Destinasi Wisata di Banyuwangi Beragam

tari gandrung banyuwangi

Tari Gandrung khas Banyuwangi (Ist)

Keberadaan marina di Pantai Boom di Banyuwangi pada 2017 mendatang akan membuat destinasi wisata di ujung timur Jawa ini akan semakin beragam lantaran marina di Pantai Boom ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi kapal wisata yacht yang berasal dari Australia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap marina di Pantai Boom ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi kapal wisata yacht yang berasal dari Australia.

“Bagus sekali. PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Bayuwangi yang didukung oleh masyarakat dan Pemda Banyuwangi,” kata AY, sapaan akrab Arief Yahya saat dihubungi patainanews.com, Sabtu (19/9/2015).

Menurut AY, satu kapal wisata yacht umumnya pengeluarannya bisa mencapai US$100 ribu atau sekitar Rp1 miliar karena bisa berlayar selama tiga hingga empat bulan.

Sebelumnya Menteri Pariwisata Arief Yahya yang dihubungi patainanews.com beberapa waktu lalu menjelaskan, untuk destinasi wisata sekitar Bali, termasuk Banyuwangi, sebaiknya pemasarannya menggunakan konsep Gret Bali.

“Artinya merupakan paket wisata Bali. Kalau tidak begitu, maka biaya promosinya akan sangat mahal,” ucapnya ketika dihubungi beberapa waktu lalu.

Adapun manajemen PT Pelindo III  memberikan apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi yang menyambut baik kerja sama pemerintah kabuputen Banyuwangi dan PT Pelindo III yang akan membangun marina di Pantai Boom.

Demikian dikatakan Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (18/9/2015). “Ya, kalau didukung pasti senang sekaligus juga beban agar proyek tersebut benar-benar bisa bermanfaat buat masyarakat Banyuwangi khususnya dan Indonesia pada umumnya,” urainya.

Adapun Komunitas Peduli Pariwisata Kabupaten Banyuwangi (KOPIWANGI) menilai adanya marina di Pantai Boom Banyuwangi yang direncanakan mulai beroperasi pada 2017 mendatang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk turis asing ke kabupaten yang disebut the Sunrise of Java ini sehingga bisa berdampak positif terhadap warga setempat, yakni ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat.

Ach Haris Efendy, Ketua KOPIWANGI menjelaskan hal tersebut ketika dihubungi patainanews,com, Kamis (17/9/2015). “Menurut kami bagus juga, akan banyak kelemahan dan juga kelebihan,” katanya.

Haris menuturkan bahwa kelebihannya, disini akan ada turis serta ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat. “Jadi, turis asing akan semakin banyak yang datang ke Banyuwangi dan ekonomi masyarakat akan meningkat seiring kunjungan turis asing ke Banyuwangi,” paparnya.

Sementara kelemahannya adalah jika masyarakat Banyuwangi belum siap penuh, akan ada pihak-pihak luar, bisa dari luar daerah maupun luar negeri yang mengambil keuntungan dari adanya pelabuhan ini.

Namun, lanjutnya sepertinya kelebihan lebih besar dari kelemahan. Jadi, menurut saya bagus lah ada pelabuhan marina. Seperti diketahui, Banyuwangi akan memiliki marina berkelas internasional lantaran pembangunan marina di kabupaten yang letaknya di Jawa Timur ini mengacu sejumlah marina di dunia, termasuk Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Keseriusan itu dilakukan manajemen PT Pellindo III yang menginvestasikan Rp200 miliar untuk membangun marina di kabupaten yang letaknya di ujung timur Jawa ini.

Djarwo menjelaskan bahwa dua marina itu adalah referensi untuk rencana marina di Banyuwangi. “Implementasi di Banyuwangi dibuat bertahap dengan mengakomodasi budaya lokal dan pertumbuhan pasar,” ucapnya.

Djarwo mengatakan, dermaga yang dibangun juga difasilitasi pendukung untuk yacht. “Nanti akan dibangun secara bertahap,” ujarnya. Adapun kawasan Pantai Boom Marina Banyuwangi akan dibangun di area seluas 44,2 hektar, dengan konsep berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan.

Kompleks marina modern yang dibangun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti zona marina, zona residensial, dan zona rekreasi. Pada tahun ini rencananya akan dimulai dengan pendalaman kolam untuk marina, pembuatan dinding penahan tanah serta penataan lahan untuk kawasan wisata.

Dan, tahun depan pembangunan akan dikembangkan pada pulau kecil yang ada di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. “Untuk tahun depan resort dan marina di pulau kecil yang berada di tengah Pantai Boom akan dibangun. Ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2017,” kata Djarwo.

Ia juga merencanakan akan menggelar Fremantle to Banyuwangi Yacht Race & Rally pada 2017 mendatang dengan Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Nanti akan ada 200 kapal pesiar dari berbagai negara yang akan datang di Banyuwangi,” ujarnya.

Proses pembangunan marina ini, Pelindo III melakukan komparasi kajian dengan studi banding konsep beberapa marina yang ada di dunia. Diantaranya Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Pembangunan marina juga akan melibatkan arsitek nasional, Ahmad Juhara. Dalam master plan pembagian kawasan tersebut akan dibagi atas zona marina, zona residensial dan zona rekreasi.

Untuk zona marina akan dilakukan di kawasan bagian barat seluas 9,6 hektar dengan luas kolam 4,75 hektar yang mampu menampung ratusan kapal pesiar. Marina ini juga akan dilengkapi shipyard dry berth eluas 2,3 hektar yang mampu menampung 75 yacht.

Zona marina juga dilengkapi repair and maintenance area, marina lounge dan hotel. Sedangkan zona residensial terdiri atas resort and villas serta zona rekreasi antara lain terdiri atas hidroponic farmland and aqua culture, visitor and education centre, camp ground, swimming and fishing pool, camp ground, kawasan retail, horse riding and restaurant, one day cruises, trekking area, promenade, landmark bridge.

Pariwisata Banyuwangi Berkembang

Banyuwangi yang terletak di ujung timur Jawa selama ini dikenal dengan beragam potensi pariwisata yang tak kalah menarik dengan tetangganya Pulau Dewata.

Karenanya kabupaten yang disebut dengan The Sunrise of Java ini tak mau berdiam diri dan seakan tak mau kalah dengan tetangganya, Bali, Bumi Blambangan pun terus menggali segudang potensi pariwisata dan budaya yang tersohor ke penjuru dunia.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diketahui tengah serius menggenjot beragam potensi wisata yang ada di Bumi Blambangan. Seperti diketahui, beberapa destinasi semakin diminati wisatawan, termasuk turis asing.

Sebut saja destinasi seperti Pulau Merah dan Kawah Ijen. Ya, menariknya potensi wisata yang ada di Banyuwangi tersebar dari timur hingga barat wilayah ini. Di daerah ini bisa dibilang terbilang komplet potensi wisata yang dimiliki, termasuk ada wisata alam, dan wisata bahari.

Belum lagi ditunjang budaya yang menarik, seperti milik suku Using dan tari gandrung, tarian khas Bumi Blambangan. Sejumlah wisatawan asing asal Negeri Kincir Angin Belanda pun diketahui cukup sering mengunjungi Banyuwangi, termasuk ke wilayah Kalibaru.

Bahkan, Banyuwangi terus berbenah diri untuk menarik jumlah kunjungan turis. Salah satunya dengan merombak Bandara Blimbingsari seperti bandara yang ada di Kanada yang memaksimalkan cahaya matahari sebagai pengganti lampu.

Tak hanya itu, menuju Banyuwangi juga bisa dari Surabaya dan Yogyakarta dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Ya, geliat pariwisata Banyuwangi kini semakin terasa lantaran Pemkab Banyuwangi menggandeng PT Pelindo III untuk mengelola kawasan wisata di Pantai Boom.

Manajemen PT Pelindo III menyadari sebagai badan usaha milik negara (BUMN) mempunyai fungsi menjadi agent of development. Karenanya manajemen PT Pelindo III mendukung pengembangan marina di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur.

“Memenuhi fungsi BUMN sebagai agent of development di bidang pariwisata bahari, walaupun secara finansial tidak terlalu menarik,” ujar Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto ketika dihubungi belum lama ini.

Adapun PT Pelindo III mendukung pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk mengelola kawasan wisata di Pantai Boom dengan menandatangani kerja sama dengan pemerintah daerah di ujung timur Pulau Jawa itu.

“Prinsipnya kita sepakat untuk membuat marina di Pantai Boom Banyuwangi,” kata Djarwo. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Festival

48 Tahun Eksistensi ASITA

Ketua Dewan Pengurus Pusat ( DPP) Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Asnawi Bahar dan  Nunung Rusmiati, Sekjen DPP ASITA (kanan) (Ist) Ketua Dewan Pengurus Pusat ( DPP)

Tourism

Selamat Ulang Tahun ke-56 Presiden Jokowi

Presiden Jokowi (Ist) Manajemen, staf dan redaki patainanews.com mengucapkan selamat ulang tahun ke-56 untuk Presiden Joko Widodo. Adapun Presiden Jokowi menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesa hingga 2019 mendatang sebanyak

Heritage

Banyuwangi Ethno Carnival 2018 Semarak

Berita Foto: Penyelenggaraan event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2018 begitu semarak sebab dihadiri wisatawan Nusantara, turis mancanegara dan masyarakat Banyuwangi. Bumi Blambangan, julukan Banyuwangi, dikenal kaya akan potensi pariwisata, budaya

Destinations

PATA Gandeng Equator Learning Luncurkan Alat Belajar Online untuk Travel Agent

Logo PATA (Ist) PATA telah bekerja sama dengan Equator Learning meluncurkan alat pembelajaran online untuk travel agent. Platform bernama Asia & Pacific Expert bertujuan memberikan agen mengenai informasi penting tentang

Slideshow

Kualitas SDM Pariwisata Indonesia Ditingkatkan

Wisatawan yang tengah menikmati wisata bahari di Indonesia butuh SDM pariwisata negeri ini yang berkualitas (Ist) Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini, tak bisa dipungkiri arus tenaga kerja

Indonesiaku

HPN 2017, Menhub Gelontorkan Bantuan ke Maluku

Menhub Budi Karya Sumadi (dasi merah) (Ist) Maluku mulai ‘ketiban’ berkah berkat menjadi tuan rumah perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2017. Kendati HPN 2017 masih dua pekan lagi namun Maluku