Demi Indonesia, Pelindo III Bangun Marina di Pantai Boom Banyuwangi

keris

Keris dari Indonesia yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi daya tarik bagi wisatawan asing berlibur ke Indonesia untuk menikmati wisata dan budaya khas Nusantara (www.ninaflynnphotography.com)

Manajemen PT Pelindo III menyampaikan terima kasih untuk dukungan DPR yang memberi sinyal dukungan membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur.

“Terima kasih. Kita di PT Pelindo III akan selalu berpikir dan berbuat yang terbaik untuk negeri ini,” kata Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (2/10/2015).

Adapun upaya manajemen PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur terus mendapat sambutan positif, termasuk DPR yang tak ketinggalan ikut memberi sinyal dukungan.

“Setiap investasi untuk pembangunan infrastruktur pada dasarnya baik dan perlu didukung,” kata anggota Komisi V DPR Yoseph Umarhadi ketika dihubungi patainanews.com, Selasa (29/9/2015).

Seperti diketahui, manajemen PT Pellindo III menginvestasikan Rp200 miliar untuk membangun marina di kabupaten yang letaknya di ujung timur Jawa ini. Namun, lanjut Yoseph, tentu saja investasi itu harus diperhitungkan feasibility study-nya.

“Untung dan ruginya dari segi ekonomi dan sosial serta amdalnya,” ucap politisi PDI Perjuangan ini. Sebelumnya Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Pelindo III yang membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi.

“Bagus sekali. PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Bayuwangi yang didukung oleh masyarakat dan Pemda Banyuwangi,” kata AY, sapaan akrab Arief Yahya saat dihubungi patainanews.com, Sabtu (19/9/2015).

Menteri Pariwisata berharap marina di Pantai Boom ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi kapal wisata yacht yang berasal dari Australia.

Menurut AY, satu kapal wisata yacht umumnya pengeluarannya bisa mencapai US$100 ribu atau sekitar Rp1 miliar karena bisa berlayar selama tiga hingga empat bulan.

Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Dan, manajemen PT Pelindo III  memberikan apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi yang menyambut baik kerja sama pemerintah kabuputen Banyuwangi dan PT Pelindo III yang akan membangun marina di Pantai Boom.

Demikian dikatakan Djarwo Surjanto ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (18/9/2015). “Ya, kalau didukung pasti senang sekaligus juga beban agar proyek tersebut benar-benar bisa bermanfaat buat masyarakat Banyuwangi khususnya dan Indonesia pada umumnya,” urainya.

Adapun Komunitas Peduli Pariwisata Kabupaten Banyuwangi (KOPIWANGI) menilai adanya marina di Pantai Boom Banyuwangi yang direncanakan mulai beroperasi pada 2017 mendatang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk turis asing ke kabupaten yang disebut the Sunrise of Java ini sehingga bisa berdampak positif terhadap warga setempat, yakni ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat.

Ach Haris Efendy, Ketua KOPIWANGI menjelaskan hal tersebut ketika dihubungi patainanews,com, Kamis (17/9/2015). “Menurut kami bagus juga, akan banyak kelemahan dan juga kelebihan,” katanya.

Haris menuturkan bahwa kelebihannya, disini akan ada turis serta ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat. “Jadi, turis asing akan semakin banyak yang datang ke Banyuwangi dan ekonomi masyarakat akan meningkat seiring kunjungan turis asing ke Banyuwangi,” paparnya.

Sementara kelemahannya adalah jika masyarakat Banyuwangi belum siap penuh, akan ada pihak-pihak luar, bisa dari luar daerah maupun luar negeri yang mengambil keuntungan dari adanya pelabuhan ini.

Namun, lanjutnya sepertinya kelebihan lebih besar dari kelemahan. Jadi, menurut saya bagus lah ada pelabuhan marina. Seperti diketahui, Banyuwangi akan memiliki marina berkelas internasional lantaran pembangunan marina di kabupaten yang letaknya di Jawa Timur ini mengacu sejumlah marina di dunia, termasuk Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Keseriusan itu dilakukan manajemen PT Pellindo III yang menginvestasikan Rp200 miliar untuk membangun marina di kabupaten yang letaknya di ujung timur Jawa ini.

Djarwo menjelaskan bahwa dua marina itu adalah referensi untuk rencana marina di Banyuwangi. “Implementasi di Banyuwangi dibuat bertahap dengan mengakomodasi budaya lokal dan pertumbuhan pasar,” ucapnya.

Djarwo mengatakan, dermaga yang dibangun juga difasilitasi pendukung untuk yacht. “Nanti akan dibangun secara bertahap,” ujarnya. Adapun kawasan Pantai Boom Marina Banyuwangi akan dibangun di area seluas 44,2 hektar, dengan konsep berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan.

Kompleks marina modern yang dibangun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti zona marina, zona residensial, dan zona rekreasi. Pada tahun ini rencananya akan dimulai dengan pendalaman kolam untuk marina, pembuatan dinding penahan tanah serta penataan lahan untuk kawasan wisata.

Dan, tahun depan pembangunan akan dikembangkan pada pulau kecil yang ada di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. “Untuk tahun depan resort dan marina di pulau kecil yang berada di tengah Pantai Boom akan dibangun. Ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2017,” kata Djarwo.

Ia juga merencanakan akan menggelar Fremantle to Banyuwangi Yacht Race & Rally pada 2017 mendatang dengan Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Nanti akan ada 200 kapal pesiar dari berbagai negara yang akan datang di Banyuwangi,” ujarnya.

Proses pembangunan marina ini, Pelindo III melakukan komparasi kajian dengan studi banding konsep beberapa marina yang ada di dunia. Diantaranya Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Pembangunan marina juga akan melibatkan arsitek nasional, Ahmad Juhara. Dalam master plan pembagian kawasan tersebut akan dibagi atas zona marina, zona residensial dan zona rekreasi.

Untuk zona marina akan dilakukan di kawasan bagian barat seluas 9,6 hektar dengan luas kolam 4,75 hektar yang mampu menampung ratusan kapal pesiar. Marina ini juga akan dilengkapi shipyard dry berth eluas 2,3 hektar yang mampu menampung 75 yacht.

Zona marina juga dilengkapi repair and maintenance area, marina lounge dan hotel. Sedangkan zona residensial terdiri atas resort and villas serta zona rekreasi antara lain terdiri atas hidroponic farmland and aqua culture, visitor and education centre, camp ground, swimming and fishing pool, camp ground, kawasan retail, horse riding and restaurant, one day cruises, trekking area, promenade, landmark bridge. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Festival

Patung Garuda, Ikon Baru Bandara Soekarno-Hatta yang Bakal Menarik Wisman

Bandara Soekarno-Hatta (Ist) Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan segera memiliki ikon baru. Selain Patung Proklamator, juga akan ada Patung Garuda pada Agustus mendatang. Dan, patung terbaru ini direncanakan bisa menarik minat

Travel Operator

Jababeka Dukung Pemerintah Promosikan Pariwisata Indonesia

SD Darmono (Ist) Manajemen PT Jababeka Tbk mendukung upaya pemerintah mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia sehingga target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke negeri ini dan kualitas pariwisata

Cuisine

RushTeri ke Tanjung Lesung

Berita Foto: Komunitas ‘RUSHTERi’ yang terdiri dari mobil Rush Terios sebanyak 32 unit mobil menghabiskan waktu selama akhir pekan pada Sabtu dan Minggu, 10 hingga 11 Maret 2018 menikmati suasana

Travel Operator

Avy Loftus Siap Promosikan Batik ke Eropa

Avy Loftus (ketiga dari kiri) (Ist) Setelah sukses menggelar pameran Batik Indonesia di Kanada pada April lalu, Avy Loftus akan menggelar pameran Batik Indonesia lagi di Eropa. Demikian dikatakan Avy

Airlines

Media Asing Ceritakan Obama Mudik di Indonesia

Barack Obama (kiri) dan Presiden Jokowi (Ist) Kunjungan Barack Obama ke Indonesia tak luput dari perhatian media massa asing. Perhatian mediia asing menambah lengkap informasi mengenai negeri ini sehingga bisa

Nature

Pemprov Sumsel Siap Gelar ASIAN GAMES 2018

Logo ASIAN GAMES 2018 (Ist) Pemerintah provinsi Sumatera Selatan menyatakan siap menggelar event olahraga prestisius yang diadakan di Indonesia, ASIAN GAMES 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang. Hal tersebut