Bos Jababeka Tertarik Investasi di Ende untuk Kembangkan Pariwisata

Ende Fllores

Ende di Flores yang begitu indah (Ist)

Pendiri dan Chairman PT Jababeka Tbk SD Darmono mengunjungi Kabupaten Ende, Flores dalam rangka peluncuran buku ‘Building A Ship While Sailing’ di Universitas Flores, Ende, Flores.

Rupanya Darmono mengagumi Ende. Ia yang datang bersama Komaruddin Hidayat berharap adanya pesawat langsung dari Denpasar, Bali ke Ende. Adapun saat ini penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta memang harus ke Denpasar lalu Kupang, dan berpindah pesawat ATR-72 menuju Ende.

Darmono disambut Wakil Bupati Ende Djafar Achmad. Bos Jababeka ini melihat wisatawan mancanegara yang datang karena ingin melihat Danau Kelimutu, Pantai Batu Biru, bahkan hingga ke Labuan Bajo melalui jalur darat. Ia yang selama ini dikenal membangun 100 kota di Indonesia langsung menyatakan minatnya untuk membangun kota baru di Ende, diawali dengan peningkatan industri pariwisata Ende. 

WhatsApp Image 2017-08-30 at 09.52.50

SD Darmono (kedua dari kiri) (Ist)

Darmono pun diajak ke tempat perenungan Bung Karno ketika Presiden RI 1 itu menciptakan Pancasila. Ia menyampaikan harapan kepada Wakil Bupati Ende, “Semua anak SMA perlu datang ke sini dan merenungkan makna Pancasila sehingga Ende perlu dikunjungi oleh wisatawan Nusantara dan Pancasila adalah salah satu alasannya”.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan harus mewajibkan anak SMA ke Ende dan dimasukan ke kurikulum. “Anggap satu juta anak datang kemari setiap tahun, maka pesawat bisa lebih banyak dan lebih murah sehingga lebih banyak wisatawan datang ke Ende,” ujarnya.

Senada dengannya, Wakil Bupati Ende pun sepakat dan fokus untuk merapihkan tempat perenungan terlebih dahulu, lalu akan mencoba menyurati Mendikbud hingga Presiden untuk realisasinya. Selama di Ende, Darmono mengikuti gala dinner untuk bertemu dengan pelaku usaha, akademisi dan pejabat birokrasi di kediaman dinas Wakil Bupati Ende.

Salah satu misi Darmono yaitu turut mengembangkan President Executive Club di daerah yang merupakan klub ABG (Akademisi, Business, Government) non partisan dan sudah berdiri sejak 2009 lalu. Menariknya terjadi komunikasi yang hangat antara ketiga elemen tersebut, Darmono pun menyampaikan, “Inilah pentingnya ada klub ABG, namun acara malam ini terlalu resmi. Harusnya lebih santai agar terjadi pertemanan, kalau terlalu formil maka ada jaga jarak. Seperti kegiatan olahraga yang bisa diikuti oleh ketiga elemen seperti bermain kartu bridge atau golf”.

“Perlu adanya KKN yang baru, yaitu komunikasi, kolaborasi dan networking. Sehingga ABG bisa duduk bareng buat regulasi yang win-win, lalu akademisi berperan melakukan riset dan bersuara ke masyarakat agar mendukung pembangunan tersebut,” ujarnya.

Darmono juga menjelaskan daya saing daerah bisa ditingkatkan jika peraturan daerah Pemda Ende lebih menarik ketimbang di Jawa. “Misalkan di Jakarta sangat sulit membuat pabrik alkohol, tapi kalau disini memungkinkan, maka Ende bisa ekspor alkohol tersebut ke Jepang, Korea dan Eropa, bukan untuk konsumsi dalam negeri. Ini hanya satu contoh kalau daya saing bisa ditingkatkan melalui regulasi”.

Pada peluncuran bukunya, di depan lebih dari 200 orang yang terdiri dari mahasiswa Universitas Flores, pengusaha dan SKPD, Darmono menyampaikan betapa potensialnya Ende dan Flores secara keseluruhan. Tidak lupa menyampaikan pentingnya modal Ende yang sudah ada yaitu kota lahirnya Pancasila.

Darmono juga mengingatkan bahwa dahulu bangsa ini berani melawan penjajah hanya bermodalkan bambu runcing tanpa modal dan sedikit orang pandai. “Namun sekarang semakin banyak modal dan orang pandai kok justru takut untuk bergerak,” ucapnya.

Karena itulah, lanjutnya, buku ini hadir. “Bagaimana kita bisa terus membangun kapal sambil berlayar. Karena tantangan akan terus hadir tapi kita masih harus mensejahterakan banyak saudara-saudara kita melalui pembangunan kota-kota baru di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu banyak yang merasa judulnya tidak mungkin dikerjakan, yaitu membangun kapal sambil berlayar. Darmono lalu menjelaskan, “Justru kita bersama-sama dengan sampan kecil mengawal kapal besar yang sedang dibangun tersebut, ditengah jalan kita akan bertemu dengan kapal lainnya dan kita bisa meminta bantuannya untuk turut membangun kapal besar tersebut”.

Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU oleh Darmono selaku pendiri PT Jababeka dan President University dengan Rektor Universitas Flores dan Pemerintah Kabupaten Ende yang diwakili oleh Wakil Bupati Djaar Achmad. (Gabriel Bobby/TPP)



About author



You might also like

Travel Operator

Festival Border Aruk Mendulang Wisman Malaysia

Suasana Festival Border Aruk (Ist) Ibarat mesin diesel. Semakin lama kian mantap. Itulah hasil nyata kerja Menteri Pariwisata Arief Yahya menggeber Festival Wonderful Indonesia (FWI) di perbatasan, Aruk, Sambas, Kalimantan

All About Indonesia

Andil Prakarsa Parahiyangan dalam Pilkada Indonesia

Foto bersama FPMDI (Ist) Para pimpinan media digital yang tergabung dalam Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) menyatakan akan turut berpartisipasi dalam Pilkada serempak 2017 nanti. Hal ini dibuktikan dengan

Nature

Membangun Infrastruktur demi Kemajuan Pariwisata Indonesia

Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur yang dikelola PT Angkasa Pura I (Ist) Potensi pariwisata Indonesia diakui memang tak kalah dengan yang dimiliki negara lain sehingga menarik minat wisatawan asing

Hotel

Siapa yang Unggul, RI atau Taiwan?

LA Hadi Faishal (Ist) Kawasan Asia Timur masih dianggap sebagai pasar potensial bagi pariwisata Indonesia, termasuk destinasi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain turis dari Tiongkok, kini wisatawan asal Taiwan juga

Tourism

Bangka Menuju Destinasi Wisata

Gubernur Babel Rustam Effendi dan Bupati Bangka Tarmizi Saat berpose bersama peserta Sungailiat Triathlon 2016 (Ist) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) merencanakan akan menjadikan Bangka sebagai destinasi wisata yang

Tourism

Minat Wisman ke Lombok Tinggi

Wisman dari Republik Czech (kanan) dan LA Hadi Faishal (kiri) Minat wisatawan asing ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) rupanya cukup tinggi. Wisatawan mancanegara (wisman) sepertinya tak pernah bosan datang ke