Delegasi Papua Nugini Kunjungi Terminal Teluk Lamong

PNG

Delegasi Papua Nugini Kunjungi Terminal Teluk Lamong (Ist)

Seolah sama penasarannya dengan negara-negara lain yang pernah berkunjung ke Terminal Teluk Lamong, rombongan dari negara tetangga yang terdiri dari Gubernur Provinsi Sandaun dan Sepik Timur, Papua Nugini, mengunjungi terminal yang memiliki slogan ‘The First Green Port in Indonesia’ tersebut, Rabu (16/3/2016).

Rombongan Gubernur Hon Amkat Mai, Gubernur Provinsi Sandaun dan Ian Samuel, Deputi Gubernur Provinsi Sepik Timur didampingi jajaran petinggi daerahnya datang bersama Elmar Iwan Lubis, Konsul Indonesia Wanimo, Allen Sinarmata, Wakil Konsul serta Yulad Abid Takhassuna, Staf dari Kementerian Luar Negeri, Indonesia di Jakarta.

Adapun kunjungan ke PT Terminal Teluk Lamong merupakan bagian dari serangkaian kunjungan mereka dalam rangka menjalin kerja sama antara pemerintah provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sandaun, Papua Nugini (PNG) yang diterima dengan hangat Soekarwo, Gubernur Jawa Timur di kantornya, Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Delegasi tersebut berbincang mengenai prospek kerja sama dalam rangka peningkatan efisiensi logistik. Selama ini, menurut Amkat Mai, sebagian besar barang-barang yang masuk ke PNG berasal dari Indonesia. Namun karena permasalahan regulasi dan prosedur dari para pemilik perusahaan pengiriman kargo dan pelayaran, barang-barang asal Indonesia tersebut justru sampai ke PNG dengan kapal berbendera asing, seperti Singapura dan Australia.

Tidak ada direct shipping dari Indonesia ke PNG. Masalah itulah yang juga disampaikan para delegasi negara tetangga tersebut ke Kementerian Luar Negeri RI pada saat kunjungannya ke Kemlu RI di Jakarta saat mereka tiba di Indonesia. Kunjungan di Terminal Teluk Lamong sekitar dua jam dengan meninjau langsung lokasi dan fasilitas terminal serba canggih pertama di Indonesia tersebut.

Direktur Operasional & Teknik Agung Kresno Sarwono secara langsung menyambut dan mendampingi. Agung juga menyampaikan paparan mengenai overview Terminal Teluk Lamong yang dilanjutkan dengan sesi diskusi. “Diharapkan dengan rangkaian kunjungan ke Indonesia dan Terminal Teluk Lamong ini, permasalahan logistik nasional PNG dapat menemukan jalan keluar yang nyata dalam waktu dekat,” ujar Hom Amkat Mai dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Festival

Geliat Joglosemar Jadi Daya Tarik Hotel

Menikmati Kalibiru, Yogyakarta (Ist) Jaringan hotel internasional di Indonesia terus bertumbuh, ibarat cendawan di musim hujan.     Salah satunya Premier Inn, operator asal Inggris, melebarkan sayapnya ke Yogyakarta.  

SightSeeing

GAMIFest 2018, Budaya, Kopi dan Alam

GAMIFest 2018 (Ist) Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018 atau Festival Internasional Dataran Tinggi Gayo dan Alas akan digelar di empat wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah,

Cuisine

Pemerintah harus Fokus Kembangkan Wisata Halal di Indonesia

Ilustrasi turis dari kawasan Timur Tengah (Ist) Pemerintah diharapkan untuk fokus dan serius mengembangkan dan mempromosikan wisata halal di Indonesia sehingga promosi wisata halal negeri ini di luar negeri harus

Destinations

Musik sebagai Kebutuhan Kehidupan Sosial yang Positif

Sembuhkan susah tidur dengan musik bersama Maya Hasan (Ist) Musik adalah bahasa universal. Dan, musik pun dianggap sanggup untuk membuat orang bisa terlelap untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Adapun

SightSeeing

Memotret Indonesia lewat Museum

JJI di Museum Wayang (Ist) Mentari pagi menyambut kedatangan komunitas Jalan Jalan Indonesia (JJI) di kawasan Kota Tua Jakarta. Bangunan Museum Fatahillah tampak kokoh di tengah begitu ramainya wisatawan Nusantara

Tourism

Pemerintah Perlu Kembangkan Wisata Kuliner Indonesia

Rendang, Kuliner Khas Indonesia (Ist) Sebagai upaya melestarikan kuliner khas Indonesia, maka pemerintah harus melindungi dan mengembangkan wisata kuliner negeri ini yang dimulai dari dalam negeri hingga ke mancanegara sehingga