Borobudur Perkuat Atraksi Wisata Desa dan Budaya

Candi Borobudur Dibangun Berdasarkan Ilmu Astronomi
Candi Borobudur (Ist)
Joglosemar dengan ikon Candi Borobudur yang sudah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai satu dari 10 Destinasi Prioritas terus melengkapi ekosistem pariwisatanya. Salah satunya adalah memperkuat sisi amenitas, dari tiga kunci pengembangan destinasi, Atraksi, Akses dan Amenitas.
Inilah yang dicatat dan dilaporkan PIC Borobudur Larasati Sedyaningsih di Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas Kemenpar. Adapun Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sering menyebut Borobudur sebagai Mahakarya Budaya Dunia atau World Cultural Masterpiece itu memang tengah bergairah untuk merealisasi konsep pengembangannya.
“Saya tidak akan menyentuh Zone-1-2-3 yang ada saat ini. Kami akan berangkat dari lokasi yang berjarak sekiar 10 km dari Borobudur. Juga simpul-simpul daerah lain yang sudah siap,” kata Arief Yahya di Jakarta. Borobudur adalah ikon untuk mengangkat destinasi di Joglosemar atau segitiga emas Jogja-Solo-Semarang.
Termasuk Dieng, Sangiran, Gunung Kidul sampai ke jauh Karimunjawa. Tiga bandara yang sudah ada, yakni Ahmad Yani Semarang, Adi Sucipto Jogjakarta dan Adi Sumarmo Solo bisa bersinergi karena ketiganya sudah berstatus internasional.
Kelak, begitu bandara baru di Yogyakarta selesai, maka akses menuju ke Joglosemar akan semakin lancar. Karenanya atraksi yang ada akan terus dieksplorasi untuk dikembangkan. Menurut Larasati Sedyaningsih yang didampingi Ketua Pokja 10 Top Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Sambudy Thaib, ada beberapa atraksi yang berpotensi dan berkembang. seperti Desa Wisata Candirejo.
“Ini adalah salah satu desa wisata di sekitaran Borobudur. Konsep pengembangan adalah kepariwisataan berbasis masyarakat. Wisata alam, wisata agro, seni dan budaya, wisata pendidikan dan homestay merupakan daya tarik desa Candirejo. Di desa ini terdapat danau purba yang konon dulu mengelilingi Candi Borobudur sebelum letusan G. Merapi di tahun 1006. Di desa ini wisatawan dapat menaiki andong memutari desa,” kata Larasati dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (12/1/2017).
Di Kota Semarang, lanjut Larasati, akan menambah empat desa wisata baru, disamping tiga desa yang sudah ditetapkan oleh SK Walikota. Desa yang sudah ditetapkan adalah  Kandri dan Nongkosawit di Kecamatan Gunungpati, serta Wonolopo di Kecamatan Mijen.
Yang akan ditetapkan adalah Tapak Tugurejo, Jatirejo dan Cepoko di Gunungpati serta Kedungpane dan Jatibarang di Kecamatan Mijen. “Potensi terbesar di desa wisata Tapak Tugurejo adalah destinasi mangrove. Hutan bakau yang melapisi pantai utara Semarang (Jawa) itu cukup lebat dan asyik dijadikan destinasi. Termasuk buat pendidikan anak-anak, dalam menjaga lingkungan dari aberasi laut, dan infiltrasi air laut yang menerobos masuk makin ke dalam, ketika tidak disaring oleh Mangrove tersebut,” kata dia.
Soal Akses, menurut Laras, Bandara Kulon Progo sudah ada pembebasan lahan. Warga yang setuju sudah selesai dibayar. Yang sedang dilakukan konsinyasi adalah yang sengketa (7%), tanah Pakualaman (25%), dan tanah instansi (8%).
“Untuk Jalan, tanggal 4 Januari 2017 lalu, tim BPIW sudah melakukan survei lintasan jalan kendaraan dari bandara baru menuju Borobudur. Saat ini sedang dibuat laporan hasil surveinya,” jelas dia. Bagaimana dengan amenitas yang lain?
“PDAM Kota Semarang akan menambah sambungan kepada 10 ribu pelanggan baru di tahun 2017. Ini untuk mencukupi kebutuhan air, yang akan dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jatisari Semarang. Kapasitas produksi IPA Jatisari adalah 200 L/detik,” tutur Laras.
Soal BOP (Badan Otoritas Pariwisata) Borobudur, papar dia, sampai hari ini draf Perpres sudah sampai di Menko Maritim. Dijadwalkan, segera akan ada rapat tingkat menteri untuk penyelesaian Rancangan Perpres. “30 November 2016 lalu sudah dilakukan penandatanganan MOU antara walikota Yogyakarta dengan Rektor ISI Yogyakarta. Kesepakatan bersama dilakukan untuk mengembangkan Kota Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata yang perlu didukung dengan penampilan berbagai karya seni dan budaya. Hal ini akan mengokohkan Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata Berbudaya,” jelas Larasati. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Travel Operator

Menyambut GMT 2016, patainanews.com Mempersembahkan gmt2016.com

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (tengah) didampingi President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kanan) (Ist) Menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di Indonesia yang terjadi mulai

Culture

Kabar Baik Datang dari Perancis untuk Pariwisata Indonesia

Pariwisata Indonesia diminati di Perancis (Ist) Kabar baik datang dari Perancis. Ketika situasi tour reservation tengah melemah di market Perancis pada September 2016, pariwisata Nusantara justru diminati orang Perancis. Ya,

Tour Package
Destinations

Memandang Laut dari Bintang Galesong Takalar

Sunset di Bintang Galesong (Ist) Wisata bahari sepertinya kental dengan Takalar. Sejumlah destinasi wisata bahari di kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan memang mengundang wisatawan, baik wisatawan domestik maupun turis

Culture

Semarak Ramadan di grandkemang Jakarta

Menikmati Ramadan di grandkemang Jakarta (Ist) Menyambut Ramadan, grandkemang Jakarta telah menyiapkan berbagai macam penawaran menarik.  Dari buffet buka puasa dengan menu yang lengkap, paket menginap dengan harga menarik hingga

Heritage

5 Hari Menjelang PATA Travel Mart 2016 di ICE

Pariwisata Indonesia akan semakin dikenal melalui PATA Travel Mart 2016 di ICE (Ist) Semakin dekat penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten.