya lebih dekat dengan Danau Toba, danau kaldera yang terbentuk dari peristiwa vulkanik itu.

Hanya setengah jam dari Parapat, sedangkan Silangit 1,5 jam paling cepat ditempuh. Sibisa juga lebih rendah posisinya ketimbang Silangit yang berada di ketinggian 1.400 meter dpl. “Udaranya juga sejuk, di kisaran 21-24 derajat Celcius siang hari,” ujar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Jumat (19/8/2016).

Dari Danau Toba, posisi Sibisa lebih tinggi 200 meter, jadi suhunya relatif sejuk. Dari bandara yang dulu pernah didarati Susi Air itu, Arief Yahya blusukan ke lokasi Desa Pardamean, dan Sigapiton, tempat lahan untuk Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba seluas 500 hektare tersebut.

Jalannya masih makadam, hanya cukup untuk satu mobil saja. Arief Yahya pun menjelajahi dataran tinggi dan hutan pinus di atas Ajibata. Orang menyebutnya Bukit Teletabies, film anak-anak yang populer itu.

Dari atas tebing curam itu, bisa mengintip Pulau Samosir di tengah danau. Angin bertiup sepoi-sepoi, cahaya matahari, menerobos sela-sela daun dan batang pinus. “Inilah yang harus dilestarikan, dihutankan kembali, reboisasi agar menjadi water catching area yang menyuntikkan air ke dalam tanah. Nantinya air itu kembali ke danau dan sudah tersaring tanah. Ingat, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” ucapnya bersama Hiramsyah Sambudhy Thaib, Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Kemenpar.

Hiramsyah menjelaskan, Danau Toba adalah satu dari 10 ‘Bali Baru’ yang tengah dikembangkan sebagai destinasi prioritas. Perpres Badan Otorita Pariwisata (BOP) sendiri sudah diundangkan 13 Juni 2016, dan sudah diteken sejak 1 Juni 2016.

Badan inilah yang kelak tugasnya melahirkan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata Danau Toba.

Sedangkan 9 ‘Bali Baru’ lainnya adalah Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru (BTS), Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, Morotai Maltara.

“KEK pertama dan yang paling cepat dibangun di Tanjung Kelayang dengan 324 hektare di Belitung. Tanggal 2 September nanti sudah akan ground breaking amenitas seperti hotel , restoran, dan lainnya,” kata Hiram. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

World Heritage

Nihi Sumba Island Terpilih Hotel Terbaik Dunia 2017

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kiri) (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole dan Managing Partner Nihiwatu James McBride bersama menyampaikan terpilihnya Nihi

SightSeeing

Tanjung Lesung akan Dicontoh Takalar

Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung (Ist) Detinasi wisata di Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten dianggap bisa menjadi contoh yang tepat bagi pemerintah kabupaten Takalar yang ada di Sulawesi Selatan sebagai

Travel Operator

Jalan-Jalan di Cirebon

Berita Foto: Cirebon, Jawa Barat punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Nikmati jalan-jalan di Cirebon dengan melihat perajin Batik Kanoman, Vihara Dewi Welas Asih, dan perajin Rotan Desa Tegalwangi (Ist)

SightSeeing

Menikmati Traveling di Tanjung Lesung

Foto: Rombongan Kiswanto dari PT Trakindo di Cilandak, Jakarta selatan menikmati traveling ke Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (14/10/2017). Tampak keceriaan ketika mereka menyusuri salah satu destinasi wsiata yang termasuk dalam 10

Destinations

Mei, Pastikan ke Tanjung Lesung Tonton The Legend of Dewi Tanjung Lesung

The Legend of Dewi Tanjung Lesung (Ist) Indonesia menyimpan beragam pertunjukkan seni budaya, mulai dari sastra, musik hingga yang bersifat teatrikal. Semuanya memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Salah satunya

SightSeeing

Membaca Tren Pariwisata 2018

Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga dari kiri) di ITO 2018 (Ist) Tren pariwisata Indonesia dinilai positif sebab traveler sudah mulai banyak tertarik yang berkunjug ke berbagai destinasi wisata yang beragam dan