‘Berharap Dukungan Menteri Pariwisata dalam International Expo Coffee’

pata dan menteri pariwisata

Dukungan Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat dari kiri) dibutuhkan untuk pengembangan wisata kopi dan dalam ajang internasional (Ist)

Dukungan Menteri Pariwisata Arief Yahya tak bisa dipungkiri sangat berarti sehingga sangat dibutuhkan untuk pengembangan wisata kopi di Tanah Air dan mempromosikan kopi asal Nusantara di pasar internasional, termasuk bagi pelaku bisnis kopi Indonesia yang akan ikut dalam ajang International Expo Coffee di Doha, Qatar.

Madrim Kusumah Andhini, Brand Ambassador of Wallonia-Belgia ketika dihubungi patainanews.com, Senin (12/10/2015) menuturkan bahwa KBRI Doha telah mengundang dirinya untuk mengikuti International Expo Coffee di Doha pada bulan depan.

“Acara tersebut akan berlangsung mulai tanggal 5 November hingga 15 November 2015,” ucapnya. Ia berharap adanya dukungan dari Menteri Pariwisata untuk dirinya bisa sukses dalam ajang tersebut lantaran membawa nama Indonesia dalam kegiatan berkelas dunia.

“Ini juga peluang untuk mengangkat kopi Indonesia di dunia,” ujar Madrim yang juga CEO Kopi Luwak Ratu ini. Madrim, sapaan akrab perempuan berparas cantik ini, mengatakan bahwa acara serupa juga akan diadakan di Dubai.

“Pergerakan saya selama ini ke beberapa negara, baik dengan pemerintah maupun inisiatif pribadi karena ingin membuka pasar yang lebih besar untuk produk-produk UKM dan juga untuk mempromosikan nama Indonesia di mata internasional agar lebih dikenal,” paparnya.

Sebelumnya Madrim juga meminta dukungan dari Arief Yahya bagi pelaku bisnis kopi di Indonesia yang giat memperkenalkan kopi Indonesia di pasar internasional agar wisata kopi di dalam negeri bisa berkembang sehingga menarik minat wisatawan asing semakin banyak berkunjung ke negeri ini.

“Menteri Pariwisata Arief Yahya perlu memberikan dukungan terhadap wisata kopi di Indonesia dengan memberikan perhatian kepada perkebunan kopi di Tanah Air,” katanya.

Madrim menuturkan, wisatawan asing, seperti dari Eropa tak hanya sebatas menikmati kopi asli Indonesia di negeri mereka masing-masing, namun wisatawan dari Benua Biru ini juga bisa berkunjung ke negeri ini agar bisa langsung menikmati kopi khas Nusantara.

Menurut Madrim wisata kopi di Indonesia dalam bentuk paket wisata perlu ditingkatkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Hal tersebut ditengarai potensi wisata kopi Indonesia yang besar.

“Wisata kopi di Indonesia sudah dilirik wisatawan, termasuk turis asing tapi perlu ditingkatkan lagi. Belum ada paket wisata yang khusus wisata kopi Indonesia,” ucapnya.

Adapun Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia dengan kebun kopi yang tersebar di penjuru Nusantara. Sebagai bagian anak bangsa, Madrim diketahui tengah berjuang untuk mempopulerkan Indonesia di mata dunia.

Tak sia-sia lantaran dirinya kini dipercaya sebagai Brand Ambassador of Wallonia-Belgia, yakni Duta Perdagangan Indonesia-Belgia agar bisa membawa beragam produk asal Indonesia berani menembus pasar Eropa dan internasional, termasuk kopi khas negeri ini.

“Belgia itu menjadi ibu kota Uni Eropa. Jadi, peran Belgia kini semakin kuat sehingga Indonesia perlu juga masuk pasar Eropa,” katanya. Ia mencontohkan kopi asal Indonesia diminati masyarakat Eropa.

“Kini tergantung respon seberapa besar kesadaran kita menjadikan kopi khas Nusantara sebagai komoditi asal Indonesia,” ucapnya. Madrim menuturkan bahwa sudah saatnya menjual kopi khas Indonesia dalam bentuk jadi, bukan lagi biji kopi mentah.

Menikmati Kopi Indonesia

Indonesia diminati wisatawan asing tak hanya sebatas keindahan alam saja, namun kekayaan kuliner negeri ini juga membuat lidah warga dunia ingin terus mencoba yang khas Nusantara. Rupanya kopi luwak diminati di Eropa.

Menurut Madrim, nasi goreng, sate, dan kopi luwak begitu terkenal di luar negeri. CEO Kopi Luwak Ratu ini mengemukakan bahwa dirinya mulai tertarik memperkenalkan kopi asal Indonesia, khususnya kopi luwak sejak 2011 silam melalui Maroko yang dikenal sebagai pintu gerbang masuk ke Afrika dan Eropa.

Ia menuturkan bahwa pada 2013 lalu ia kembali ke Maroko dengan dukungan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. “Kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. Setelah masyarakat Eropa semakin banyak yang menyukai kopi luwak Indonesia, maka biasanya mereka akan bertanya dan mencari jenis kopi lain dari Indonesia. Jadi, mereka bisa saja berkunjung ke Indonesia untuk mencoba jenis kopi yang lain dari Indonesia itu,” paparnya.

Madrim berharap adanya dukungan yang besar dari pemerintah dalam berbagai hal sehingga kopi luwak asal Indonesia semakin dikenal di Eropa. “Tidak mudah memperjuangkan kopi luwak Indonesia sebagai bagian kuliner asal negeri ini yang semakin diminati di Eropa. Karenanya saya sadar perlu dukungan dari pemerintah agar kopi luwak semakin digemari di Eropa,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Cuisine

Wisata Spiritual Dikembangkan di Indonesia

Acara wisata spiritual (Ist) Enam agama utama yang ada di Indonesia bersanding erat dengan kepercayaan dan kearifan lokal yang menjadikan Nusantara ini dikenal sebagai negara yang majemuk. Maka, tak heran

Travel Operator

Menpar Arief Yahya Promosikan Kopi Indonesia di ITB Berlin

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Kenikmatan kopi Indonesia turut dipromosikan dalam pameran pariwisata terbesar di dunia, Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman. Promosi dilakukan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya

Festival

Jepang Belum Punya Destinasi Wisata Halal

Wisatawan mancanegara menyatu dengan warga setempat di Lombok (Ist) Kendati Jepang juga mulai tertarik untuk menggarap wisata halal, namun Negeri Sakura ini dinilai belum memiliki destinasi wisata halal seperti yang

Indonesiaku

Novel Ada Cinta Di Bangku SMA

Novel Ada Cinta Di Bangku SMA di Purwakarta (Ist) Pagi itu, Senin (16/4/2018) di Hey-Ho Kafe, senyum merekah tertuju lensa kamera, ‘Anak-Anak Muda’ Purwakarta tengah foto bersama sembari memajangkan buku

Investments

Program KBL Wujud Nyata Pelindo III Hadir untuk Negeri

Toto Heli Yanto, Direktur SDM dan Umum PT Pelindo III (kiri) (Ist) PT Pelabuhan Indonesia III atau yang biasa dikenal dengan Pelindo III memiliki dua tanggung jawab sosial sebagai bagian

Investments

‘Tradition is more forward, not backward’

Rektor President University Chandra Setiawan (kiri) dengan Profesor Luiz Abel Magro Moutinho (Ist)  President University dengan bangga mengundang Profesor Luiz Abel Magro Moutinho, Guru Besar yang sarat kekinian ilmu dibidang