Budaya Indonesia akan Diperkenalkan di Inggris

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti melepas tim Al Izhar

Tim misi budaya Al Izhar Pondok Labu Jakarta, yang didukung oleh Kementerian Pariwisata akan menampilkan empat tarian di ajang festival budaya antarbangsa Llangollen International Musical Eisteddfod di Wales, Inggris pada 3 hingga 8 Juli 2018 mendatang.

Empat tarian yang ditampilkan adalah Tari Kipah dari Aceh, Tari Belibis dari Bali, Tari Muda Mudi dari Papua, dan Tari Nagekeo Bangkit dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan, dipilihnya empat tarian ini untuk dilombakan bukan tanpa alasan.

Apalagi ajang festival budaya ini akan diikuti lebih dari 5000 penyanyi, penari, dan pemusik dari sekitar 50 negara. “Untuk berkompetisi di tingkat global, tim Al Izhar sudah menyiapkan semuanya sesuai standar global. Tim ini sudah terkurasi dengan baik, dari kostumnya, koreografinya, musiknya, dan kerja sama dalam penampilan di event nanti,” kata Guntur Sakti dalam sambutannya pada Gelar Pamit SMA Al Izhar Goes to International Folklore Competition di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Sabtu (23/6/2018).

Untuk kategori tari tradisional pihak Llagollen International Musical Eisteddfod memberikan sejumlah ketentuan antara lain orisinalitas, koreografi tidak boleh jauh dari budaya asli, serta ada lagu yang dinyanyikan oleh penari. Tari Kipah dari Aceh yang menggambarkan kerja sama dalam masyarakat ini, memiliki gerakan dinamis serta menggunakan kipas sebagai properti untuk menghasilkan suara-suara unik dalam penampilannya.

Tari Belibis dari Bali mengisahkan Prabu Angling Drama yang dikutuk menjadi burung Belibis. Tarian Belibis menampilkan gerakan yang dinamis dan harmonis dengan gamelan sebagai pengiring. Tarian Muda-Mudi Papua yang menjadi salah satu unggulan dalam festival nanti merupakan tarian kelompok yang menggambarkan persahabatan, khususnya di kalangan remaja laki-laki dan perempuan.

Tarian Nagekeo Bangkit dari Flores NTT menampilkan gerakan feminin dan dinamis, serta menceritakan tentang solidaritas dan persatuan. Penata tari dari Sanggar Gema Citra Nusantara Mira Arismunandar menjelaskan, pemilihan lima tarian ini berdasarkan riset dan konsultasi sebelumnya dengan para pakar.

“Tarian ini dibuat tidak dikarang atau dibuat asal-asalan. Sebelum diajarkan kepada para siswa Al-Izhar, kami melakukan riset terlebih dahulu dan mengkonsultasikan gerakan bersama pakarnya,” ujar Mira Arismunandar dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (25/6/2018).

Sementara Direktur Utama Al Izhar Arniyani Arifin menjelaskan, keberangkatan tim yang terdiri dari siswa ini ke festival budaya antarbangsa Llangollen International Musical Eisteddfod bukan hanya untuk berlomba tapi juga merupakan penanaman kecintaan terhadap budaya Nusantara.

Arniyani menjawab patainanews.com mengemukakan bahwa prestasi internasional bisa dimanfaatkan untuk siswa meneruskan ke perguruan tinggi. “Lewat pagelaran tari tersebut, siswa-siswi akan membawa harum nama Indonesia ke luar,” kata Arniyani.

Diharapkan keterlibatan Indonesia dalam festival dunia ini akan memberi dampak yang baik untuk semua sektor, termasuk pariwisata dimana budaya Indonesia dapat semakin mendunia dan dikenal sehingga menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. (Gabriel Bobby)                                                        

About author



You might also like

SightSeeing

Gairah Wisata Bahari Dimulai dari Presiden Jokowi

Wisata bahari di Kepulauan Seribu (Ist) Wisata bahari yang menjadi andalan pemerintah sebagai upaya merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia hingga 2019 mendatang sepertinya

Tour Package

Tanjung Lesung Jadi Saksi Milky Way, Fenomena Alam yang Ditunggu Masyarakat Dunia

Foto: LAPAN Manajemen PT Banten West Java (BWJ), pengelola Tanjung Lesung mengaku bersyukur destinasi wisata Tanjung Lesung bisa menjadi venue saksi fenomena alam yang luar biasa, Milky Way pada Sabtu,

Cuisine

GMT 2016 di Palembang Bisa untuk Edukasi

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (tengah) didampingi President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kanan) (Ist) Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang akan berlangsung pada

Hotel

September ke Cirebon, Ikut Family Fun Bike Tour D’Keraton 2016

Ilustrasi Fun Bike (Ist) Dalam rangka memeringati Hari Radio ke-71, LPP Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon bekerja sama dengan Keraton Kasepuhan akan menggelar kegiatan Jalan Sehat Indonesia Nasional dan Family

Slideshow

Menggabungkan Lari dan Gunung untuk Memikat Wisman

Ilustrasi lari di alam Olahraga lari kini menjadi tren masyarakat urban, naik daun di kalangan penduduk perkotaan di Indonesia. Namun, tak hanya sekadar menjadi gaya hidup untuk menyehatkan, olahraga lari

Hotel

Jakarta Menyenangkan tapi Panas

Anis dan Iffa (kanan), dua turis asal Malaysia ketika traveling di Jakarta dan berpose di Monas (Ist) Wisatawan mancanegara (wisman) semakin banyak yang berkunjung ke Indonesia. Target Presiden Jokowi mendatangkan