Batik Fractal Kebanggaan Indonesia, Hari Pahlawan Menang di Brasil

jokowi di batik fractal

Presiden Jokowi ketika mengunjungi booth Batik Fractal di Bandung (Ist)

Batik Fractal yang menjadi wakil Indonesia di Brasil menang dalam ISIF Asia Award 2015. Dan, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, CEO Batik Fractal Nancy Margried, Selasa (10/11/2015) menerima penghargaan untuk Batik Fractal yang menang dalam ISIF Asia Award 2015 untuk kategori the Common Good.

Dalam media sosial, facebook, Nancy, demikian ia biasa disapa, terlihat begitu bangga dengan menulis, “We are bringing batik to the world! Batik Fractal is the winner of ISIF Asia Award 2015 on Code for the Common Good category. Yeaayy Indonesiaa!!!”

Tak salah memang Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk mengunjungi booth Batik Fractal ketika melakukan kunjungan kerja ke Bandung Creative City Forum (BCCF) pada Januari lalu lantaran Batik Fractal kini terpilih menjadi pemenang ISIF Award (Information Society Innovation Fund).

“Di tempat kami, Presiden Jokowi melihat produk busana Batik Fractal dan melihat jBatik; piranti lunak yang menghasilkan motif batik dengan menggunakan fraktal. Beliau juga tertarik terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh komunitas ibu-ibu dari Batik Fractal Community,” ucap CEO Batik Fractal Nancy Margried ketika dihubungi patainanews,com, Rabu (23/9/2015).

Wastra tradisional warisan negeri ini, khususnya batik semakin diminati masyarakat dunia. Kesadaran mengenakan batik semakin menguat sejak 2009 silam kain khas Indonesia ini telah secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia.

Pengakuan lembaga dunia itu mendorong terus meningkat peminatnya, tak hanya masyarakat di negeri ini melainkan warga dunia. Anggapan batik hanya dipakai saat acara resmi sepertinya sudah mulai pudar lantaran kini mulai banyak anak muda yang mengenakan batik dalam berbagai kesempatan.

Dan, Batik Fractal terpilih menjadi pemenang ISIF Award (Information Society Innovation Fund). Demikian disampaikan Nancy ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (22/9/2015). “Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam mewujudkan visi kami untuk menerapkan teknologi dalam kebudayaan tradisional Indonesia,” katanya.

Memanfaatkan Teknologi

Batik selama ini dikenal sebagai warisan wastra Nusantara. Dan, sudah sepatutnya warisan wastra negeri ini terus dilestarikan generasi muda, bahkan tak salah jika ada yang memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa mengurangi sedikit pun nilai filosofi yang terkandung didalamnya.

Ya, Batik Fractal memang memanfaatkan teknologi. Menurut CEO Batik Fractal Nancy Margried, Batik Fractal memberikan sentuhan inovasi dalam proses desain batik. Jadi, lanjutnya, pada intinya Batik Fractal memberikan cara baru dalam mendesain batik, yaitu melalui pemanfaatan teknologi.

“Yang menarik dari Batik Fractal bagi para perajin batik adalah bagaimana teknologi dapat membantu pengerjaan batik bagi perajin batik dan meningkatkan kreativitas serta produktivitas mereka,” tuturnya ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (4/8/2015)

Sementara, lanjutnya, bagi pengguna batik, Batik Fractal akan menghadirikan kreasi-kreasi modern dengan motif-motif baru yang lebih beragam. Nancy, begitu ia biasa disapa, mengungkapkan bahwa peminat produk Batik Fractal beragam, mulai dari remaja hingga kalangan dewasa.

“Pada umumnya peminat Batik Fractal adalah pencinta batik yang menginginkan sentuhan motif modern dalam batik,” katanya.

Diminati Wisatawan Asing

Kelebihan batik selama ini digemari wisatawan asing. Dan, Batik Fractal juga diminati turis asing yang berkunjung ke negeri ini. “Seperti pada sikap wisatawan pada umumnya, mereka tertarik pada batik Indonesia. Namun, khususnya untuk Batik Fractal, mereka tertarik karena adanya sentuhan teknologi dalam karya seni tradisional batik tersebut,” urainya.

Nancy menjelaskan, potensi pasar Batik Fractal sejak 2008 silam sudah menyentuh pasar global. Jadi, Batik Fractal mulai merambah pasar internasional, tak sebatas hanya ada di pasar dalam negeri saja.

“Namun, untuk mempersiapkan infrastruktur hingga bisa memasarkan produk ke pasar global dengan tersistemasi baru berjalan sejak tahun 2014. Kami bersyukur saat ini produk Batik Fractal sudah memasuki pasar ekspor dengan standar internasional,” paparnya. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Tourism

ITdBI 2017 Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Banyuwangi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (Ist) Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang akan diselenggarakan pada 26 hingga 30 September

World Heritage

Film Kepulauan Seribu akan Dipromosikan ke Mancanegara

Imelda Budiman (Ist) Mrs Indonesia World Imelda Budiman antusias mendukung promosi, tak ketinggalan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu melalui film hingga ke mancanegara. Ia menjelaskan hal tersebut kepada patainanews.com di Jakarta

All About Indonesia

Sambut Idul Fitri 1437 H, Pelindo III Siap Layani Pemudik

Logo PT Pelindo III (Ist) Menjelang arus mudik Lebaran 2016, manajemen PT Pelindo III sudah mulai menyiapkan fasilitas pendukung di 13 terminal penumpang yang dioperasikan demi mendukung kelancaran transportasi, termasuk

Tour Package

Meningkatkan Kualitas Produk Wisata di 10 Bali Baru

FGD GIPI (Ist) Sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di 10 destinasi pariwisata prioritas atau disebut 10 Bali baru, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menggelar kegiatan focus group discussion (FGD) dengan tema

Tourism

9 Agustus, Operasional Terminal 3 Dimulai

Direktur Utama PT AP II Budi Karya Sumadi yang kini menjadi Menteri Perhubungan sejak dipercaya Presiden Jokowi (kiri) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Manajemen PT Angkasa Pura II memastikan

Airlines

Pemerintah Promosi 10 ‘Bali Baru’ di PATA Travel Mart 2016

Press Conference PATA Travel Mart 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Pemerintah akan memanfaatkan penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 pada 7 hingga 9 September mendatang di venue ICE di BSD City,