Budaya Berkembang Diiringi Majunya Pendidikan

bule batik

Ilustrasi Turis Asing Belajar Membatik (Ist)

Tanpa melupakan kemajuan zaman, Yogyakarta masih terus mempertahankan budaya, khususnya budaya Jawa sehingga tetap menjadi destinasi favorit untuk dikunjungi turis, termasuk wisatawan mancanegara (wisman) lantaran destinasi ini memang kental dengan budaya sehingga dikenal sebagai kota budaya.

“Yogyakarta berkembang menjadi kota budaya berbasis pendidikan dan menjadi daerah tujuan wisata kedua setelah Bali. Justru kita harus bangga dengan perkembangan kota budaya yang berbasis pendidikan. Artinya budaya kita memberi warna dalam dunia pendidikan maupun sebaliknya. Kebudayaan yang berlangsung dimasyarakat bisa berkembang dengan majunya pendidikan. Hal ini bisa menjadikan ciri khas Yogyakarta,” tutur Ketua Asita Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2015-2019 Udhi Sudiyanto ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (28/8/2015).

Udhi menjelaskan bahwa sebagai pelaku bisnis pariwisata nasional, dirinya mengaku bangga melihat Yogyakarta mengembangkan kota budaya berbasis pendidkan dan menjadi daerah tujuan wisata kedua setelah Bali.

“Disatu sisi kita bangga dengan julukan kota budaya, disisi lain tugas berat ada dihadapan kita. Masyarakat Yogyakarta harus dapat mempertahankan kebudayaan yang baik dengan memperhatikan nilai dan perkembangan pendidikan. Kita wajib mempertahankan tata krama, sopan santun, bahasa dan tingkah kita tanpa melupakan kemajuan zaman,” paparnya.

Udhi yang juga Direktur Antar Anda Tour & Travel ini mengemukakan bahwa Yogyakarta sebagai kota budaya berbasis pendidikan bisa menjadi daya tarik untuk membuat wisatawan asing semakin banyak datang ke destinasi ini.

“Banyak sekali hal yang bisa dijadikan obyek untuk wisata pendidikan yang berbasis budaya. Contoh misalnya belajar membatik. Wisatawan atau pelajar diajari bagaimana untuk membatik dengan benar sesuai dengan aturan dan cara yang ada,” ucapnya.

Hasilnya pun, lanjutnya bisa langsung dilihat. “Nah, diharapkan mereka setelah belajar membatik akan mencintai batik. Ataupun kunjungan ke museum, kita akan tahu sejarah dan karakter bangsa Indonesia dari apa yang mereka lhiat di museum,” urainya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Turis Jepang Suka ke Karawang

Press Conference Karawang Fashion Culture 2018 yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang Okih Hermawan (kedua dari kiri) Turis Jepang ternyata suka berkunjung ke Karawang, Jawa Barat. Pilihan

Hotel

Mahasiswa STP Bandung ‘Kuliah’ di PATA Indonesia

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswopraestijo (batik biru) berpose bersama dengan mahasiswa STP Bandung (Ist) Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung mencoba menggali ilmu pariwisata secara langsung dengan mendatangi PATA

Airlines

Sumbar Perkuat Destinasi Wisata Halal

Sales Mission Sumatera Barat (Ist) Sumatera Barat (Sumbar) yang kaya akan destinasi wisata terus memperkuat posisi sebagai destinasi wisata halal. KepalaBidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumatera Barat Didit P Santoso menjelaskan

SightSeeing

Astari Pemenang Miss Tourism International 2018

Astari Indah Vernideani (Ist) Indonesia berjaya di pentas dunia. Ya, negeri ini berhasil meraih juara pertama Miss Tourism International 2018. Astari Indah Vernideani (Putri Pariwisata Indonesia 2017) dikirim dari Yayasan

Slideshow

Memotret Genting Dream, Kapal Pesiar Besar lagi Mewah

Berita Foto: Kapal pesiar Genting Dream tak salah disebut kapal pesiar yang begitu mewah. Ya, Genting Dream mampu meyakinkan wisatawan selama berlayar tak akan pernah bosan lantaran kapal pesiar ini

Culture

‘Riau Truly Malay’

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (tengah) meluncurkan Calender of Event Riau 2016 (Ist) Tanah tumpah darah Melayu, yang sudah digaungkan Riau dengan branding ‘The Homeland of Melayu’ menurut