Dua HPC Perkuat Pelabuhan Tanjung Perak

proses bongkar HPC 3

Proses bongkar HPC (Ist)

Setelah sebelumnya kedatangan satu alat bongkar muat berjenis Harbour Mobile Crane (HMC) pada pertengahan tahun lalu, Pelabuhan Tanjung Perak kembali kedatangan alat bongkar muat, yakni dua Harbour Portal Crane (HPC).

Kedua HPC yang masing-masing memiliki kapasitas angkat hingga 120 ton ini tergolong ramah lingkungan karena digerakan dengan tenaga listrik.

Rencananya kedua HPC ini akan menambah kekuatan sembilan alat bongkar muat yang sudah ada di Terminal Jamrud sebelumnya. ’’Jadi kami kini memiliki sebelas alat bongkar muat di Terminal Jamrud,’’ kata General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Joko Noerhudha dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (24/11/2016).

Alat bongkar muat asal  Italia ini tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada 18 November lalu dengan menggunakan Kapal MV Baltic Winter dan bersandar di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak.

’’Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan produktifitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Perak sehingga biaya logistik dapat diminimalisir,’’ kata pria yang akrab dipanggil Joko ini.

Keunggulan dari HPC ini adalah pertama memiliki mesin berjenis hybrid. Artinya, dapat digerakan dengan tenaga listrik maupun Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga bisa mengurangi polusi udara di Pelabuhan.

’’Utamanya adalah menggunakan listrik.Sedangkan, BBM hanya untuk cadangan,’’ kata Kepala Humas Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Oscar Yogi Yustiano.

Kedua, struktur HPC memungkinkan untuk kendaraan angkut seperti truk lewat tepat di bawah HPC. Hal ini dapat menghemat tempat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak.

’’Kalau alat  bongkar muat lainnya seperti HMC, truk harus lewat disampingnya,’’ jelasnya. Alat bongkar muat yang masing-masing memiliki bobot sekitar 400 ton ini diharapkan dapat mendukung pelayanan di Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak, yakni bongkar muat untuk barang yang meliputi curah kering, general cargo dan bag kargo.

Hal ini diperlukan karena arus barang di Pelabuhan Tanjung Perak yang terus meningkat. ’’Alat ini memiliki jangkauan hingga 51 meter sehingga dapat mengakomodir kapal-kapal yang memiliki kapasitas besar,’’ terangnya. 

Perlu diketahui arus barang (curah kering, curah cair, general cargo dan bag cargo) pada triwulan ketiga 2016 di Pelabuhan Tanjung Perak mengalami kenaikan mencapai empat persen atau mencapai 10.891.611 T/M3 apabila dibandingkan triwulan ketiga 2015 mencapai 10.454.209 T/M3. (Gabriel Bobby)





About author



You might also like

SightSeeing

Hari Batik Nasional, Ayo Pakai Batik!

Hari Batik Nasional 2 Oktober (Ist) Batik, kain tradisional khas Nusantara yang merupakan salah satu bentuk kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia pada masa lalu dan sudah mulai dikenal sejak kerajaan Majapahit.

SightSeeing

Turis Taiwan Tertarik ke Lombok

Pesona Lombok memikat turis Taiwan (Ist) Kawasan Asia Timur dinilai sebagai pasar potensial bagi pariwisata Indonesia, termasuk destinasi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain turis dari Tiongkok, kini wisatawan asal Taiwan

Festival

Sumpah Pemuda, WWF Indonesia Gandeng HSBC untuk Konservasi Laut Indonesia Timur

Logo WWF (Ist) Momentum Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan WWF Indonesia untuk mengembangkan potensi wisata bahari di kawasan Indonesia timur. Keindahan pelosok Indonesia Timur selama ini menawarkan pesona laut, pariwisata dan

Slideshow

Ucapan Idul Fitri patainanews.com

Manajemen dan Redaksi patainanews.com mengucapkan: Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H Mohon Maaf Lahir dan Batin Selamat Menikmati Libur Panjang  

Slideshow

Pelindo III Bantu Penumpang Batal Berangkat

Penumpang KM Selvi Pratiwi (Ist) Dibatalkannya keberangkatan penumpang KM Selvi Pratiwi menuju Masalembo, salah satu pulau di wilayah Madura mendorong PT Pelindo III turut membantu angkutan pelayaran kapal tersebut dengan

SightSeeing

Desain Batik Fractal untuk Kang Emil

Walikota Bandung Ridwan Kamil dan istri Atalia Praratya mengunjungi stan Bandung di Indonesia Expo, Jambi (foto @meiwan_kartiwa) Walikota Bandung Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil dan istri Atalia Praratya mengunjungi stan Bandung di