Bukan Mimpi Berlayar dengan Kapal Perang TNI AL KRI Makassar 590

kapal perang

Kapal Perang TNI AL KRI Makassar 590 (Ist)

Dari kejauhan di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Surabaya, Jawa Timur, kapal perang TNI AL KRI Makassar 590 terlihat begitu gagah. Dan, ketika masuk ke dalam KRI Makassar 590 merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.

Bangun tidur selepas menginap di Surabaya, seakan tak percaya bisa ikut berlayar bersama kapal perang TNI AL ini dari Surabaya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Banyak peserta Sail Journalist 2016 yang mengaku belum pernah naik kapal perang milik TNI AL dan menjadi pengalaman baru ketika ikut berlayar bersama KRI Makassar 590.

Pelayaran bersama wartawan lainnya itu merupakan bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2016. Ya, saat menginjak KRI Makassar 590, terasa bangga sebagai warga negara Indonesia bisa melihat dari dekat alutsista milik TNI AL ini dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Menariknya KRI Makassar 590 rupanya bisa bersahabat dengan wartawan. Perjalanan dimulai Jumat, 5 Februari dariKoarmatim Surabaya. Peserta Sail Journalist 2016 pun mengabadikan momen ini. Mulai mengambil gambar hingga merekam segala sudut KRI Makassar.

Sehari semalam menjalani perjalanan, peserta Sail Journalist 2016 mengikuti berbagai acara yang berlangsung di ruangan perwira Deck F KRI Makassar. Adapun kedisiplinan adalah hal utama ketika berada di kapal perang ini.

Meski bebas beraktivitas, peserta diwajibkan menaati peraturan salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak boleh menekan tombol sembarangan. Jika nekat, siap-siap ditegur prajurit KRI Makassar.

kri makassar

patainanews.com Berpose di Depan KRI Makassar 590 (Ist)

Helipad menjadi tempat favorit bagi para peserta Sail Journalist 2016. Di area ini, peserta asyik melihat pemandangan laut yang biru, terutama ketika sore dan pagi hari. Kopi dan teh hangat menjadi teman baik para peserta Sail Journalist 2016 ketika melihat pemandangan laut sambil berbincang akrab dengan peserta lainnya.

Untuk makanan tak perlu khawatir lantaran ada makanan yang disediakan, seperti tempe goreng buatan para personel TNI AL KRI Makassar yang tak kalah enak dari chef hotel bintang lima atau chef di wisata kapal pesiar.

Disiplin, itu menjadi kebiasaan. Selesai makan, peserta harus menaruh piring kotor di tempatnya. Malam hari selepas diskusi menjadi tenang karena peserta memilih istirahat di ranjang yang selama ini biasa ditiduri prajurit TNI AL, yakni tiga tingkat.

Kamar-kamar prajurit perempuan dan laki-laki tentunya dipisah. Dilihat, kamar-kamar prajurit ini cukup bagus dan ada pendingin ruangan yang menyemburkan udara dingin. Namun, dini hari pendingin ruangan ini terasa lebih dingin sehingga sejumlah peserta menggigil kedinginan.

Selama pelayaran, peserta ketika berada dalam ruangan kesulitan untuk berkomunikasi karena sinyal ponsel mendadak lemah sehingga ketika ingin melakukan komunikasi dengan ‘dunia luar’, maka harus bergeser ke ruang terbuka.

Dan, keesokan harinya, Sabtu, 6 Februari, KRI Makassar 590 tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Adapun patainanews.com berkesempatan hadir mengikuti puncak peringatan HPN 2016 di Lombok juga didukung d’Praya Lombok Hotel dan Warteg Kharisma Bahari (WKB). (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Slideshow

Sedulur Jokowi Ingatkan Amien Rais Berhenti Membuat Gaduh

Prof Dr Paiman Raharjo, Ketua Umum Sedulur Jokowi (Ist) Relawan Sedulur Jokowi mengingatkan Amien Rais agar berhenti membuat kegaduhan di negeri ini. Ketua Umum Sedulur Jokowi Prof Dr Paman Raharjo

Slideshow

Amalia Jewelry Disukai Orang Asing

Produk Amalia Jewelry Amalia Jewelry ternyata diminati orang asing ketika ikut pameran di Indonesia Fashion Week (IFW) 2018.  Hal tersebut dikatakan Asih, pemilik Amalia Jewelry ketika ditemui di IFW 2018

Slideshow

Harus Konsisten Jalin Sister City

Yoseph Umarhadi Rencana Cirebon, Jawa Barat menjadi sister city dengan Hawaii, Amerika Serikat (AS) disambut baik sebab akan membawa dampak positif terhadap perkembangan daerah tersebut. Anggota Komisi V DPR Yoseph

Indonesiaku

Teddy Indra Mahesa, Pengacara Sengketa Perdata

Teddy Mahesa (Ist) Seperti diketahui bersama, upaya hukum merupakan upaya terakhir (Ultimum Remidium) dalam menyelesaikan suatu sengketa. Dengan demikian terkadang menjaga suatu sengketa agar tidak meningkat menjadi perseteruan yang panas

Indonesiaku

Social Media One Day

Ilustrasi mencari perguruan tinggi melalui internet (Ist) President University menggandeng detikcom menyelenggarakan acara bertajuk Social Media One Day. Di acara tersebut akan dibahas tentang media sosial dan seluk-beluknya. Lebih dari

Slideshow

Natal 2017 Bersama Wartawan

Natal 2017 bersama wartawan (Ist) Jaringan Jurnalis Kristiani akan mengadakan Perayaan Natal & Ibadah Syukur Tahun Baru 2018 di Jakarta, Rabu, 17 Januari mendatang mengusung tema Hendaklah Damai Sejahtera Kristus