Dewan Pers 2016 Jangan Lupakan Media Digital

pers Indonesia

Anggota Dewan Pers periode 2016-2019 (Ist)

Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) mengkritisi hasil pemilihan anggota Dewan Pers periode 2016-2019 yang didominasi aktivis dari organisasi berlatar belakang organisasi dari televisi di Indonesia.

Adapun dari sembilan anggota Dewan Pers periode 2016-2019 empat orang sosoknya lebih dikenal sebagai orang-orang TV.

“Silakan masyarakat pers menilai sendiri, apakah sembilan orang itu mewakili track record yang terpilih dari orang-orang yang harusnya diambil dari unsur wartawan, pimpinan perusahaan pers, dan tokoh masyarakat,” papar Ketua FPMDI SS Budi Rahardjo belum lama ini.

Budi memberi contoh nama-nama, seperti Ratna Komala, Imam Wahyudi serta Reva Deddy Utama sudah menjadi ikon Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia. Sedangkan Jimmy Silalahi juga dari unsur televisi lokal.

“Dari sembilan, empat unsur TV-nya demikian kuat,” ujarnya tentang anggota Dewan Pers yang independen. Secara pribadi, Budi masih mempertanyakan apakah pemilihan tersebut mendukung keberagaman di masyarakat, atau keterwakilan unsur organisasi pers dan perusahaan pers.

Yang pasti, dari 18 calon anggota dewan pers, kok, hasilnya cenderung ke orang TV, dibanding tokoh masyarakat, wartawan, pimpinan perusahaan pers, pengacara, dosen atau aktivis. Badan Pekerja Pemilihan Anggota Dewan Pers sudah melakukan tugasnya, dengan mempertimbangkan dinamika pers nasional.

Kiranya pengurus Dewan Pers yang baru bisa menunjukan keterwakilan media digital bahwa sosok yang dipilih bukan kaki tangan konglomerat media dan dipilih oleh organisasi wartawan dan perusahaan pers.

“Silakan buktikan,” ujar Budi. Lebih lanjut, Budi menyebut, seiring perubahan fundamental fungsi Dewan Pers kepentingan dan keragaman kepemilikan media pers digital dipinggirkan.

Saat ini demikian berkembang online yang perlu juga ditata,  perlu mengedepankan independensi pers dari kepentingan ekonomi di daerah.

Jangan hanya memikirkan teknis media TV saja, sementara kini memasuki era konvergensi media, yang harus diperhatikan Dewan Pers di masa datang adalah termasuk media digital.

“Media digital saat ini masih dianggap anak bawang atau anak tiri yang kurang diperhatikan. Sementara realitasnya, media tradisional mulai beralih dan melebarkan pola bisnisnya ke media digital,” ujarnya.

Ketua Forum Pimpinan Media Digital Indonesia ini mengkritisi Dewan Pers, misalnya, untuk web-nya saja sudah ketinggalan jaman. “Contohnya saja, website Dewan Pers tidak up to date data wartawan yang sudah ikut kompetensi atau sertifikasi,” ujarnya tentang www.dewanpers.or.id

Ketua FPMDI ini berharap fungsi Dewan Pers menjadi pelindung kemerdekaan pers, termasuk media digital dan online yang bertanggung jawab.

Dewan Pers yang kerap menjadi penengah atau terkadang menjadi mediator tatkala unsur pers bersinggungan dengan pihak-pihak lain.

Namun, “Terkesan masih belum mau mengurusi dan membantu mencari jalan keluar untuk masalah dan SDM media digital”. Menurutnya, eksistensi media digital perlu diperhitungkan di era saat ini.

Termasuk, Forum Pimpinan Media Digital Indonesia menyoroti Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Kepolisian Republik Indonesia yang belum tersosialiasi dengan baik ke masyarakat, pejabat dan aparat kepolisian. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Indonesiaku

Orang Indonesia Berupaya Taklukkan Aconcagua

Aziz Syamsuddin (tiga dari kiri) dan Sabar Gorky berpose bersama (Ist) Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Aziz Syamsuddin bergembira karena pendaki gunung tunadaksa, Sabar Gorky akan

Indonesiaku

Kepulauan Seribu Jadi Lokasi Syuting VideoKlip

Jessica Xaviera (Ist) Jessica Xaviera adalah putri musisi senior Iwan Hasan (gitaris jazz dan harp guitar, pendiri dan bandleader band Discus dan Atmosfera, serta arranger musik di album-album band Ungu,

Indonesiaku

PATA Gelar PATA CEO Challenge 2015

Pacific Asia Travel Association (PATA), organisasi nirlaba yang berkantor pusat di Bangkok, Thailand menggelar PATA CEO Challenge 2015. Adapun PATA CEO Challenge 2015 kerja sama antara PATA dengan tripadvisor. Destinasi

Cuisine

Mencari Penerus Lois Merry Tangel di Semarang

Roadshow El John Pageants keliling Indonesia mencari Putri Pariwisata Indonesia 2017 sampai ke Semarang pada 8 hingga 9 Mei mendatang (Ist) El John Pageants tengah melakukan roadshow keliling Indonesia mencari

Slideshow

Wartawan, PR Saling Membutuhkan

Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) dan ASEAN Public Relations Network (APRN) menandatangani nota kesepahaman (MoU Signing) disaksikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi Rosarita Niken Widiastuti

Indonesiaku

Inovasi Polygon untuk Pencinta Sepeda

Polygon terus melakukan inovasi untuk pencinta sepeda (Ist) Persaingan yang semakin ketat mengakibatkan industri dituntut untuk terus melakukan inovasi untuk dapat bersaing dan bertahan di pasar global. Inovasi menjadi salah