Creating New Cities, Semangat Anak Bangsa Membangun Kota Baru di Indonesia

SD Darmono Chairman PATA Indonesia Chapter

SD Darmono, Founder Jababeka Group

PT Jababeka Tbk selama ini dikenal menjadi top of mind di bidang Kawasan Industri. Sudah lebih dari 27 tahun perusahaan ini berkiprah membangun negeri sehingga Jababeka pun terkenal kuat dalam inovasi dan konsep dengan warna yang khas.

Semua proyeknya di mana pun berada, dibangun dengan konsep yang sama. Adapun PT Jababeka Tbk didirikan pada 1989 silam dan merupakan perusahaan publik pengembang kawasan industri pertama di Indonesia. Pengembangan utama perusahaan adalah Kota Jababeka, sekitar 30 KM dari Jakarta.

Bentang kota terintegrasi ini mencakup lebih dari 5.600 hektar. Selama 27 tahun terakhir telah menjelma menjadi komunitas yang berkembang dengan lebih dari 1 juta orang. Selama 20 tahun, Jababeka mengusung tagline Beyond Property, yang membuat bisnisnya kian mengakar.

Bermula kawasan industri kemudian mengembangkan kawasan perumahan, lapangan golf, universitas, serta berbagai fasilitas dan infrastruktur lainnya yang akhirnya terbentuklah sebuah kota mandiri, Kota Jababeka. Pengembangan ini didukung oleh proyek-proyek pembangunan mix perusahaan telah berkembang menjadi perusahaan berintegrasi, yang menawarkan berbagai macam real estate dan produk infrastruktur serta fasilitas logistik dengan mengawali proyek dry port.

Dalam perkembangannya, bisnis perusahaan ini dibagi menjadi pilar, yakni tanah dan pengembangan properti, infrastruktur dan jasa, serta Leisure and Hospitality. Dengan meningkatnya ukuran dan jumlah penduduk di Kota Jababeka, kebutuhan untuk mendukung dan fasilitas rekreasi muncul membuat perusahaan ini memutuskan untuk menambah sebuah taman pendidikan, pusat bisnis, lapangan golf, klub bisnis, dan beberapa fasilitas lain, dimana titik perseroan menjadi pengembang kota mandiri yang berhasil.

Seiring perkembangan bisnis yang kian lebar dan luas, maka bertempat di President Executive Club belum lama ini, Jababeka pun mulai mempertajam corporate value dengan memperkenalkan tagline baru, yaitu ‘Creating New Cities’.

Perubahan ini mengambil momentum 27 tahun Jababeka Membangun Negeri. Selain kegiatan peluncuran tagline baru, Jababeka selama tiga hari juga berkunjung ke Negeri Singa untuk belajar bagaimana pembangunan dan mengelola Singapura.

Terkait kunjungan ke Singapura, SD Darmono, Founder Jababeka Group menyampaikan istilah ATM yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. Menurutnya, keberhasilan Singapura harus ditiru dan bisa diterapkan di kota-kota yang dibangun Jababeka di seluruh Indonesia, seperti di Cikarang, Kendal, Tanjung Lesung dan Morotai.

“Perlu sampaikan kepada masyarakat apa yang sudah dikerjakan sehingga perlu ada tagline yang mudah dicerna dan eye catching. Sesuai dengan visi Jababeka membangun 100 kota di Indonesia maka pada hari ini saya perkenalkan Tagline Baru Jababeka yaitu Creating New Cities,” paparnya penuh optimistis.

SD Darmono menyebutkan bahwa Singapura menjadi mahal tanahnya karena pemerintah Singapura mampu membangun presepsi bahwa Singapura adalah kota yang aman, nyaman, fasilitas lengkap dan ada kepastian hukum.

Adanya mimpi besarnya itu membuat Jababeka harus membangun persepsi demikian yang dibarengi dengan tindakan nyata. “Jangan sebatas melakukan pengkajian atau analisa. Inilah yang dinamakan Revolusi Mental seperti disampaikan Presiden Jokowi. Di sini diperlukan niat untuk membangun Indonesia, membuat rakyat makmur, untuk itu kita harus belajar dengan rendah hati dan kerja keras. Selama ini Indonesia dibilang negeri kaya sehingga membuat kita boros, malas dan tidak mau belajar. Jababeka memiliki President University untuk mendidik orang agar bisa hemat, rendah hati, mau belajar dan bisa mandiri,” tuturnya.

Saat ini Jababeka juga tengah membangun kota baru di Kendal dengan menggandeng Sembcorp, perusahaan asal Singapura. Pembangunan kota ini seperti halnya di Cikarang, dimulai dengan mengembangkan kawasan industri dengan nama Kawasan Industri Kendal lantaran ingin seperti Singapura, maka tagline-nya pun dibuat khusus, yakni Kawasan Industri Kendal a Singapore City. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)



About author



You might also like

Nature

El John Dukung 15 Juta Kunjungan Wisman 2017

Dikna Faradiba (Ist) El John Pageants mendukung upaya pemerintah bisa mendatangkan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2017 mendatang. Karenanya El John Pageants pun ikut mempromosikan budaya asli

Heritage

ITTA Foundation Fokus Tingkatkan Perkembangan Pendidikan Pariwisata Indonesia

Candi Borobudur menjadi destinasi favorit kunjungan traveler di Indonesia (Ist) Selama enam tahun terakhir, ITTA Foundation telah menyelenggarakan Indonesia Travel and Tourism Awards dan Bali Tourism Award yang menjadi ajang

SightSeeing

Ke Tiongkok, Pemerintah Belajar Kembangkan Danau Toba

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor (kedua dari kiri) didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan tanda mata kepada Walikota Hangzhou Zhang Hongming (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan kunjungan kerja ke

Tourism

KADIN Jabar Gandeng PATA Indonesia Resmikan Forum Bisnis Cirebon

Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (KADIN) Jawa Barat bersama PATA Indonesia Chapter akan meresmikan Forum Bisnis Cirebon (FBC) yang sekaligus membahas tema menyongsong masa depan perekonomian wilayah Cirebon dengan dibangunnya

Tourism

Banten Harus Punya Homestay yang Memadai

Wisatawan Nusantara di Tanjung Lesung (Ist) Pemerintah memasang target membangun 20 ribu homestay tahun 2017 dan destinasi wisata yang termasuk 10 Bali baru akan menjadi priortias, seperti Tanjung Lesung di

Slideshow

Kaya Destinasi Wisata Bahari, Pemerintah Perlu Perhatikan Keamanan Transportasi Laut

Destinasi wisata bahari di Indonesia (Ist) Regulasi transportasi laut dan udara sudah menggunakan mazhab internasional. Hampir semua aturan sudah dibuat oleh Kementerian Perhubungan. Bahkan, SPM pelayanan angkutan penumpang kapal laut