Budaya Tionghoa Daya Tarik untuk Wisatawan Tiongkok

IMG_3010

Opening ceremony ‘The First Xiao International Culture Week’ (Ist)

Etnis Tionghoa adalah satu etnis yang memiliki kebudayaan yang sangat kaya. Tidak bisa dipungkiri hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia dipengaruhi kebudayaan Tionghoa. Kebudayaan ini merupakan salah satu pembentuk dan bagian integral yang tak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia sekarang ini.

Kebudayaan Tionghoa di Indonesia meski berakar dari budaya leluhur, namun sangat bersifat lokal dan mengalami proses asimilasi dengan kebudayaan lokal lainnya. Terinspirasi dari pemikiran tersebut, muncul gagasan untuk menampilkan dan memperkenalkan budaya Tionghoa berkonsep modern dan lebih terbuka dengan kebudayaan Indonesia melalului ‘The First Xiao International Culture Week’.

Acara yang berlangsung empat hari ini diselenggarakan dan diprakarsai langsung oleh salah satu clan/marga terbesar di Tiongkok, yaitu marga Xiao International. Hal ini dilakukan untuk memajukan dan mempertahankan eksistensi marga Xiao yang ada di Indonesia.

Founder & Chairman ELJOHN Indonesia sekaligus Ketua Umum Marga Xiao Internasional Johnnie Sugiarto menggawangi sebuah event budaya Tionghoa yang mencakup kuliner, kesenian, musik, bahasa, dan pakaian khas Tionghoa.

Hal ini dilakukakan agar marga Xiao yang ada di dunia semakin diperhatikan keanekaragaman kebudayaannya.
“Budaya telah memberikan nilai-nilai yang membuat hidup itu semakin bermanfaat dan rakyat di dunia juga bisa saling menghargai, bukan saling memusnahkan. Oleh karena itu Xiao International Culture Week diselenggarakan,” jelas Johnnie dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan ini.

The First Xiao International Culture Week ini adalah salah satu program kerja Johnnie Sugiarto dan sekaligus event perkenalan untuk menyambut konfrensi internasional marga Xiao ke-11 yang akan diadakan di Indonesia pada 2018 mendatang.

Dalam acara ini banyak ketua marga Xiao dari 15 negara akan berkumpul dalam satu wadah untuk mendalami budaya Tionghoa di Indonesia agar lebih terbuka untuk lebih siap menghadapi konfrensi internasional. Event ini berisi booth dari Kementrian Pariwisata Indonesia yang mempromosikan tempat-tempat wisata, khususnya wisata Tionghoa dan kekayaan budaya Indonesia.

Selain itu terdapat juga booth pameran kesenian dan kebudayaan asli masyarakat Tionghoa. Marga Xiao merupakan marga terbanyak ke-30 dari sekitar 500 marga Tionghoa yang ada di seluruh dunia. Menariknya meski sudah ratusan tahun, namun marga Xiao merupakan salah satu budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Marga Xiao telah 8 kali menjadi perdana menteri dan 27 kali menjadi raja dalam sejarah Tiongkok. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Festival

Promosi Pariwisata Kepulauan Seribu Lewat Film

Gelar Peduli Gerakan 1000 untuk Kepulauan Seribu Kepulauan Seribu di DKI Jakarta termasuk dalam 10 destinasi unggulan yang dikembangkan pemerintah yang sering disebut sebagai Bali Baru. Upaya mengembangkan potensi pariwisata

Tour Package

Ketika Teknologi Berperan Besar Promosikan Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Pariwisata Indonesia kini semakin dikenal di dunia sehingga kunjungan wisatawan asing ke negeri ini semakin banyak yang tertarik datang ke beragam destinasi wisata yang ada

Destinations

Ketika Raja Swedia Menikmati Kereta Wisata

Rombongan Raja dan Ratu Swedia di dalam kereta wisata dari Jakarta ke Bandung (Ist) Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia ketika ada di Indonesia melakukan perjalanan dari Jakarta

Heritage

Launching Astindo Jakarta Travel Fair 2016

Berita Foto: Launching & Event Presentation Astindo Jakarta Travel Fair 2016 (Ist)

World Heritage

PATA Grand Award 2015

Siam Niramit (Ist) Ratchada Niramit Co, Ltd, Thailand berhasil memenangkan PATA Grand Award 2015 untuk kategori Heritage-Culture untuk ‘Siam Niramit Perjalanan ke Enchanted Kingdom of Siam’. Siam Niramit adalah kinerja

Investments

Kemenpar dan OJK MoU untuk Tingkatkan Peran LJK Kembangkan Destinasi dan Industri Pariwisata

Penandatanganan  nota kesepahaman tersebut dilakukan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya (kanan) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (19/4/2016) (Ist)