Berjuang Membawa NTT Menjadi Destinasi Utama Pariwisata

 

mekeng

Melchias Markus Mekeng (Ist)

Indonesia memang tak bisa dipungkiri sudah dikenal sejak lama sebagai destinasi utama wisata dunia. Pesona wisata yang ada di negeri ini tak terbatas pada satu lokasi saja lantaran potensi wisata Indonesia tidak melulu di Pulau Dewata, Bali dan Lombok melainkan tersebar mulai dari kawasan timur negeri ini hingga wilayah barat Indonesia sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke negeri ini.

Ya, ada Maumere di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan lainnya. Memang harus diakui alam yang eksotis dan budaya yang beragam serta keramahan masyarakat setempat yang menjadi kearifan lokal membuat banyak orang asing yang jatuh cinta pada Indonesia.

Dan, ini selaras dengan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia hingga 2019 mendatang. Kebanggaan pada kampung halaman Nusa Tenggara Timur selalu tergambar dengan terang-benderang setiap kali Melchias Markus Mekeng berbicara perihal potensi ekonomi  di NTT.

“Cukup banyak kekayaan alam dan kekayaan budaya NTT yang memiliki potensi ekonomi sekaligus bernilai ekonomi tinggi. Dari berbagai potensi ekonomi yang dimiliki NTT, pariwisata merupakan potensi ekonomi terdahsyat,” ucapnya.

Selama ini, katanya, potensi ekonomi di NTT belum tergarap dan tereksplorasi secara optimal sehingga NTT masih dipersepsikan sebagai daerah minus sumber daya.

“Padahal, tidak demikian adanya. Sumberdaya NTT  sangatlah kaya, termasuk sumber daya pariwisata,” ujar Mekeng. Pemilik Capa Resort Maumere ini mengatakan, kekayaan alam dan budaya NTT  akan bernilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan kebijakan visioner.

“Mati hidupnya pariwisata suatu daerah bergantung pada sinergi antara regulasi pemerintah daerah, peran swasta, dan partisipasi masyarakat,” ucapnya.

Anggota DPR dari daerah pemilihan NTT I ini menjelaskan bahwa potensi pariwisata NTT harus dikelola melalui ‘Kebijakan Interkoneksi’ antarpemerintah daerah, baik pada level provinsi maupun kabupaten/kota.

Dengan begitu, lanjutnya, NTT baru bisa muncul sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.  Adapun luas wilayah NTT yang mencapai 46.137,87 KM2, dimana 80 persennya adalah laut dengan garis pantai sepanjang 5.700 KM, merupakan peluang besar menjadikan NTT sebagai destinasi wisata bahari terkemuka.

“Pemerintah daerah di NTT mesti menyusun strategi kolektif sebagai turunan kebijakan interkoneksi. Sayangnya, sejauh ini tidak terdengar resonansi kebijakan interkoneksi untuk menopang pembangunan kepariwisataan NTT,” ujar Mekeng.

Mengenai infrastruktur pendukung pariwisata, Mekeng menyadari kondisi infrastruktur di NTT masih ringkih, dan menjadi kendala serius menopang kepariwisataan.

“Kalau sudah ada strategi kolektif yang bersifat interkoneksi, maka bisa dicarikan terobosan dalam hal pembangunan infrastruktur,” kata suami dari Maria Laurentia Widyana ini.

Seperti pernah diungkapkan melalui bukunya ‘Pengabdian di Tengah Prahara Korupsi, Pemikiran dan Kiprah Melchias Markus Meken’”, terbitan Lembaga Kajian dan Aksi Kebangsaan (LKAK) tahun 2013, Editor Viktus Murin bahwa potensi ekonomi NTT yang hingga kini belum tergarap secara baik, terencana, dan sistemik adalah sektor pariwisata.

Inilah sektor pembangunan yang harus diberi perhatian khusus, dan paling bisa diandalkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia berpandangan, begitu besarnya potensi pariwisata NTT sehingga pantas jika NTT menjadi branding gerbang selatan Indonesia.

“Potensi pariwisata NTT sangat luar biasa karena relatif lengkap. Ada wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi, yang tersebar di seantero wilayah di NTT. Tinggal bagaimana membangun regulasi pariwisata secara interkoneksi,” ujarnya.

Yang harus disadari, pariwisata selalu berkaitan dengan mobilitas manusia sehingga prasyarat dan prasarana kepariwisataan mesti diarahkan untuk menopang mobilitas manusia untuk masuk dan keluar NTT secara lancar, aman, nyaman, dan penuh kesan positif.

“Filosofi pariwisata itu kan mobilitas manusia. Jadi, kita harus cerdas mengelola persepsi dan kesan wisatawan agar betah masuk ke NTT,” ujarnya.

Memanfaatkan Digital Marketing

Mekeng menganjurkan, pemerintah daerah di NTT agar menerapkan strategi promosi berbasis digital marketing untuk memasarkan berbagai keunggulan pariwisata NTT sehingga bisa menambah devisa masuk ke daerah dan membuka lapangan pekerjaan.

Dengan digital marketing, jangkauan promosi menjadi lebih luas dan efisien. Digital marketing membuat pesan promosi lebih cepat tiba pada kelompok target dan mempengaruhi minat target.

Pemilik CapA Resort Maumere ini mengaku terus mengoptimalkan penggunaan digital marketing untuk promosi pariwisata Sikka. Dia memastikan sudah menerjunkan tim profesional dari kalangan perfilman untuk melakukan observasi dalam rangka produksi film dokumenter mengenai Sikka. Tim ini dinakhodai pegiat film Nia Dinata.

“Film dokumenter ini nantinya menjadi bagian dari promosi digital marketing untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Sikka hingga ke mancanegara,” tegas Mekeng.

Dia menganjurkan pemerintah deraha di NTT melibatkan secara aktif pihak swasta dan unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi dalam pembangunan kepariwisataan.

Misalnya dalam hal maintenance fasilitas akomodasi dan destinasi wisata yang memenuhi standar kenyamanan (layak inap), kebersihan (indah dan asri), serta kesehatan (bahan konsumsi yang higienis).

Saat ini, strategi kepariwisataan di NTT belum terbentuk dalam kerangka sistem karena pemerintah daerah masih terjebak pada konsepsi formalistik semata-mata.

“Padahal pariwisata seharusnya menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Mekeng. Yang terpenting, ada semangat kebersamaan dari dan diantara pemerintah daerah di NTT dalam merumuskan strategi kepariwisataan.

Dengan begitu, NTT mampu memperkuat daya tawar terhadap pemerintah pusat sehingga bisa mengakses besaran APBN yang lebih memadai, untuk menunjang pembangunan kepariwisataan.

Mekeng menyebut, ‘Sulawesi in Corporation’ merupakan contoh kebijakan interkoneksi yang dapat ditiru oleh pemerintah daerah di NTT. Bagi Mekeng, Tuhan telah memberikan berkat terselubung bagi NTT melalui keberadaan biawak raksasa Komodo (Varanus Comodoensis).

Melalui tampilan hewan purba ini, dunia internasional mengenal Pulau Komodo, mengenal kekayaan fauna NTT sekaligus alam Indonesia.  Kini Komodo sudah menjadi tujuan utama destinasi dunia.

Selain Komodo di Manggarai Barat, potensi pariwisata NTT tersebar diantaranya di Taman Laut 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada, Danau TigaWarna Kelimutu di Kabupaten Ende, tradisi Pasola di Pulau Sumba, wisata laut Sao Wisata dan kawasan Capa Resort Maumere di Kabupaten Sikka, eksotisme Pantai Nemberala di Kabupaten Rote Ndao, Taman Bawah Laut di Kabupaten Alor, Prosesi Jumat Agung (Semana Santa) di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, dan penangkapan Ikan Paus di Lamalera, Kabupaten Lembata. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 



About author



You might also like

Airlines

Tingkatkan Kunjungan Wisman, Pemerintah Perlu Perhatikan Kantong Destinasi Wisata Penyumbang Wisman

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Sumsel) Irene Camelyn Sinaga (kanan) bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Meski pemerintah tengah giat mempromosikan dan mengembangkan 10 destinasi wisata unggulan yang

Cuisine

Pesona MesaStila Peaks Challenge 2016 Ikut Promosikan Joglosemar

Press Conference Pesona MesaStila Peaks Challenge 2016 (Ist) Potensi wisata Indonesia terus menarik minat wisatawan mancanegara (wisman). Sport tourism sepertinya efektif untuk mendatangkan wisman. Lomba lari lintas alam Ultra Trail bertema

Slideshow

Putri Pariwisata Indonesia 2016 Keliling Kampung Batik Semarang

Putri Pariwisata Indonesia 2016 Lois Merry Tangel berpose di Hotel Horison NJ Semarang (Ist) Putri Pariwisata Indonesia 2016 Lois Merry Tangel selama berada di Semarang, Jawa Tengah tertarik untuk berkunjung

Heritage

Indonesia Juara Destinasi Wisata Halal Dunia

Indonesia juara wisata halal dunia (Ist) Indonesia juara! Indonesia kembali jadi bangsa pemenang! Setidaknya potret itu diwakili oleh Wisata Halal Indonesia yang sukses menyapu bersih 12 kategori, dari 16 yang

Culture

Stakeholders Dialogue, Simpul Penggerak Pelabuhan dan Daya Saing Wisata Daerah

Narasumber Stakeholders Dialogue (Ist) Sebagai pintu gerbang perekonomian Jawa Timur dan kawasan timur Indonesia (KTI), Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis dalam menciptakan benchmark pelayanan jasa kepelabuhanan yang prima. Tidak

Travel Operator

Warga Lombok Bangga Prestasi Lombok di KPHN 2016

Emma Almusalli (Ist) Keberhasilan Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat empat penghargaan dalam Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional (KPHN) 2016 disambut baik warga Lombok. “Bangga dan senang banget Lombok