Democratic Policing Bagus untuk Polri

Buku Democratic Policing (Ist)

Prof (Ris) Hermawan Sulistyo menyesalkan pidato Ketua PPAD (Persatuan Purnawiratan Angkatan Darat) Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri. Pidato di forum PPAD yang dihadiri Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Tiga Kepala Staf TNI itu dinilai ngawur saat menyinggung tentang buku “Democratic Policing”.

“Materi tentang substansi peran dan fungsi TNI, saya nilai normatif dan bagus. Tetapi ketika menyinggung tentang buku Democratic Policing yang dia sebut buku ngawur dan berbahaya, saya berpendapat justru dia yang ngawur. Apalagi dia dalam pidato itu mengakui, sudah membaca meski hanya scanning. Bagaimana mungkin belum membaca isi buku secara utuh sudah berani menuding isi buku itu sebagai ngawur dan berbahaya?” ujar Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo, yang merupakan salah satu penulis buku itu bersama Jenderal (Pol) H Muhammad Tito Karnavian.

Lebih lanjut Kikiek menilai, Kiki Syahnakri yang mantan Wakasad itu adalah perwira tinggai TNI-AD yang cerdas dan berwawasan luas. Karenanya ia heran ketika dalam forum PPAD tiba-tiba mengkritik keras kebijakan Kapolri Jenderal (Pol) M Tito Karnavian yang dituding menulis buku ngawur dan membahayakan serta melemahkan institusi TNI.

“Bahkan, buku itu sama sekali tidak menyebut-nyebut soal TNI. Sangat ketahuan Kiki Syahnakri belum baca buku itu. Tanpa sadar justru statemen dia yang ngawur dan membahayakan. Bisa memecah-belah TNI dan Polri, dan memecah belah bangsa pada umumnya. Saya harap Menteri Pertahanan dan Panglima TNI menyikapi hal itu,” tandas Hermawan Sulityo dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (31/1/2019).

Menanggapi pidato tersebut, Prof Hermawan Sulistyo mengimbau semua pihak agar berpikir jernih, dan merujuk pada NKRI yang aman, adil, dan sejahtera, seperti misi penerbitan buku Democratic Policing. Buku terbitan Pensil -324 tahun 2018 itu adalah hasil kolaborasi M Tito Karnavian dan Hermawan Sulistyo yang kedua setelah buku pertama berjudul Polri Dalam Arsitektur Negara (2016).

Buku setebal 494 halaman itu merupakan upaya pencerahan bagi seluruh anggota Polri, mengingat sejak menjadi institusi dengan status sipil, Polri harus menjalankan tugas sebagai pengawal, bahkan pendorong, proses-proses demokratisasi.

Sebuah tugas yang tidak ringan, terutama karena konstelasi di-courses di ruang publik masih berlangsung dengan ketat. Bagi para stakeholders kepolisian –khususnya stakeholders Polri—buku ini diharapkan menjadi pencerah mengenai peran dan praksis policing dalam proses demokratisasi yang telah, sedang, dan masih akan berlangsung di Indonesia.

“Sekali lagi, menjadi sangat aneh dan mengherankan ketika seorang purnawiraan jenderal bintang tiga menuding buku ini ngawur dan membahayakan. Apa dia tidak sadar implikasi dari ucapannya,” gugat Hermawan Sulistyo. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Nature

Pemerintah Gelar Lomba GMT 2016

Ilustrasi GMT 2016 (Ist) Menyambut fenomena alam langka, Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang akan terjadi pada 9 Maret mendatang, maka pemerintah menggelar lomba GMT 2016. Adapun lomba tersebut untuk

World Heritage

‘Truly Asia itu Ada di Indonesia’

Turis asing berpose bersama dengan wisatawan Nusantara saat gerhana matahari total (GMT) 2016 di Palembang Potensi wisata, termasuk kekayaan alam di Indonesia, seperti wisata bahari yang tersebar di beragam destinasi

Nature

30 Maret, Budi Daya Salak Birus di Tanjung Lesung

Tanjung Lesung (Ist) Manajemen PT Banten West Java (BWJ) Tourism Development merencanakan pada 30 Maret mendatang melakukan budi daya Salak Birus kepada masyarakat di Tanjung Lesung, Banten. Senior Event Manager

Tour Package

Mengenal Ulos, Kain Tradisional Batak

Kerri Pandjaitan (kiri) Ulos yang merupakan kain tradisional masyarakat Batak terus berupaya dilestarikan. Karenanya pameran Ulos Hangoluan & Tondi pun digelar di Museum Tekstil Jakarta mulai 19 September lalu hingga

Culture

Ketika Presiden Jokowi Naik Kereta Wisata Jawa

Kamar tidur di kereta wisata Jawa Manajemen PT Kereta Api (KA) Pariwisata mengaku sumringah ketika Presiden Jokowi memutuskan untuk menggunakan layanan kereta wisata, termasuk kereta wisata Jawa. patainanews.com mendapat kesempatan

Hotel

Menanti Cerita Rakyat yang Menyertai GMT

Acara GMT 2016 di Palembang (Ist) Fenomena alam, gerhana matahari total (GMT) selama ini yang terjadi di Indonesia selalu tak bisa dilepaskan dengan cerita rakyat. Bagi masyarakat negeri ini, cerita