Daya Pikat Joglosemar untuk Menarik Wisatawan

Candi Borobudur Dibangun Berdasarkan Ilmu Astronomi

Candi Borobudur ikon Joglosemar (Ist)

Pemerintah diketahui tengah giat mengembangkan dan mempromosikan 10 destinasi wisata prioritas atau yang lebih dikenal dengan nama 1o Bali baru hingga ke mancanegara.

Adapun upaya pemerintah ini untuk mencoba merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia hingga 2019 mendatang. Kendati demikian, tak hanya wisman namun wisatawan Nusantara juga akan semakin banyak berkunjung ke beragam destinasi wisata yang tersebar di negeri ini.

Adapun Joglosemar termasuk dalam 10 Bali baru dengan ikon Candi Borobudur. Ya, pemerntah memang tengah gencar mempromosikan 10 Bali Baru untuk dikembangkan menjadi kantung-kantung mendulang wisman. Joglosemar punya daya tarik tersendiri untuk menarik minat wisman ke Indonesia.

Tak hanya itu, Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) juga dikenal sebagai destinasi wisata favorit wisnus. Candi Borobudur selama ini dikenal menjadi salah satu tujuan utama wisman dan wisnus. Menariknya ada Yogyakarta yang juga memiliki pesona yang melengkapi Candi Borobudur untuk turis asing dan traveler dalam negeri ini.

Sebut saja kawasan Malioboro. Masih ada Gua Pindul, Kalibiru, Pantai Parangtritis, dan lainnya. Sementara di Solo ada Kampung Batik Laweyan, Gereja Katolik Santa Perawan Maria Regina, Pasar Klewer, dan masih banyak lainnya. Sedangkan di Semarang ada Gereja Blenduk di Kota Lama, Kelenteng Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Kampung Batik Semarang, dan lainnya.

20170304_173141

Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang (Ist)

Untuk wisatawan yang traveling ke Semarang bisa memilih menginap d Hotel Horison NJ Semarang yang terletak di kawasan Kota Lama. Tak perlu khawatir karena masih ada pilihan lain, seperti Hotel Chanti Semarang. Menariknya wisata kuliner di Joglosemar juga mengundang selera wisatawan.

Sebut saja Sambel Sedep Oma (SSO) semakin dikenal di Semarang. Keberadaan SSO melengkapi kuliner khas Semarang, yakni Lumpia dan Wingko. Sambel Ikan Asap Khas Semarang dan Sambel Babat sangat identik dengan kota Semarang sehingga tak salah jika wisatawan bisa memiliki SSO sebagai oleh-oleh khas Semarang.

Sedangkan traveler yang memilih ke Yogyakarta bisa memilih menginap di Hotel Tentrem. Dan, budaya khas Jawa masih terasa kental di Joglosemar. Dan, Joglosemar tambah semarak lantaran akan ada Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2017 di Yogyakarta yang mengusung tema Sparkling rupanya menjadi ajang unjuk gigi 41 desainer Indonesia.

sparkling

JFR 2017 (Ist)

Tak hanya itu, perhelatan JFR 2017 untuk memeringati ulang tahun ke-3 Jogja City Mall di Yogyakarta. Adapun penyelenggaraan JFR 2017 pada Jumat hinga Minggu, 26 hingga 28 Mei 2017 mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (16/5/2017), JFR 2017 akan digelar di Atrium Jogja City Mall Jalan Magelang Km 5 Yogyakarta. “JFR merupakan pertunjukan fesyen paling ditunggu. Dengan panggung runway yang panjangnya 30 meter, tata lampu terkonsep juga melibatkan 41 desainer Jawa, Bali dan Sumatera. Didukung 65 model dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Terdiri 34 peragawati, 12 peragawan dan 19 model anak. Di acara bertema ‘Sparkling!’ ini akan disajikan busana-busana terbaru karya desainer-desainer dari berbagai genre,” demikian siaan pers yang diterima patainanews.com.

Akan tampil desainer anak berbakat Akeyla Naraya (7 tahun) asal Bekasi. Juga desainer papan atas Jakarta, yakni Rudy Chandra, Ketua APPMI DKI Jakarta 2016-2020, dan Handy Hartono. Desainer yang ikut JFR berasal dari Jakarta, Bekasi, Semarang, Surabaya, Solo, Magelang, Cilacap, Bali, dan Medan.

JFR yang di-organize Alifan Productions merupakan presentasi, promosi, interaksi dan apresiasi busana karya perancang Indonesia sebagai salah satu tolak ukur event fashion runway di Yogyakarta. Koreografer Alif Anto, Kevin Syarief, dan Fikram. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Slideshow

Jelang PTM 2016 di ICE, RI Berjaya di PATA Gold Awards 2016

PATA Gold Awards 2016 (Ist) Kahar baik bagi dunia pariwisata Indonesia menjelang penyelenggaraan PATA Travel Mart (PTM) 2016 pada 7 hingga 9 September mendatang di ICE BSD City, Banten lantaran

Heritage

Semua ada di Tanjung Lesung Langit yang Biru, Cantiknya Sunset, Alam yang Eksotis

Sunset yang cantik ada di Tanjung Lesung (Ist) Langit yang biru, cantiknya sunset, dan alam yang eksotis ada di Tanjung Lesung yang terletak di Pandeglang, Banten. Ya, semuanya ada di

SightSeeing

Turis Timur Tengah Suka Traveling ke Bogor

Festival Pesona Kabupaten Bogor 2017 (Ist) Wisatawan asing dari kawasan Timur Tengah diketahui suka traveling ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut dikatakan Kepala

Travel Operator

Mempromosikan Destinasi Wisata Jakarta Lewat Lenong Denes

Pementasan Lenong Lenong Denes ‘Putri Kembang Ronce’ (Ist) Pariwisata Indonesia selama ini tak bisa dipisahkan dari budaya khas Nusantara dan kearifan lokal lantaran wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia tak hanya

Heritage

Mei, Wisman ke Sulut Melonjak 449%

Monumen Yesus Memberkati di Manado (Ist) Sektor pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah berkembang pesat. Terbukti dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang meningkat drastis hingga 449% pada

Tourism

Sulut Sambut Turis Tiongkok

Putra Putri Sulut menyambut wisman Tiongkok kloter pertama pada 4 Juli 2016 lalu di Bandara Sam Ratulangi Manado (Ist) Sulawesi Utara (Sulut) mulai rutin dikunjungi wisatawan Tiongkok. Setelah 4 Juli