Batik, Pemersatu Rakyat Indonesia jadi Kebanggaan Masyarakat Dunia

lindy 2

Batik Lindy Ann (Ist)

Batik memang tak bisa dibantah kini semakin digemari masyarakat dunia. Namun, batik juga disebut sebagai alat pemersatu rakyat Indonesia.

“Batik menurut saya adalah pemersatu semua lapisan masyarakat,” kata Lindy Ann Umarhadi, perancang busana etnik di Tanah Air ketika dihubungi patainanews.com, Senin (5/10/2015).

Lindy Ann menjelaskan bahwa dirinya saat ini melihat perkembangan batik sangat pesat lantaran hampir setiap daerah memiliki motif dan ciri khas batik tersendiri.

“Anak-anak muda pun sudah tidak ragu-ragu lagi dalam memakai batik,” ucapnya. Untuk itu, lanjutnya, mohon pemerintah, yakni Kementerian Perindustrian dapat  mencegah masuknya tekstil batik dari Tiongkok.

“Tekstil-tekstil ini mematikan industri batik skala kecil di daerah-daerah sentra batik. Selain harganya yang murah, tekstil motif batik ini juga penjiplakan mentah-mentah motif-motif asli dan klasik,” urainya.

Batik Indonesia Pilihan Utama 

Senada dengannya, sebelumnya Ella V Brizadly, owner dan founder sekaligus designer PRibuMI…ketika dihubungi patainanews.com beberapa waktu lalu menuturkan bahwa Bbtik Indonesia selalu menjadi juara, tidak ada yang bisa mengalahkan, termasuk batik asal Tiongkok.

“Produk batik dari Tiongkok itu tidak bisa dikatakan batik karena memang itu bukan batik, cuma selembar kain yang bermotifkan batik. Batik itu sendiri bukan nama kain atau tekstil melainkan teknik pembuatan, yaitu sebuah cara atau proses merintang atau menahan warna diatas selembar kain dengan menggunakan media, seperti lilin atau yang dikenal dengan sebutan malam. Jika dibuat secara massal dan produksi mesin, itu bukan batik. Itu hanya selembar kain bermotif batik,” tutur Ella.

Tak bisa dipungkiri, lannjutnya, industri ini telah masuk ke dalam market Indonesia. Menurutnya, alasannya ya karena permintaan akan tekstil bermotif batik semakin tinggi.

“Tetapi itu tidak masalah. Konsumen Indonesia sekarang sudah dapat membedakan mana yang batik asli, yakni batik tulis dan cap, mana yang pabrikan,” ucapnya.

Pengusaha Batik Harus Kreatif

Sementara mengutip setkab.go.id, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengingatkan, batik sudah menjadi pakaian pagi, sore, dan malam. Tidak hanya kemeja, batik kini telah masuk dalam berbagai aksesoris yang digunakan anak muda.

Karenanya Wapres meminta pengusaha batik untuk bersiap menjawab tantangan dalam mengembangkan batik di masa datang. Wapres menyebutkan, tantangan pertama yang dihadapi pengusaha adalah meningkatkan produktivitas.

“Pada tahun 2010 produksi batik sudah Rp4 triliun, hari ini mungkin Rp5-6 triliun karena minimal orang punya batik satu kodi dengan harga yang bervariasi dari Rp25 ribu-Rp25 juta. Tantangan kita tentu produktivitas harus besar,” kata Wapres.

Di sisi lain, seiring dengan perkembangan zaman, batik yang dulu hanya dikenal sebagai kain kini telah digunakan sebagai aksesoris di kalangan anak muda.

Karena itu, pengusaha batik harus kreatif mengembangkan setiap motif, karena anak-anak muda cenderung tidak mau menggunakan motif klasik. “Jadi harus kreatif, kalau kita tidak kreatif nanti bisa kalah dari Tiongkok lagi, karena Tiongkok kadang-kadang bisa produksi massal kan,” kata JK.

Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa batik sudah bukan lagi sekadar pakaian tradisional, namun telah berinovasi ke tingkat internasional karena telah dikenal di mancanegara.

Wapres menunjuk contoh mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela yang kerap mengenakan batik saat menghadiri acara-acara internasional. “Nelson Mandela adalah orang pertama yang berpakaian batik pada ajang internasional PBB. Mulai dari situ batik dikenal secara internasional,” katanya.

Hal lain yang menggembirakan, papar Wapres, adalah karena Organisasi Pendidikan dan Sains PBB (UNESCO) juga telah menetapkan batik sebagai warisan budaya. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Nature

Segera ke Sangihe, Ada Gunung Berapi di Bawah Laut

Menteri Pariwisata Arief Yahya meluincurkan Festival Pesona Sangihe 2016 dan Calendar of Event 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gd. Sapta Pesona, Jakarta. Selasa (19/7/2016) Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara (Sulut)

Slideshow

Logo Dewan Pers Jangan Dijadikan Kartel Media Massa

Ilustrasi hoax (Ist) Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) telah menjadi bagian dari verifikasi media abal-abal, media penyebar hoax dan media buzzer. “Kami pun memantau, mengedukasi serta meyakini anggota kami

Hotel

Menyatu dengan Puncak B29, Negeri di Atas Awan Bromo Tengger Semeru

Wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) berfoto bersama di Puncak B29 (Ist) Menyatu dengan alam yang indah, melestarikan budaya khas Nusantara, dan menjaga kearifan lokal ada di Indonesia

SightSeeing

Berselancar di Pantai Sudah Biasa, Berselancar di Sungai Kampar Itu Luar Biasa

Ilustrasi Surfing (Ist) Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau pada tahun ini menggelar sejumlah acara menarik bagi wisatawan Nusantara dan turis asing lantaran Riau tak kalah menarik dengan destinasi lainnya yang ada

Slideshow

Menteri Rudiantara Dukung Bstartup

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (ketiga dari kiri) dengan Founder  Bstartup SD Darmono (keempat dari kiri) berpose bersama di kantor  Bstartup di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2016) (Ist) Menteri

Heritage

Kapal Pesiar Singgah di Pelabuhan Tanjung Emas

Kapal pesiar MV Caledonian Sky (Ist) Kapal pesiar MV Caledonian Sky merupakan kapal kesepuluh yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas di tahun 2016. Kapal tersebut mengangkut 104 penumpang dan merapat