Cassandra Peryma dan Peni Cameron, A Road Trip With Mom Menikmati Waktu Berdua Menyusuri Indonesia

Cassandra Peryma dan Peni Cameron, A Road Trip With Mom Menikmati Waktu Berdua Menyusuri Indonesia

G0041110 (1)

Cassandra Peryma bersama sang ibu, Peni Cameron (Ist)

Traveling dengan ibu. Itu yang dilakukan Cassandra Peryma bersama sang ibu, Peni Cameron menikmati kebersamaan dan waku anak beserta ibu serta menikmati petualangan yang menantang berdua ketika melakukan perjalanan dari Jawa ke Bali.

Menariknya apa yang dilakukan Cassandra Peryma bersama Peni Cameron bisa menjadi inspirasi cerita traveling yang menarik bagi orang lain, khususnya ibu dan anak perempuannya yang ingin melakukan traveling keliling negeri ini hanya berdua saja.

Baginya, Peni Cameron bukan sebatas ibu, namun juga menjadi teman dalam kehidupannya. “Karena bagiku, ibu itu teman pertamaku. Sejak kecil kita selalu melakukan kegiatan apapun berdua dan untungnya kita berdua suka petualangan yang menantang. Walaupun sebenarnya dalam beberapa hal yang menantang, misalkan ketika kita berdua naik roller coaster, ibu ikut karena sebenarnya ibu takut aku terluka atau kenapa-kemapa,” tutur Andra, sapaan akrabnya ketika dihubungi patainanew.com, Jumat (2/2/2018).

Ya, tak berlebihan menyebut Peni Cameron dan Cassandra Peryma sebagai woman traveler. Andra mengaku menikmati waktu berdua dengan ibunya, Peni Cameron ketika melakukan traveling dari Jawa ke Bali. “Sudah pasti kita merasakan petualangan yang menyenangkan dan lain daripada yang lain. Aku jarang mendengar dua perempuan, ibu dan anak naik mobil berdua saja menyebrangi pulau Jawa sampai Bali. Kita juga datang ke tempat-tempat yang belum banyak turisnya, merasakan perbedaan budaya dan kearifan lokal di setiap tempat yang kita kunjungi juga bertemu dengan orang-orang baik yang membantu kita di perjalanan kita yang mengingatkan kita bahwa Indonesia itu beragam dan keragaman ini adalah sesuatu yang perlu dijaga,” paparnya.

Screenshot (368)

Cassandra Peryma bersama sang ibu, Peni Cameron menikmati traveling di Indonesia (Ist)

Perempuan berparas manis ini begitu terkessan ketika singgah di Candi Plaosan di Yogyakarta. “Yang paling keren itu secara sejarah adalah Candi Plaosan di Yogyakarta. Candi ini menarik karena Candi ini dibuat oleh Raja beragama Buddha yang memiliki istri beragama Hindu. Walaupun mereka berbeda agama tapi mereka sanggup hidup bersama dan berdoa di tempat yang sama dan menghormati masing-masing agama,” ujarnya.

Senada dengannya, sang ibu, Peni Cameron pun menanggapi menyenangkan traveling bersama Andra, buah hatinya. “Kita berdua baru ke Pulau Komodo, Derawan di Kalimantan dan trip Yogyakarta ke Bali,” ungkap perempuan yang selalu terlihat tampil energik ini.

Peni yang dikenal sebagai seorang inspirational guide itu pun menggunakan media sosial, facebook untuk menyebarkan hasil karya Andra, yakni JOGJAKARTA TO BALI ROAD TRIP | A road trip with mom [Travel Film] mengenai cerita perjalanan traveling yang penuh keceriaan bersama putrinya sekaligus petualangan menantang hanya berdua dengan Andra dari Yogyakarta ke Bali melalui youtube yang bisa dinikmati di https://www.youtube.com/watch?v=8MqyWDXZk1k&sns=fb.

20161020_153104

Cassandra Peryma (kaus biru) bersama sang ibu, Peni Cameron (kaus kuning) menyukai budaya yang tersebar di Nusantara (Ist)

“Aku di tahun ini ingin traveling ke Trans Kalimantan Buntoi Kutai dan Banda Naira tapi belum tahu yang mana sih,” katanya. Ia menjelaskan bahwa dirinya menyukai semua destinasi wisata yang tersebar di Nusantara karena punya daya tarik alam dan kultur yang berbeda-beda.

Tapi, lanjutnya yang paling disukai dirinya justru ‘yang belum pernah dikunjungi’ karena bisa menjadi target untuk dikunjungi. “Indonesia selama ini dkenal punya alam yang luar biasa. Ada gunung, laut, sawah, dan kampung-kampung yang kaya akan budaya. Memang jarang ada peninggalan building. Kebanyakan malah peninggalan bangunan Belanda. Jadi lebih fokus ke prasasti dan kampung-kampungnya,” tutur perempuan yang terlihat cantik ini.

Peni menambahkan, yang penting adalah karakter masyarakat yang open minded dan kebersihan toilet perlu ditingkatkan. “Kalau soal traveling, visi aku adalah bumi itu bulat. Kita jalan kaki, ya bisa keliling dunia dan melihat ciptaan Tuhan alam beserta isinya dibelahan bumi ini yang begitu luar biasa,” tuturnya.

Peni juga punya misi dalam traveling, yaitu gimana caranya untuk bisa traeling. “Ya, jangan terpatok harus ada uang yang banyak atau mengeluh karena terkendala keterbatasan waktu tapi bisa menjadi dorongan spirit untuk semangat supaya bisa pergi dulu, misalnya dengan ikut lomba atau kenal dengan orang lain di seluruth dunia, termasuk di Indonesia sehingga jaringan terbuka luas agar bisa terealisasi mengunjungi destinasi wisata yang ada di Indonesia,” urainya. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Destinations

Kadispar Sumsel Apresiasi Presiden Jokowi Dukung ASIAN GAMES 2018

Logo ASIAN GAMES 2018 (Ist) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi yang mendukung penuh penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018 di Jakarta dan

Culture

Universitas Ciputra Angkat Pamor Batik Banyuwangi

Tari Gandrung Banyuwangi (Ist) Kesuksesan Kampoeng Batik Laweyan hingga Kampoeng Batik Kauman di Solo menginspirasi Universitas Ciputra (UC) Surabaya untuk mengembangkan kampung wisata batik di Banyuwangi. Dalam lima bulan ke

SightSeeing

Crossborder Naikkan 3,6% dari Total Kunjungan Wisman

Launching Kawasan Wisata Budaya Kantu Benua Istana (KABANA) oleh Bupati Sanggau, Konjen RI untuk Serawak dan Kuching Malaysia serta perwakilan rombongan moge dari Serawak dan Kuching Malaysia dalam rangka hari

Nature

Dikunjungi Konjen Australia, Gubernur Maluku Dorong Adanya Rute Saumlaki-Darwin

Gubernur Maluku Said Assagaff (kiri) (Ist)  Gubernur Maluku Said Assagaff mendorong pemerintah Australia melalui Konsulat Jenderal (Konjen) Australia untuk segera membuka penerbangan rute Saumlaki-Darwin secepatnya. Kepala Bagian Humas Setda Maluku Bobby Palapia

Slideshow

Diskusi ‘Adaptive Reuse Bangunan Bersejarah : Bagaimana Komunitas Kreatif Menghidupkan Kawasan Heritage’

Diskusi ‘Adaptive Reuse Bangunan Bersejarah : Bagaimana Komunitas Kreatif Menghidupkan Kawasan Heritage’ (Ist) Diskusi ‘Adaptive Reuse Bangunan Bersejarah : Bagaimana Komunitas Kreatif Menghidupkan Kawasan Heritage’ yang menandai Peluncuran Gedung OLVEH,

Airlines

Yogyakarta Curi Perhatian di TTE Expo 2016 Manila

Menteri Pariwisata Arief Yahya Filipina bukan pasar terbesar Indonesia di wilayah Asia Tenggara. Masih jauh tertinggal dari Singapura, Malaysia, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, dan Uni Emirat Arab. Critical