Batik Membuat Warga Dunia Jatuh Hati pada Indonesia

koleksi baru lindy ann

Koleksi batik milik Lindy Ann (Ist)

Batik selama ini dikenal sebagai wastra tradisional asli Nusantara. Dan, kesadaran mengenakan batik semakin menguat sejak 2009 silam batik telah secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia.

Pengakuan lembaga dunia itu mendorong terus meningkat peminatnya, tak hanya masyarakat di negeri ini melainkan warga dunia. Jadi, anggapan batik hanya dipakai saat acara resmi sepertinya sudah mulai pudar lantaran kini mulai banyak anak muda yang mengenakan batik dalam berbagai kesempatan.

Boleh dibilang, batik kini bukan lagi milik orang tua saja. Bahkan, batik tak hanya diproduksi dalam pakaian saja, namun sudah banyak produk lainnya, seperti tas.

Sebut saja Batik Fractal. Batik ini menarik karena tak hanya memproduksi baju saja tapi juga yang lainnya, termasuk tas. Adapun Batik Fractal dikenal lantaran memanfaatkan teknologi.

Menurut CEO Batik Fractal Nancy Margried, Batik Fractal memberikan sentuhan inovasi dalam proses desain batik. Jadi, lanjutnya, pada intinya Batik Fractal memberikan cara baru dalam mendesain batik, yaitu melalui pemanfaatan teknologi.

“Yang menarik dari Batik Fractal bagi para perajin batik adalah bagaimana teknologi dapat membantu pengerjaan batik bagi perajin batik dan meningkatkan kreativitas serta produktivitas mereka,” tuturnya ketika dihubungi patainanews.com beberapa waktu lalu.

Sementara, lanjutnya, bagi pengguna batik, Batik Fractal akan menghadirikan kreasi-kreasi modern dengan motif-motif baru yang lebih beragam. Nancy mengungkapkan bahwa peminat produk Batik Fractal beragam, mulai dari remaja hingga kalangan dewasa.

“Pada umumnya peminat Batik Fractal adalah pencinta batik yang menginginkan sentuhan motif modern dalam batik,” katanya. Nancy mengungkapkan bahwa Batik Fractal sangat memperhatikan selera pasar.

“Riset terhadap tren, selera pasar, kemampuan membeli, harga jual dan perilaku konsumen adalah riset utama yang kami lakukan untuk menyiapkan produk-produk Batik Fractal sebelum dilempar ke pasar, termasuk ke pasar internasional,” paparnya.

Dan, Batik Fractal juga diminati turis asing yang berkunjung ke negeri ini. “Seperti pada sikap wisatawan pada umumnya, mereka tertarik pada batik Indonesia. Namun, khususnya untuk Batik Fractal, mereka tertarik karena adanya sentuhan teknologi dalam karya seni tradisional batik tersebut,” urainya.

Tak tanggung-tanggung, Batik Fractal pun akan mengupayakan bisa hadir di banyak negara lantaran batik diminati masyarakat dunia. Ya, Batik Fractal berani masuk pasar internasional, seperti Kanada karena batik ini dikenal memberikan sentuhan inovasi dalam proses desain batik.

Tak hanya itu, Batik Fractal pun juga berusaha memenuhi permintaan untuk ada di pasar Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. “Negara yang mau dituju kalau bisa sih ya semuanya. Tapi saat ini sedang fokus di Amerika Serikat dan Kanada,” tuturnya.

Senada dengan Nancy, Ella V Brizadly mengusung PRibuMI… yang juga memberikan perhatian khusus pada kain tradisional warisan negeri ini, termasuk batik.

Ya, berbagai produk PRibuMI…juga menarik karena dikemas dalam beragam produk yang memikat. Ia menjelaskan, inspirasi terbesar dirinya mendirikan PRibuMI…adalah rasa cinta akan wastra Nusantara. “Sebuah pemikiran akan terseraknya kekayaan akan ragam wastra yang negeri ini miliki, dari tanah Aceh sampai Papua. Jika ditanya rasa nasionalisme yang saya miliki, mungkin saya akan dengan lantang menjawab saya Indonesia! Tetapi tentu hanya sekadar kata saja tidak cukup sehingga harus diperlukan langkah nyata untuk mewujudkan rasa cinta saya terhadap negeri ini, terhadap budaya yang lahir dan tumbuh di tanah timur nan kaya ini,” urai Ella yang merupakan owner dan founder sekaligus designer PRibuMI…ketika dihubungi patainanews,com beberapa waktu lalu.

Kekayaan budaya inilah yang akhirnya memberikan Ella, begitu ia biasa disapa, dorongan untuk membuat sesuatu bagi Indonesia. “Menunjukkan kepada bangsa sendiri bahwa sebenarnya budaya yang kita miliki mampu menjadi sumber inspirasi terbesar dalam hidup dan berkarya. Berkarya untuk mengembangkan budaya yang dimiliki menjadi sebuah produk yang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan rasa dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya,” ujarnya.

Ella mengaku ingin memperkenalkan kain-kain asli Nusantara dari berbagai daerah. Mulai dari batik, songket, tenun, ulos, dan ragam tekstil lainnya. “Melalui PRibuMI…saya ingin menyampaikan pesan bahwa kain-kain tersebut harus selalu dilestarikan sebagai salah satu budaya bangsa. Karena ini tidak hanya sebagai sebatas kain, tidak hanya sebagai kebutuhan sandang, atau penunjuk status sosial seseorang tetapi kain-kain Nusantara atau kekayaan wastra yang kita miliki merupakan jati diri bangsa yang harus selalu kita lestarikan dan junjung tinggi keberadaannya,” paparnya.

Dari sinilah, lanjutnya, saya terinspirasi bahwa kekayaan wastra Nusantara merupakan salah satu aset berharga bagi bangsa Indonesia yang tentunya memiliki nilai komoditi.

Kecantikan kain tradisional Indonesia yang sudah lama terkenal dunia, mempresentasikan keindahan motif, warna, yang mengandung arti filosofi. “Lembaran kain-kain tradisional Nusantara seperti batik, tenun, songket, atau ikat tak hanya cantik, tetapi didalamnya terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang patut kita junjung tinggi. Dengan mengerti dan berusaha mempelajari setiap nilai-nilai yang terkandung didalam selembar kain, saya semakin bersemangat untuk terus berkreasi dan melansir produk-produk fashion exclusive dan berkualitas prima. Mengubah paradigma bahwa yang tradisional akan selalu kuno, bahwa yang tradisional tidak akan mampu bersaing dengan produk modern. Bersama PRibuMI… saya berkomitmen dan konsisten untuk mengggaungkan keunggulan kualitas fashion produk asli dalam negeri yang bercita rasa budaya kedalam fashion industri nan modern,” jelasnya.

Sebagai produk buatan anak negeri, PRibuMI…sepertinya telah diterima pasar dunia lantaran produk-produknya sudah diminati sejumlah negara. Dan, menjadi kebanggaan sebab produk PRibuMI…rupanya disukai penggemar fesyen luar negeri.

“Kami menganut sistem job order quantity, tetapi kami juga memiliki produk yang ready stock dengan perbandingan 80 persen job order quantity dan 20 persen ready stock. Dari sini bisa diartikan bahwa produk-produk PRibuMI…bukan mass product. Kami belum melakukan ekspor secara besar-besaran saat ini, ya balik lagi karena produksi sesuai dengan jumlah orderan yang diterima. Disamping itu kami ingin bahwa setiap produk yang dikerjakan dapat sesuai dengan keinginan customer sehingga kepuasan customer terpenuhi,” ucapnya.

Ella mengatakan bahwa sejauh ini produsen PRibuMI…tidak hanya disukai penggemar fesyen dalam negri saja namun juga penggemar fesyen luar negeri. “Tetapi seperti yang sudah dijelaskan diatas, penjualan PRibuMI…langsung kepada end user bukan diekspor secara mass product. Kami sudah pernah melakukan penjualan ke berbagai negara, seperti Amerika, Perancis, Jerman, Jepang, Dubai, Oman, dan Singapura,” urainya.

Sementara Lindy Ann Umarhadi yang dikenal sebagai perancang busana etnik di Tanah Air mengaku tak akan berhenti memperkenalkan kain tradisional asal negeri ini.

Ia pun giat memperkenalkan koleksi batik Lindy Ann. “Banyak orang Jerman dan Belanda yang ada di Indonesia suka memakai batik Lindy Ann. Dan, mereka juga ada yang membawa batik saat pulang ke Jerman maupun Belanda. Jadi, batik Lindy Ann pun terkenal di dua negara itu,” paparnya kepada patainanews.com baru-baru ini. (Gabriel Bobby)

 

 

 

About author



You might also like

Festival

Sambut GMT 2016, Gubernur Sumsel Promosikan Palembang

Jembatan Ampera di Palembang (Ist) Menyambut fenomena alam, gerhana matahari total (GMT) 2016 pada 9 Maret mendatang, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin begitu percaya diri mempromosikan potensi wisata yang

SightSeeing

Masuk Pasar Dunia Butuh Dukungan Pemerintah

Batik yang merupakan warisan wastra Nusantara memang digemari wisatawan asing dan telah menjadi kebanggaan warga dunia lantaran sudah diterima pasar internasional. Kendati demikian, pemerintah dinilai tetap tak bisa lepas tangan

Travel Operator

Jalan-Jalan ke Sumatera Utara Jangan Lupa Danau Toba

Danau Toba (Ist) Mulai hari ini, patainanews.com mencoba untuk mengulas 15 destinasi wisata favorit 2017 di Indonesia yang tersebar di Nusantara untuk panduan wisatawan. Adapun 15 destinasi wisata 2017 versi

SightSeeing

‘Pantai Indonesia Lebih Bagus’

Destinasi wisata bahari di Samber Gelap, Korabaru, Kalimantan Selatan (Ist) Wisata bahari yang menjadi andalan pemerintah sebagai upaya merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia

SightSeeing

Garap Turis Negeri Jiran, Biro Perjalanan Malaysia ke Tanjung Lesung

Wisatawan di Tanjung Lesung (Ist) Manajemen Tanjung Lesung menyambut gembira kunjungan agen perjalanan dari Johor Bahru dan Kuala Lumpur, Malaysia karena diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Travel Operator

Jika IATA Siap, Travel Agent Dukung Penggunaan Rupiah

Peraturan BI No 17/3/2015 mengenai kewajiban penggunaan Rupiah di wilayah NKRI, termasuk penggunaan mata uang negeri ini di industri travel agent sepertinya belum bisa sepenuhnya diterima semua pengusaha travel agent