Berbagi Ilmu Kuliner Tanpa Meninggalkan Bisnis

swan dapur solo

Swandani Kumarga (Ist)

Sosok satu ini dikenal sebagai entrepreneur yang menggemari dunia kuliner. Ya, Swandani Kumarga dikenal sukses membangun Dapur Solo.

Dan, ia pun kini diketahui tengah sibuk berbagi ilmu kuliner, khususnya untuk generasi muda. Kendati begitu, Nyonya Swan, begitu ia kerap disapa, tak peenah meninggalkan bisnis kuliner yang telah lama dibesarkannya.

Perempan paruh baya ini juga tetap terlihat energik dalam kesehariannya. Ia pun menyatakan siap ketika diminta menjadi mentor bagi anak-anak di Kepulauan Seribu yang tertarik belajar mengenai kuliner khas Indonesia.

Hal itu diungkapkan Nyonya Swan ketika dirinya menghadiri kick off pembuatan layar lebar mengenai Kepulauan Seribu pada Rabu (18/11/2015).

Baginya, berbagi ilmu kuliner kepada sesama, termasuk anak-anak muda merupakan penyaluran energi positif yang ada pada dirinya untuk pengembangan Indonesia ke depan dan pelestarian kuliner khas negeri ini.

Melestarikan Kuliner Khas Indonesia

Sebagai upaya melestarikan kuliner khas Indonesia, maka pemerintah harus melindungi dan mengembangkan wisata kuliner negeri ini yang dimulai dari dalam negeri hingga ke mancanegara sehingga masyarakat Indonesia semakin menyenangi masakan khas negeri ini yang akan membuat orang asing jatuh cinta akan kuliner Indonesia.

Demikian dikatakan Swan Kumarga, pemilik Dapur Solo ketika berbincang dengan patainanews.com dalam perjalanan ke Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu.

Ny Swan menjelaskan bahwa saat ini masakan asing menjamur di Indonesia. Ia menyebut contoh Chinese food, Thai food, dan masakan India kini begitu mudah ditemui di negeri ini.

Menurutnya, kuliner khas Indonesia yang terdiri dari beragam cita rasa kuliner tradisional dari berbagai daerah tidak kalah nikmat dengan masakan dari negeri orang.

“Kita harus bangga dengan kuliner Indonesia. Jika tidak dimulai dari kita sendiri, belum tentu orang asing juga tertarik mencoba kuliner Indonesia,” paparnya. Karenanya, lanjutnya, Dapur Solo hanya menjual kuliner Indonesia. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Destinations

Hingga 2021, Wisatawan Negara Berkembang Rajai Asia Pasifik

Destinasi wisata di Indonesia menjadi pilihan wisatawan mancanegara (Ist) Tren jalan-jalan di kawasan Asia Pasifik diprediksi akan dikuasai wisatawan dari negara berkembang. Angkanya diprediksi naik 2 kali lipat hingga 2021

Hotel

Jakarta Tujuan Favorit Wisman

Toko Merah di kawasan Kota Tua Jakarta (Ist) Jakarta memang dikenal macet. Namun, itu tidak membuat wisatawan mancanegara (wisman) membatalkan kunjungan ke Ibukota Republik Indonesia ini. Sebut saja kawasan Kota

Airlines

Nikmati Sea View di Hotel Neo Samadikun Cirebon

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Jika traveler tak punya waktu cuti atau liburan panjang, tak perlu berpikir pergi berwisata jauh-jauh ke luar negeri maupun luar pulau, terutama jika wisatawan tinggal di

Cuisine

Calendar Events 2016, Panduan Kegiatan Menarik untuk Wisatawan

Calendar of Events 2016 yang berisi beragam acara pariwisata di negeri ini bisa menjadi panduan bagi wisatawan, termasuk turis asing ketika berkunjung ke Indonesia. Eksotisnya negeri ini memang menjadi daya

Investments

HUT ke-23 Pelindo III, Dedikasi untuk Negeri

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memperingati hari ulang tahunnya yang ke-23 pada 1 Desember 2015. BUMN kepelabuhanan tersebut kini telah memiliki 17 kantor cabang yang mengelola 43 pelabuhan di tujuh

Hotel

Sarabba dan Pisang Janda, Nikmatnya Kuliner Khas Takalar

Ilustrasi Pisang Janda, Kuliner Khas di Takalar (Ist) Kabupaten Takalar pada 10 Februari 2016 memeringati HUT ke-56. Kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan (Sulsel) ini rupanya memiliki sejumlah kuliner khas