Batik Khas Tanjung Lesung

Batik Cikadu Canting

Proses pembuatan batik khas Tanjung Lesung (Ist)

Kabupaten Pandeglang, Banten yang memiliki ikon badak cula satu selama ini dikenal dengan sejumlah tempat wisata alam, seni tradisional dan kebudayaan lokal sehingga mendorong sejumlah pegiat batik di Pandeglang untuk mendirikan Sanggar Batik Cikadu Tanjung Lesung.

Adapun di tempat ini dibuat batik khas Pandeglang. Meski masih terbilang seumur jagung karena baru didirikan 21 April lalu, tekad Sanggar Batik Cikadu Tanjung Lesung pantas diapresiasi.

Sanggar yang diketuai Toto (45) ini, selain ingin mengangkat dan melestarikan kearifan lokal, juga memberdayakan kaum perempuan yang selama ini menjadi binaan PKK.

Sanggar tersebut berdiri di Kampung Cikadu, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Saat ini Sanggar Batik Cikadu Tanjung Lesung memiliki 45 motif cap dan 40 motif yang menggangkat khas kedaerahan seperti, kesenian, kuliner, debus, Badak Ujung Kulon dan lainnya.

“Motif yang kita ambil dari budaya, kesenian, debus, badak ujung kulon, dan khas desa kami. Contoh di Cikadu ini banyak pengrajin keripik pisang, maka kita angkat jadi motif pisang,” ucapnya.

Selain berkeinginan memberdayakan ibu-ibu binaan PKK di sekitar sanggar, Toto menceritakan, dirinya memiliki ide kuat untuk membuat batik khas Pandeglang supaya batik tersebut bisa dijadikan oleh-oleh wisatawan dari Pandeglang.

“Awalnya dari pembina kita. Suatu hari berkunjung ke Tanjung Lesung. Kemudian ketika pulang dari Tanjung Lesung kita bingung, kok tidak ada oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Kemudian karena pembina kita bergerak di batik, munculah ide membuat batik Pandeglang,” ungkapnya.

Menurut Toto, Sanggar Batik Cikadu Tanjung Lesung kini telah memiliki enam guru batik dan 30 orang pecanting, mulai dari ibu-ibu sampai pelajar. “Kita punya program membatik dijadikan kegiatan esktra kurikuler untuk sekolah sekitar,” katanya.

Batik yang dihasilkan Sanggar Batik Cikadu Tanjung Lesung ini dibandrol dengan harga variatif. Untuk batik bercap misalnya Rp120 ribu per potong, sementara batik tulis Rp80 ribu per potong.

Toto juga berkeinginan, masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton saat kawasan ekomoni khusus (KEK) berlangsung, menyusul peresmian KEK oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini.

“Kita ingin menjadikan Cikadu menjadi sentral batik bukan hanya di Pandeglang, tapi di Banten juga,” ujar Toto. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 

About author



You might also like

Slideshow

Gubernur Sumbar Buka Minangkabau Summit HPN 2018

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno buka Minangkabau Summit HPN 2018 (Ist) Hari Pers Nasional (HPN) 2018 semakin bertambah meriah dengan dibukanya Minangkabau Summit ‘Snergi Nasional untuk Sumatera Barat’. Gubernur Sumatera

Destinations

Mercure Jakarta Sabang Dukung Earth Hour 2018

Earth Hour 2018 di Hotel Mercure Jakarta Sabang (Ist) Dalam rangka menyambut Earth Hour 2018 Hotel Mercure Jakarta Sabang mengadakan beberapa rangkaian kegiatan untuk ikut mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan.

World Heritage

Semangat 5 Kartini Indonesia Majukan Pariwisata dan Budaya Negeri

RA Kartini (Ist) Sososk RA Kartini memang identik dengan perempuan Indonesia yang penuh semangat untuk membangun negeri ini dan terus berupaya melakukan perubahan dalam berbagai sektor, termasuk bidang pariwisata dan

Cuisine

Pertapaan Karmel Lembang, Pentingnya Bertemu Sang Pencipta Ketika Berlibur

Gua Maria Karmel (youtube) Indonesia memang dikenal kaya akan beragam potensi wisata yang tersebar di Nusantara. Bahkan, ketika tengah berlibur, sejumlah wisatawan pun masih menyempatkan diri untuk bertemu dengan Sang

Indonesiaku

President University Menularkan Budaya Negeri pada Mahasiswa Asing

Serah terima buku dari Rektor President Universtiy Chandra Setiawan (kanan) kepada kepala perpustakaan President University Mahasiswa yang belajar di President University rupanya beragam. Tak hanya dari seluruh Indonesia, kampus milik

SightSeeing

Menuju World Heritage Site Kota Tua

Kota Tua (Ist) Membereskan kawasan Kota Tua memang tidak mudah, tak semudah yang dibayangkan. Apalagi Kota Tua tengah menuju World Heritage Site. Kendati demikian, revitalisasi kawasan sejarah ini tetap berjalan