Bangun Morotai, Jababeka Gandeng Taiwan

Gereja

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

PT Morotai Jababeka positif mengembangkan destinasi prioritas di Morotai, Maluku Utara. Mereka akan menggandeng mitra dari Taiwan untuk membangun amenitas dan atraksi di areal seluas 1.200 hektare yang sudah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata itu. “Saya yakin tidak lama lagi Morotai akan hidup dan menjadi salah satu destinasi kelas dunia yang bisa diandalkan untuk menarik wisman,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (31/5/2016).

Jababeka akan mengembangkan bisnis di kawasan Morotai itu secara bertahap. Tahap awal, Jababeka akan membangun 10.000 rumah dengan sasaran kelas menengah, dan hotel yang terdiri dari 10.000 kamar. Selanjutnya, perusahaan tersebut akan membangun tempat pariwisata, sekolah untuk men-supply SDM di sana.
Gambar besarnya adalah mengembangkan industri pertanian, perikanan, dan perdagangan, termasuk menggandeng teknologi Taiwan. Perikanan dan pertanian, Taiwan salah satu ahlinya. Jababeka siap menggelontorkan dana sekitar Rp6,8 triliun.

Sumber dananya, selain internal juga dari investor. Jababeka tak ragu menganggarkan dana sebesar itu karena menilai Morotai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Morotai yang terletak di Kepulauan Halmahera itu memiliki atraksi berupa pemandangan alam yang indah. Morotai juga strategis lantaran berada di antara jalur pelayaran Asia dan Australia. “Morotai punya keunikan, punya kelebihan dari wilayah yang lain. Lokasinya bisa menjangkau dari Australia sampai Jepang. Prediksi kami, Morotai akan berkembang untuk 100 tahun,” ujar advisor pengembang Jababeka Morotai Basuri T Purnama.

Kolaborasi pengembangan pun mulai dirancang. Jababeka yang berhasil mengembangkan kawasan industri daerah Cikarang hingga menjadi yang terbesar di Asia Tenggara mengundang investor Taiwan untuk membangun sekolah pariwisata di Morotai serta melatih karyawan lokal. Selain itu, Jababeka juga ikut mengundang pengusaha-pengusaha Taiwan untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur pariwisata bernilai triliunan rupiah ini. “Nantinya Pulau Morotai bisa dikembangkan menjadi Singapura-nya kawasan Timur Indonesia,” tambah Basuri.

Kepala Perwakilan Perdagangan dan Ekonomi Taipei di Indonesia (TETO) Andrew Hsia merasa terhormat dengan undangan tadi. Dia mengatakan, pihaknya akan terus menindaklanjuti kesepakatan pengembangan Pulau Morotai dengan berbagai pihak di Indonesia. “Perusahaan-perusahaan Taiwan siap membantu mengembangkan budi daya ikan, pertanian, turisme dan industri perbankan. Saya perkirakan, orang akan pindah dari mana-mana ke Morotai untuk bekerja di bidang perikanan, eko-turisme dan infrastruktur,” terangnya.

Tenaga Ahli bidang Pariwisata Kemenko Maritim dan Sumber Daya Bambang Susanto menyatakan, pariwisata akan dijadikan sebagai core pembangunan utama di Morotai. “Ada Taiwan, Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok yang sudah menyatakan I will invest. Dari banyaknya tawaran itu maka Bapak Menko (Maritim dan Sumber Daya, red) sedang mengupayakan aturannya biar semuanya berjalan lancar,” ujar Bambang.

Selain potensi bahari Morotai memiliki potensi sejarah. Tempat ini merupakan titik pertempuran terhebat Perang Dunia II antara Sekutu dengan Jepang. Sehingga di wilayah perairannya, antara lain Pulau Dodola, Pulau Kolorai, dan Mitita menjadi spot-spot diving yang menghadirkan pemandangan bawah air nuansa Perang Dunia II.
“Jepang dan Amerika sebenarnya mengincar Morotai karena mereka ingin mengenang para veteran-veterannya di situ. Di Morotai juga ada Zum zum McArthur karena pemimpin perang orang Amerika itu pernah mendarat di pulau itu,” terangnya.

Bambang menyatakan, selain potensi bahari dan sejarah yang dimiliki Morotai, Presiden Jokowi telah menyatakan Go Morotai. Hal tersebut menurutnya menjadi sebuah Affirmative Policy yang sangat mendukung
dijadikannya Morotai sebagai tujuan utama wisata untuk wilayah Indonesia timur.
Sebagai Gerbang Pasifik, yang letaknya berdekatan dengan negara-negara penting di kawasan Asia Pasifik, Morotai sudah memiliki Pelabuhan Udara berskala internasional sepanjang 3.000 meter yang lebih canggih ketimbang Soekarno Hatta. “Makannya itu kami sangat optimis dengan Morotai, dan diharapkan juga dari pengembangan itu akan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Kendati banyak potensi yang melimpah di Morotai, Bambang menyatakan masih ada kendala serius yang tengah dihadapi oleh pemerintah dalam pengembangan itu yakni masalah ketenagakerjaan. Namun, untuk mengatasi masalah itu pihaknya tengah menyiapkan berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menopang industri yang akan dibangun.

Selanjutnya, daerah berpenduduk 100.000 jiwa itu juga akan dibangun berbagai sekolah kejuruan terkait dengan pelayaran, perkapalan,
perikanan, keperawatan, manajemen pariwisata dan lain-lain. “Karena animo dari investor meningkat kita akan kembangkan seluruh
potensi yang ada di Morotai termasuk SDM-nya,” pungkasnya.

Pemerintah juga akan mengembangkan Desa Wisata di Morotai guna menjaga tradisi dan kebudayaan luhur masyarakat setempat agar tidak tergerus dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Morotai.
Dari aspek lingkungan juga tengah diperhatikan pemerintah. Industri perkapalan yang dibangun dijamin tidak membahayakan lingkungan akibat pembuangan pollutan. “Kita jamin semua industri yang akan kita kembangkan di Morotai tidak merusak lingkungan,” tutupnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

World Heritage

PATA Travel Mart 2016, Turis Tiongkok Semakin Kenal Indonesia

Press Conference PATA Travel Mart 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Indonesia bakal menjadi fokus perhatian para pelaku industri pariwisata mancanegara dari 60 negara dengan menggelar PATA Travel Mart 2016 di

World Heritage

Bebas Visa untuk Turis Asing Untungkan Pariwisata Indonesia

Penandatanganan MoU antara Kemenpar dengan Kemenkumham di Ruang Rapat Menteri Pariwisata Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta (19/7/2016) (Ist) Pemerintah Indonesia diketahui sudah memberikan izin bebas visa untuk turis asing

SightSeeing

Sambut Tahun Baru, Turis Asing Memilih Berlibur di Tanjung Lesung

Traveler selfie di Tanjung Lesung (Ist) Libur akhir tahun 2016 menyambut tahun baru 2017 di destinasi wisata di Indonesia ternyata diminati turis asing. Ya, sebut saja destinasi wisata bahari Tanjung

Slideshow

Kopi Indonesia akan Diekspor ke Tiongkok

Kopi Indonesia (Ist) Kopi khas Indonesia direncanakan mulai bulan depan akan diekspor ke Tiongkok sebab manajemen PT BSTAR International menilai kopi asal Nusantara kualitasnya lebih bagus ketimbang kopi milik negeri

Slideshow

Candi Borobudur Masih Favorit Wisatawan Asing

Wisatawan di Candi Borobudur (Ist) Pesona Candi Borobudur ternyata masih besar lantaran masih banyak wisatawan asing yang tertarik datang ke warisan dunia yang telah diakui UNESCO ini selepas berkunjung ke

Slideshow

Menanti Tumpeng Vegetarian Chef Chitra

Inilah sosok chef yang gemar kuliner Indonesia. Ya, chef berparas cantik ini mengaku dirinya memang menyukai masakan asli Nusantara sehingga ia pun sering membuat menu baru dalam beragam masakan khas