Batik Fractal, Memanfaatkan Teknologi untuk Menembus Pasar Dunia

batik fractal

Batik selama ini dikenal sebagai warisan wastra Nusantara. Dan, sudah sepatutnya warisan wastra negeri ini terus dilestarikan generasi muda, bahkan tak salah jika ada yang memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa mengurangi sedikit pun nilai filosofi yang terkandung didalamnya.

Ya, Batik Fractal memang memanfaatkan teknologi. Menurut CEO Batik Fractal Nancy Margried, Batik Fractal memberikan sentuhan inovasi dalam proses desain batik.

Jadi, lanjutnya, pada intinya Batik Fractal memberikan cara baru dalam mendesain batik, yaitu melalui pemanfaatan teknologi. “Yang menarik dari Batik Fractal bagi para perajin batik adalah bagaimana teknologi dapat membantu pengerjaan batik bagi perajin batik dan meningkatkan kreativitas serta produktivitas mereka,” tuturnya ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (4/8/2015)

Sementara, lanjutnya, bagi pengguna batik, Batik Fractal akan menghadirikan kreasi-kreasi modern dengan motif-motif baru yang lebih beragam. Nancy, begitu ia biasa disapa, mengungkapkan bahwa peminat produk Batik Fractal beragam, mulai dari remaja hingga kalangan dewasa.

“Pada umumnya peminat Batik Fractal adalah pencinta batik yang menginginkan sentuhan motif modern dalam batik,” katanya.

Diminati Wisatawan Asing

Kelebihan batik selama ini digemari wisatawan asing. Dan, Batik Fractal juga diminati turis asing yang berkunjung ke negeri ini. “Seperti pada sikap wisatawan pada umumnya, mereka tertarik pada batik Indonesia. Namun, khususnya untuk Batik Fractal, mereka tertarik karena adanya sentuhan teknologi dalam karya seni tradisional batik tersebut,” urainya.

Nancy menjelaskan, potensi pasar Batik Fractal sejak 2008 silam sudah menyentuh pasar global. Jadi, Batik Fractal mulai merambah pasar internasional, tak sebatas hanya ada di pasar dalam negeri saja.

“Namun, untuk mempersiapkan infrastruktur hingga bisa memasarkan produk ke pasar global dengan tersistemasi baru berjalan sejak tahun 2014. Kami bersyukur saat ini produk Batik Fractal sudah memasuki pasar ekspor dengan standar internasional,” paparnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

Bersama Mengembangkan Potensi Wisata Cirebon

Berita Foto: Di sela-sela peluncuran KA Ranggajati dengan rute Cirebon-Jember (PP), Selasa (1/11/2016) Hotel Manager Hotel Neo Samadikun Cirebon Gifta Oktavia Rappe pun berdiskusi dengan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dan Sultan

Travel Operator

Budaya Melengkapi Pariwisata Indonesia

Finalis Putri Pariwisata 2016 beraksi (Ist) Keanekaragaman budaya negeri ini menjadi daya tarik paling besar bagi turis asing untuk berkunjung ke Indonesia. Dan, tak bisa dipungkiri masih banyak wisatawan mancanegara

Tour Package

Lois Merry Tangel Promosikan Keris Bali di Malaysia

Lois Merry Tangel (Ist) Indonesia kembali mengirim perwakilannya ke pentas kecantikan dunia melalui Yayasan El John Indonesia yang mengirim dua putrinya di event yang berbeda, yakni Lois Merry Tangel, Putri

SightSeeing

Kemenpar Gandeng Basarnas untuk Search and Rescue Wisatawan

Penandatanganan MoU Kemenpar dan Basarnas di Gedung Badan SAR Nasional (Ist) Preventif itu penting, tindakan rescue atau kuratif juga tidak kalah penting. Kemenpar menyadari, semakin banyak wisatawan baik mancanegara maupun

Culture

Selamat untuk Hotel Neo Samadikun Cirebon Raih Penghargaan TripAdvisor

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Manajemen, staf dan redaksi patainanews.com mengucapkan selamat untuk Hotel Neo Samadikun Cirebon yang mendapat penghargaan dari TripAdvisor. Ya, Hotel Neo Samadikun Cirebon memastikan mendapat penghargaan bergengsi

Cuisine

TripAdvisor Pilih Hotel Neo Samadikun Cirebon

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Situs perjalanan TripAdvisor mengungkap temuan menarik mengenai alasan wisatawan menulis ulasan tentang Hotel Neo Samadikun Cirebon. Ya, hotel yang ada di Cirebon, Jawa Barat ini tengah