Bromo Memukau Wisman di Hari Raya Yadnya Kasada 2017

WhatsApp Image 2017-07-08 at 22.57.49

Bromo (Ist)

Peringatan Yadnya Kasada 2017 di Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sangat berbeda ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah setempat menggelar pra-event bernama Eksotika Bromo pada 7 hingga 8 Juli lalu.

WhatsApp Image 2017-07-08 at 22.57.47

Bromo yang eskostis mampu menarik minat wisatawan mancanegara (Ist)

Hasilnya? Lautan pasir Bromo penuh dengan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan Nusantara (wisnus). “Kali ini Kasada sangat berbeda, ada Eksotika Bromo. Ekstotika digarap swasta dan pemda serta digelar tiap pukul 14.00. Kasada menyedot perhatian wisatawan, dan membuat mereka berlama-lama di Bromo supaya bisa menginap dan berwisata lebih lama, tak hanya melihat sunset, lalu pulang. Di pre event Kasada ini wisatawan disuguhkan berbagai gelaran kesenian,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Probolinggo Sidik Wijanarko saat dijumpai di lokasi acara, Sabtu (8/7/2017).

Seperti diketahui, Bromo merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas yang ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Lebih lanjut Sidik menjelaskan, selama dua hari panitia menampilkan aneka seni tradisional masyarakat Tengger di antaranya Sendratari Kidung Tengger, Puisi, Kidung tengger, Jaranan Wahyu Tunas Budaya dan lain-lain.

Tidak hanya itu, hadir pula artis dan juga pemain film Ayushita Widyartoeti Nugraha dan Sha Ine Febriyanti. Dua artis ibukota ini bakal tampil bergantian pada 7 dan 8 Juli lalu. Mereka membawakan puisi dengan tema Puisi Kidung Tengger.

“Kami bersyukur acara berlangsung sukses menghipnotis wisatawan yang datang, Sendratari Kidung Tengger, Tari Topeng Gunungsari, Perkusi UI Daul Madura yang merupakan perkusi berlatar etnik Madura. Ada pula Singo Ulung tarian khas Bondowoso, Jaranan Wahyu Tunas Budaya, Jaran Slining Lumajang, Tari Mahameru, serta Reog Ponorogo, sukses membuat wisatawan tidak hanya menonton tetapi ikut mengabadikan melalui ponsel dan kamera miliknya, kami senang melihatnya,” kata Sidik dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Eksotika Bromo di tutup dengan menari bersama yang dilakukan oleh seluruh penampil. Dengan diiring musik Jegog Suar Agung Bali, yang merupakan perkusi bambu berlatar etnik dari Jembrana, Bali. Kemenpar memang fokus dalam percepatan 10 destinasi prioritas atau yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru.

Kemenpar mendukung acara tersebut di bawah koordinasi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemrnpar Wawan Gunawan mengatakan, kemeriahan Eksotika Bromo tidak sampai situ dan terus berlanjut.

Di lokasi berbeda namun masih di kawasan Bromo, tepatnya di Agrowisata Strawberry Desa Jetak, dua malam berturut-turut akan ditampilkan Pawai obor, Tari Topeng Gunungsari, Konser Musik Wadya Bala STKW, Tari Pepe ‘pepe’ Bainea  Ri Gowa, serta Jaranan Campursari.

“Penampilan budaya dalam eksotika berpotensi menarik wisatawan. Ini akan membuat Wisman berlama-lama, asumsi kami mereka akan empat hari berada di Bromo. Disana juga sangat lengkap, karena ada objek wisata penunjang, seperti gua Batman, seruni poin dan kebun Stroberi. Bromo sudah terkenal alamnya, sekarang budayanya yang bakal dikenalkan, ini harus terus dijaga,” kata Esthy yang juga diamini Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai bahwa perhelatan ini sebagai budaya dan tradisi yang memiliki kearifan lokal di Bromo. Yang pasti, dia mengingatkan agar atraksi alamnya diperhatikan dengan baik. Atraksi ini juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Hal ini bisa mendongkrak ekonomi warga desa, terutama yang berjualan makanan dan minuman serta sewa penginapan. Tapi masalah sampah harus tetap diperhatikan untuk menjaga agar Bromo tetap lestari, prinsipnya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, buat nyaman wisatawan berlama-lama di Bromo, agar mereka semua tahu, bahwa Indonesia punya semuanya. Mau Gunung ada, mau laut ada, budaya sangat lengkap, keindahan alam tiada tandingannya,” kata Menpar Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Hotel

Pemprov Maluku akan Gelar Tour de Molvccas

Suasana soft launching Tour de Molvccas (TdM) dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 (Ist) Pemerintah provinsi Maluku melakukan soft launching Tour de Molvccas (TdM) di Islamic Center, Ambon. Soft launching

Hotel

Jin Air Tertarik Terbang ke Indonesia

Wisatawan asing di Lombok (Ist) “Persoalan kritis mengapa wisatawan mancanegara asal Korea Selatan rendah itu adalah akses! Direct flight Seoul ke Jakarta dan Denpasar sangat terbatas, dan semua full service!

Journey

Flores yang Kece Memikat Nila Tanzil

Nila Tanzil (Ist) Nila Tanzil di Labuan Bajo (Ist) Keindahan alam Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat sosok satu ini jatuh cinta. Ya, Nila Tanzil mengaku pemandangan alam yang

All About Indonesia

Gubernur Sumbar Buka Minangkabau Summit HPN 2018

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno buka Minangkabau Summit HPN 2018 (Ist) Hari Pers Nasional (HPN) 2018 semakin bertambah meriah dengan dibukanya Minangkabau Summit ‘Snergi Nasional untuk Sumatera Barat’. Gubernur Sumatera

Nature

Wisata Bahari Andalan Lombok

LA Hadi Faishal (Ist) Upaya pemerintah melalui wisata bahari guna mewujudkan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang direspons positif industri pariwisata yang ada di Lombok,

Travel Operator

Menjaga Kearifan Lokal Arsitektur Nusantara

Penyerahan Rekor MURI Sayembara Desain Arsitektur Rumah Wisata Nusantara dengan Karya Terbanyak dari Ketua Umum MURI Jaya Suprana kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan