Dieng harus Menjadi ‘Cantik dan Menggoda’

WhatsApp Image 2018-01-03 at 15.11.36

Dataran Tinggi Dieng (Ist)

Dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah ternyata menyimpan bermacam keajaiban alam dan budaya. Menariknya kawasan ini tampak ramai di saat liburan, dan traveler selain menikmati keindahan alamnya akan dimanjakan wisata sejarah.

Anton Ristiono, seorang wisatawan Nusantara menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru mulai 26 Desember 2016 lalu hingga 29 Desember 2017 traveling bersama keluarga dari Jakarta ke Dieng. “Saya memutuskan melalui jalur darat yang menghabiskan waktu sekitar 9 hingga 10 jam. Namun, rasa lelah dalam perjalanan terbayar lunas dengan keindahan dan kesejukan dataran tinggi Dieng. Hari pertama saya dan keluarga langsung menuju homestay yang banyak terdapat di Dieng untuk mengistirahatkan badan,” tuturnya ketika dihubungi patainanews.com, Kamis (4/1/2018).

Anton yang seorang pekerja swasta di Jakarta menuturkan bahwa Kompleks Candi Arjuna menjadi tujuan di hari pertama dirinya bersama keluarga. “Candi yang berdiri kokoh di sekitaran Dataran Tinggi Dieng, Kompleks Candi Arjuna merupakan yang terluas yang berada di Dieng, hanya dengan tiket masuk sebesar sebesar Rp10.000, kita sudah bisa mengunjungi Kompleks Candi Arjuna, Sendang Sedayu, Dharmasala, serta Kawah Sikidang,” paparnya.

Malam pun tiba dan cuaca berkabut hingga membuat badan membeku dengan suhu yang mencapai 16 derajat celcius. “Ini waktunya kita kuliner di seputaran Dieng, mulai dari bandrek hingga Kopi Purwaceng yang katanya menjadi ciri khas dari Dieng,” urainya.

WhatsApp Image 2018-01-03 at 15.11.30

Kopi Purwaceng, kopi khas Dieng (Ist)

Setelah melewati malam yang sangat dingin, lanjutnya hari kedua menuju Kawasan Dieng Plateau, kawasan yang terdapat sebuah bangunan theater yang terdapat di atas bukit dimana di lokasi tersebut selalu diputar asal-muasal dan kondisi keseluruhan dari Dataran Dieng, Wonosobo.

Di kawasan tersebut tidak hanya terdapat gedung theater saja tapi juga terdapat Puncak Bukit yang bernama Batu Pandang Ratapan Angin. “Puas dengan destinasi dan pemandangan yang banyak terdapat di Dataran Tinggi Dieng waktunya kita pulang dengan pikiran yang fresh untuk menyongsong tahun baru penuh harapan. Tapi satu kekecewaan yang saya dapati di kawasan wisata tersebut dimana kurangnya penataan kotanya dari Pemda setempat untuk wilayah Wisata Dieng yang terpaksa harus saya bandingkan dengan lokasi wisata yang ada di Yogyakarta,” tuturnya.

Tapi, lanjutnya dengan kekurangan tersebut saya cukup terobati dengan hawa dari Dataran Tinggi Dieng. “Mungkin jika nantinya Kawasan Wisata itu dapat ditata lebih sehingga menjadi ‘Cantik dan Menggoda’ akan membuat betah saya berlama-lama di sana,” ujarnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Cuisine

Indonesia Top Model 2016 Lestarikan Budaya Busana Nusantara

Indonesia Top Model 2016 lestarikan Budaya Busana Nusantara (Ist) Indonesia Top Model 2016 yang digelar Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) memperoleh apresiasi masyarakat, hal tersebut terbukti dengan banyaknya peserta yang datang

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Airlines

Turis Arab Saudi Minati Wisata Halal Indonesia

Wisatawan mancanegara asal kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi semakin banyak yang berkunjung ke Indonesia karena negeri ini dikenal dengan wisata halal (Ist) Pemerintah diketahui saat ini tengah gencar mempromosikan

Slideshow

Pariwisata Flores Gencar Promosi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerahkan hadiah bagi juara umum lomba penulisan, foto, video, dan blog pariwisata Flores. AY, sapaan akrab Arief Yahya menyambut baik

Nature

Menanti Celebration of Life

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Kementerian Pariwisata menyambut baik dan mendukung kegiatan Festival Indonesia Festival (Festinfest) yang akan berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar)

Tour Package

KUR, Pengembangan Usaha Pariwisata Maluku Tenggara

Kei, destinasi wisata di Maluku Tenggara (Ist) Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah bagi upaya pengembangan usaha pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Plt Sekda