Bangun Marina di Banyuwangi, Pelindo III Dukung Target Presiden Jokowi

keris

Keris dari Indonesia yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi daya tarik bagi wisatawan asing berlibur ke Indonesia untuk menikmati wisata dan budaya khas Nusantara (www.ninaflynnphotography.com)

Upaya yang dilakukan manajemen PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom di Banyuwangi, Jawa Timur rupanya sebagai bentuk ikut mendukung target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang.

“Tentunya dengan membangun banyak fasilitas pendukung wisata bahari, antara lain pelabuhan marina akan berdampak pada arus kunjungan wisatawan internasional, khususnya wisatawan dengan destinasi wisata bahari karena Indonesia sudah diakui dunia dengan keindahan wisata baharinya. Jadi, dengan adanya penyiapan fasilitas yang layak dan sesuai dengan standar internasional dan didukung dengan kebijakan pemerintah yang memberi kemudahan tentunya pencapaian 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019 akan terwujud,” tutur Prasetyo, President Director PT Pelindo Properti Indonesia ketika dihubungi patainanews.com akhir pekan lalu.

Prasetyo menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan adanya sinyal dukungan dari anggota Komisi V DPR Yoseph Umarhadi yang mendukung pembangunan marina di Pantai Boom Banyuwangi.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan tersebut. Kami harap dukungan tersebut diwujudkan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang lain yang dapat memacu tumbuhnya wisatawan bahari, baik itu domestik maupun internasional serta kebijakan-kebijakan yang juga mempermudah untuk penyiapan fasilitas wisata bahari,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini pertumbuhan wisatawan internasional di Banyuwangi sudah cukup signifikan, dengan adanya fasilitas marina di Pantai Boom Banyuwangi diharapkan pertumbuhannya semakin meningkat.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata akan aktif mengadakan event-event marina internasional yang terkoneksi dengan event-event yang eksisting yang sudah ada sehingga marina di Pantai Boom Banyuwangi akan masuk dalam rute-rute event dimaksud,” ujarnya.

Sebelumnya manajemen PT Pelindo III menyampaikan terima kasih untuk dukungan DPR yang memberi sinyal dukungan membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur.

“Terima kasih. Kita di PT Pelindo III akan selalu berpikir dan berbuat yang terbaik untuk negeri ini,” kata Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (2/10/2015).

Adapun upaya manajemen PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur terus mendapat sambutan positif, termasuk DPR yang tak ketinggalan ikut memberi sinyal dukungan.

“Setiap investasi untuk pembangunan infrastruktur pada dasarnya baik dan perlu didukung,” kata anggota Komisi V DPR Yoseph Umarhadi ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (29/9/2015).

Seperti diketahui, manajemen PT Pellindo III menginvestasikan Rp200 miliar untuk membangun marina di kabupaten yang letaknya di ujung timur Jawa ini. Namun, lanjut Yoseph, tentu saja investasi itu harus diperhitungkan feasibility study-nya.

“Untung dan ruginya dari segi ekonomi dan sosial serta amdalnya,” ucap politisi PDI Perjuangan ini. Sebelumnya Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Pelindo III yang membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi.

“Bagus sekali. PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Bayuwangi yang didukung oleh masyarakat dan Pemda Banyuwangi,” kata AY, sapaan akrab Arief Yahya saat dihubungi patainanews.com, Sabtu (19/9/2015).

Menteri Pariwisata berharap marina di Pantai Boom ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi kapal wisata yacht yang berasal dari Australia.

Menurut AY, satu kapal wisata yacht umumnya pengeluarannya bisa mencapai US$100 ribu atau sekitar Rp1 miliar karena bisa berlayar selama tiga hingga empat bulan.

Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Dan, manajemen PT Pelindo III  memberikan apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi yang menyambut baik kerja sama pemerintah kabuputen Banyuwangi dan PT Pelindo III yang akan membangun marina di Pantai Boom.

Demikian dikatakan Djarwo Surjanto ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (18/9/2015). “Ya, kalau didukung pasti senang sekaligus juga beban agar proyek tersebut benar-benar bisa bermanfaat buat masyarakat Banyuwangi khususnya dan Indonesia pada umumnya,” urainya.

Adapun Komunitas Peduli Pariwisata Kabupaten Banyuwangi (KOPIWANGI) menilai adanya marina di Pantai Boom Banyuwangi yang direncanakan mulai beroperasi pada 2017 mendatang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk turis asing ke kabupaten yang disebut the Sunrise of Java ini sehingga bisa berdampak positif terhadap warga setempat, yakni ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat.

Ach Haris Efendy, Ketua KOPIWANGI menjelaskan hal tersebut ketika dihubungi patainanews,com, Kamis (17/9/2015). “Menurut kami bagus juga, akan banyak kelemahan dan juga kelebihan,” katanya.

Haris menuturkan bahwa kelebihannya, disini akan ada turis serta ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat. “Jadi, turis asing akan semakin banyak yang datang ke Banyuwangi dan ekonomi masyarakat akan meningkat seiring kunjungan turis asing ke Banyuwangi,” paparnya.

Sementara kelemahannya adalah jika masyarakat Banyuwangi belum siap penuh, akan ada pihak-pihak luar, bisa dari luar daerah maupun luar negeri yang mengambil keuntungan dari adanya pelabuhan ini.

Namun, lanjutnya sepertinya kelebihan lebih besar dari kelemahan. Jadi, menurut saya bagus lah ada pelabuhan marina. Seperti diketahui, Banyuwangi akan memiliki marina berkelas internasional lantaran pembangunan marina di kabupaten yang letaknya di Jawa Timur ini mengacu sejumlah marina di dunia, termasuk Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Keseriusan itu dilakukan manajemen PT Pellindo III yang menginvestasikan Rp200 miliar untuk membangun marina di kabupaten yang letaknya di ujung timur Jawa ini.

Djarwo menjelaskan bahwa dua marina itu adalah referensi untuk rencana marina di Banyuwangi. “Implementasi di Banyuwangi dibuat bertahap dengan mengakomodasi budaya lokal dan pertumbuhan pasar,” ucapnya.

Djarwo mengatakan, dermaga yang dibangun juga difasilitasi pendukung untuk yacht. “Nanti akan dibangun secara bertahap,” ujarnya. Adapun kawasan Pantai Boom Marina Banyuwangi akan dibangun di area seluas 44,2 hektar, dengan konsep berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan.

Kompleks marina modern yang dibangun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti zona marina, zona residensial, dan zona rekreasi. Pada tahun ini rencananya akan dimulai dengan pendalaman kolam untuk marina, pembuatan dinding penahan tanah serta penataan lahan untuk kawasan wisata.

Dan, tahun depan pembangunan akan dikembangkan pada pulau kecil yang ada di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. “Untuk tahun depan resort dan marina di pulau kecil yang berada di tengah Pantai Boom akan dibangun. Ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2017,” kata Djarwo.

Ia juga merencanakan akan menggelar Fremantle to Banyuwangi Yacht Race & Rally pada 2017 mendatang dengan Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Nanti akan ada 200 kapal pesiar dari berbagai negara yang akan datang di Banyuwangi,” ujarnya.

Proses pembangunan marina ini, Pelindo III melakukan komparasi kajian dengan studi banding konsep beberapa marina yang ada di dunia. Diantaranya Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Pembangunan marina juga akan melibatkan arsitek nasional, Ahmad Juhara. Dalam master plan pembagian kawasan tersebut akan dibagi atas zona marina, zona residensial dan zona rekreasi.

Untuk zona marina akan dilakukan di kawasan bagian barat seluas 9,6 hektar dengan luas kolam 4,75 hektar yang mampu menampung ratusan kapal pesiar. Marina ini juga akan dilengkapi shipyard dry berth eluas 2,3 hektar yang mampu menampung 75 yacht.

Zona marina juga dilengkapi repair and maintenance area, marina lounge dan hotel. Sedangkan zona residensial terdiri atas resort and villas serta zona rekreasi antara lain terdiri atas hidroponic farmland and aqua culture, visitor and education centre, camp ground, swimming and fishing pool, camp ground, kawasan retail, horse riding and restaurant, one day cruises, trekking area, promenade, landmark bridge. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Travel Operator

Menanti Kediri Fashion Week 2018

Kediri Fashion Week 2018 (Ist) Media massa yang populer di kawasan Jawa Timur, Jawa Pos, Radar Kediri merencanakan menggelar acara fesyen yang akan diadakan setiap pekan di beberapa daerah di

Travel Operator

Membangun Netwoking Menuju Travel Mart Dunia

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Catur Laswanto (duduk) berfoto bersama dengan Hasiyanna S Ashadi, Ketua ASITA DKI Jakarta dan delegasi AJTM (Ist) Penyelenggaraan ASITA Jakarta Travel Mart (AJTM) di

Culture

Halimah Munawir Anwar Ikut Melestarikan Budaya Betawi

Pementasan Lenong Denes ‘Putri Kembang Ronce’ (Ist) Halimah Munawir Anwar patut diberikan acungan jempol sebab ia dikenal begitu aktif terlibat melestarikan budaya Betawi. Itu terbukti ketika Halimah mempersembahkan Lenong Denes

Festival

Menikmati Wisata Bahari di Pulau Pari Kepulauan Seribu

 “My beautiful Indonesia. we were there … Exploring… Enjoying… Embracing … Appreciating… Living life in my homeland”. Ayyen Tjahjadi, seorang wisatawan Nusantara yang merupakan pembaca patainanews.com bersama keluarga memanfaatkan libur Lebaran

Travel Operator

Memotret Genting Dream, Kapal Pesiar Besar lagi Mewah

Berita Foto: Kapal pesiar Genting Dream tak salah disebut kapal pesiar yang begitu mewah. Ya, Genting Dream mampu meyakinkan wisatawan selama berlayar tak akan pernah bosan lantaran kapal pesiar ini

Slideshow

Meneg BUMN dan KPK perlu bahas PT Nindya Karya

Tito Hananta Kusuma (Ist) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening PT Nindya Karya senilai Rp44 miliar dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga di Pelabuhan bebas Sabang, Aceh. KPK sebelumnya