Desa Adat Batak Bersatu Menopang Pariwisata

batak rumah

Tari khas Batak (Ist)

Spirit ‘Indonesia Incorporated’ yang tak putus-putus dilontarkan Menpar Arief Yahya direspons Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebanyak tiga desa adat di Batak di Bona Pasogit yang berada di kawasan Danau Toba mulai direvitalisasi akhir pekan silam. Misinya menjadikan desa adat sebagai penopang pariwisata di sekitar kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi ’10 Bali Baru’ itu.

“Ada tiga desa adat yang mulai direvitalisasi akhir pekan lalu. Pertama Desa Adat Ragi Hotang di Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobasa. Berikutnya Desa Adat Hutagaol Sihujur di Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa setelah itu Desa Adat Rumah Bolon Gunung Malela di Kabupaten Simalungun,” terang Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah S Thaib, yang didampingi Utama Badan Otorita Danau Toba Ari Prasetyo, Senin (13/2/2017).

Peresmian revitalisasi tiga desa adat tadi dinilai sangat pas. Apalagi saat ini ada 4000-an rumah adat di seluruh Tobasa yang punya desain arsitektur yang unik.

Ciri khas berbentuk panggung dengan tiang pancang yang kokoh selama ini menjadi salah satu lokasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan.

Desain ukiran dan ornamen khas warna merah, hitam, dan putih yang menampilkan pandangan kosmologis dan filosofis budaya Batak, juga banyak dikagumi wisatawan.

“Ini adalah kolaborasi yang pas. Kemendikbud dan pariwisata bersinergi merivitalisasi desa adat. Budaya itu sangat perlu dilestarikan. Makin dilesatarikan, makin mensejahterakan,” tambah Hiramsyah dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (14/2/2017).

Kemenpar memang sudah melombakan desain arsitektur nusantara bekerjasama dengan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), yang sudah merumuskan model-model rumah adat yang khas.

Bahkan, Menpar Arief Yahya meminta agar revitalisasi desa wisata dan homestay agar selalu mempertimbangkan dengan desain arsitektural nusantara tersebut.

Kebetulan lokasi yang dipilih sudah sangat pas. Desa adatnya ada di sekitaran Danau Toba yang sudah mendunia. Inilah kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi world class tourism destination.

Danau Toba yang berada di Provinsi Sumut itu adalah danau terdalam di dunia, danau vulkanik terbesar di dunia, dan danau nomor dua terbesar setelah Victoria Lake di Afrika.

Keistimewaan lainnya, ada Pulau Samosir di tengah-tengah danau sepanjang 100 km x 30 km itu. Luas Samosir juga terbilang fanstastis. Areanya mencakup 64.000 hektar, tidak kalah dengan luasan Negara Singapura di Malaka.

“Daya tariknya memang sudah sangat kuat. Ditambah dengan pesona desa adat, Danau Toba akan makin kuat lagi,” ujarnya. Dan jika disambungkan dengan rencana pembangunan 100.000 homestay Kementerian Pariwisata, programnya bisa sangat nyambung.

Karena desain Arsitektur rumah adat di sana sudah sangat pas untuk diimplementasikan ke dalam desa wisata. “Ini bisa jadi bagian dari atraksi desa wisata. Nuansa budayanya ada dan hal ini belum tentu belum tentu bisa ditemukan di tempat lain,” katanya.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid ada di barisan yang sama dengan Hiramsyah. Menurutnya, budaya dan pariwisata menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Dan saat ini, pembangunan Desa Adat merupakan program prioritas Nasional. “Tujuannya agar masyarakat terus bisa melestarikan adat dan kebudayaan yang mereka miliki. Nanti saat banyak tamu, orang banyak belajar tentang sejarah, atau adat di sekitar kawasan Danau Toba. Itu yang kita harapkan,” kata Hilmar.

Dijelaskannya, fokus revitalisasi Desa Adat ini adalah pembangunan fisik rumah adat. Dan setelah direvitasasi, masyarakat diharapkan bisa mengembangkan Desa Adat sebagai objek wisata yang lebih layak.

“Kegiatan-kegiatan adat juga bisa dilakukan di lokasi Desa Adat ini. Pariwisata hidup, budaya juga tetap lestari,” katanya. Acara peresmian revitalisasi 3 desa adat tadi dihadiri banyak pejabat. Dari mulai Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Direktur utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Ari Prasetio, Sekretaris Ditjen Pariwisata Nono Adya, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus, Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian, Wakil Ketua DPRD Tobasa Tonny M Simanjuntak, Kadis Pariwisata Tobasa Ultrisonlahir Simangunsong, Kepala Pos Basarnar Danau Toba Torang M Hutahaean, Lembaga Adat Tobasa hingga sejumlah masyarakat adat setempat, dan juga ikut hadir bersama para pimpinan SKPD Pemkab Tobasa. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Hotel

Selama Ramadan, Hotel Lombok Tetap Layani Wisman

Ramadan yang merupakan bulan suci bagi umat Islam kembali menyapa Indonesia. Kendati demikian, layanan hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk wisatawan mancanegara (wisman) tak mengalami perubahan. Demikian disampaikan

Slideshow

Mengarahkan Anak Menuju Masa Depan yang Gemilang dengan Menggali Minat dan Membangun Karakter untuk Jadi Generasi Bermartabat

Foto bersama peserta Kids & Teens Summer Camp 2019 (Ist) Masa muda adalah masa yang paling indah dan masa yang penuh cita-cita, idealisme, dan harapan. Dan, penduduk dunia semakin bertambah

Slideshow

Halimah Munawir Anwar dan Atalia Ridwan Kamil Ukir Prestasi Gemilang Akhir 2017

Halimah Munawir Anwar (kiri) bersama Atalia Praratya, istri Walikota Bandung Ridwan Kamil (Ist) Halimah Munawir Anwar mengaku bersyukur bisa menutup tahun 2017 dengan prestasi manis. Ia bersama Atalia Praratya, istri Walikota

SightSeeing

Mudik Lebaran Momentum Pemerataan Ekonomi Masyarakat Daerah

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa libur Ramadan dan Lebaran menjadi momentum bagi upaya pemerataan ekonomi masyarakat di daerah yang dilewati oleh para pemudik.

Festival

Kemenpar Siapkan Aksi Percepat Recovery Pariwisata Selat Sunda

Foto bersama selepas diskusi Pra-Rakor Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami Selat Sunda (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama instansi terkait dan stakeholder pariwisata menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk mempercepat pemulihan

Travel Operator

Wonderful Indonesia The Best Destination Marketing 2016

Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah ASEAN Rizki Handayani Mustafa yang menerima plakat penanda apresiasi dari pilihan pembaca Travel Weekly Asia (Ist) Satu lagi reputasi internasional ditorehkan Menteri Pariwisata Arief Yahya.